Jelang Ramadan, Kenaikan Harga Bahan Pokok Tidak Dapat Ditekan
Pj. Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, memimpin High Level Meeting (HLM) Ekuinda dalam rangka pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri tahun 2024
Pj. Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, memimpin High Level Meeting (HLM) Ekuinda dalam rangka pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri tahun 2024
Hindiyah (60), seorang warga Dusun Bendosari, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang tak bisa menyembunyikan perasaan gembiranya usai menerima bantuan pangan beras. Ia mengaku bersyukur atas bantuan ini di tengah harga beras yang masih membumbung tinggi.
Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening, menyoroti kenaikan harga beras yang dinilainya tidak realistis, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang untuk mengambil tindakan tegas, termasuk melalui operasi pasar. Bondan mengungkapkan keprihatinannya terhadap kemungkinan dampak kenaikan harga beras terhadap kebutuhan lainnya, serta menegaskan pentingnya koordinasi antara eksekutif dan Bulog dalam mengatasi masalah tersebut.
Harga semua jenis cabai di pasar tradisional Blauran di Kota Salatiga, Jawa Tengah, melambung dampak gagal panen, membuat para pedagang dan pembeli merasakan kenaikan yang signifikan selama seminggu terakhir. Harga cabai merah rawit naik dari Rp 60.000 menjadi Rp 75.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau melonjak dari Rp 30.000 menjadi Rp 50.000 per kilogram, dan cabai keriting merah dari Rp 45.000 menjadi Rp 60.000 per kilogram.
Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang telah mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga beras. Tindakan ini sebagai respons terhadap keluhan masyarakat yang kesulitan memperoleh bahan makanan utama tersebut di pasaran.
Karti Heri Astuti, pemilik toko sembako di Pasar Bandarjo Ungaran, Kabupaten Semarang, mengeluhkan kelangkaan pasokan beras premium selama sebulan terakhir. Kekurangan stok tersebut membuat toko miliknya kehabisan persediaan, yang semakin diperparah dengan kenaikan harga beras dalam beberapa bulan terakhir.
Pemkot Salatiga melalui Dinas Perdagangan dan Bulog menggelar operasi pasar di Kecamatan Argomulyo Salatiga pada Senin, 19 Februari 2024, sebagai respons terhadap lonjakan harga beras. Dalam kegiatan tersebut, setidaknya 20 ton beras didistribusikan di empat kecamatan, dengan harga Rp 104 ribu per 10 kilogram untuk beras medium.
Harga beras di sejumlah pasar di Kota Salatiga belakangan ini mengalami kenaikan yang signifikan, salah satunya terjadi di Pasar Blauran Kota Salatiga, di mana harga beras telah naik hingga mencapai Rp15.500 per kilogram. Kenaikan ini diduga disebabkan oleh pasokan beras yang terbatas dan beberapa daerah yang mengalami gagal panen karena faktor cuaca dan bencana alam.
Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggelar pasar murah di Kota Salatiga sebagai respons terhadap naiknya harga kebutuhan pokok belakangan ini. Pasar murah tersebut diselenggarakan di dua lokasi, yaitu Balai Kelurahan Tingkir Tengah dan Lapangan Dukuh, menawarkan berbagai bahan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, dan daging ayam dengan harga yang lebih rendah dari pasar konvensional.
Kabupaten Semarang, sebuah wilayah penyangga destinasi wisata di Jawa Tengah dan DIY, menjadi fokus pengembangan properti oleh Centroland PT SSA. Perusahaan ini akan membangun Panarama Residential Resort di Dusun Ngreco, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang. Dengan total lahan 30 hektare, 25 hektare akan dikembangkan, dan 6,5 hektare akan dijadikan perumahan dengan cluster Sentiasa yang terdiri dari 52 unit.