KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Gabung PDIP dan Ikut Nyaleg, Empat Kades di Kabupaten Semarang Mengundurkan Diri

Gabung PDIP dan Ikut Nyaleg, Empat Kades di Kabupaten Semarang Mengundurkan Diri

Gabung PDIP dan Ikut Nyaleg, Empat Kades di Kabupaten Semarang Mengundurkan Diri

Bacaleg PDIP Kabupaten Semarang 2024 akan diikuti oleh 50 calon, di mana empat di antaranya adalah kepala desa yang telah mengajukan pengunduran diri. DPC PDIP Kabupaten Semarang menargetkan perolehan kursi sebanyak mungkin pada Pemilu Legislatif 2024, dan keseluruhan kader dan anggota partai solid bergerak untuk meraih kemenangan.
(Foto/win)
Pengurus DPC PDIP Kabupaten Semarang menyerahkan berkas pengajuan bacaleg ke KPU Kabupaten Semarang, Kamis (11/5/2023) sore.

[@]Sebanyak 50 bakal calon legislatif (bacaleg) dari PDIP Kabupaten Semarang bakal mengikuti Pemilu Legislatif (Pileg) 2024. Dari jumlah tersebut terdapat empat kepala desa (kades) yang kini telah mengajukan pengunduran diri.

Mereka adalah Abdullah HS Kades Bakalrejo Kecamatan Susukan, Sjaichul Hadi Kades Boto Kecamatan Bancak, Sujak Rohadi Kades Lebak Kecamatan Beringin, dan Sugiharto Kades Jatijajar Kecamatan Bergas.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan mereka telah memutuskan untuk bergabung dan terjun di dunia politik serta menjadi bagian dari keseluruhan bacaleg atas keinginan dan kesadaran pribadi.

“Mereka menjadi bagian dari 50 bacaleg yang maju untuk Pemilu 2024. Dari jumlah tersebut, sebanyak 19 perempuan dan 31 orang bacaleg laki-laki,” ungkapnya usai penyerahan berkas pengajuan bacaleg di KPU Kabupaten Semarang, Kamis (11/5/2023) sore.

Ngesti mengungkapkan, pihaknya menargetkan perolehan kursi sebanyak-banyaknya untuk Pemilu 2024. “Pertama tentu adalah menang secara spektakuler, dan selanjutnya meraih kursi sebanyaknya. Seluruh kader dan anggota partai solid bergerak untuk kemenangan tersebut,” paparnya.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Aris Setyawan mengatakan keempat kepala desa tersebut telah mengirim surat pengunduran diri.

“Surat diajukan ke BPD, kemudian ke camat dan ke bupati. Mereka dinyatakan sah mundur setelah surat pengunduran diri diterima,” terangnya.

Sementara Sjaichul Hadi mengungkapkan, ia telah mengajukan surat pengunduran diri sebagai Kepala Desa Boto. Surat tersebut telah dilayangkannya pada tanggal 10 Mei 2023.

“Ini sudah menjadi pilihan kami agar semakin maksimal untuk mendekatkan kepada masyarakat di daerah pemilihan. Tentunya akan ada pergantian antarwaktu mengingat sisa masa tugas lebih dari 1 tahun,” katanya. (win)

 

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]