URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Rencana kenaikan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita menjadi Rp 15.700 membuat minyak ini mulai langka di Pasar Raya Salatiga, menurut pantauan rasikafm.com pada Senin (1/7/2024). Karni, seorang pedagang sembako, mengungkapkan bahwa kelangkaan Minyakita sudah terjadi sejak satu bulan lalu akibat stok yang semakin sedikit dari distributor, dengan pembelian yang dibatasi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang Kenaikan HET, Minyakita di Pasar Tradisional Salatiga Mulai Langka

Jelang Kenaikan HET, Minyakita di Pasar Tradisional Salatiga Mulai Langka

Jelang Kenaikan HET, Minyakita di Pasar Tradisional Salatiga Mulai Langka

Pedagang sembako di pasar Blauran sedang melayani pembeli

Foto dok IST

Pedagang sembako di pasar Blauran sedang melayani pembeli
Featured Image

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Rencana kenaikan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita yang diwacanakan menjadi Rp 15.700, saat ini Minyakita sudah mulai langka di Pasar Raya Salatiga, pantauan rasikafm.com dipasar Tradisional Senin (1/7/2024) sejumlah pedagang mengaku stoknya mulai langka. Hal itu diungkapkan salah seorang pedagang sembako, Karni.

Dia menyebut, kelangkaan Minyakita sudah terjadi sejak satu bulan lalu. Kelangkaan itu disebabkan stok yang semakin sedikit dari distributor. Saat ada stok pembelian juga dibatasi.

“Kalau beli di minimarket gitu hanya boleh 2 karton. Kalau sales distributor juga dijatah 10 karton. Stoknya memang sedikit,” terang Karni.

Dikatakan, karena stok yang terbatas itu, Minyakita yang sebelumnya dijual Rp 14.000 sekarang dijual Rp 15.000. Dirinya juga sering mendapatkan komplain dari pembeli, karena dalam kemasan tertulis Rp 14.000.

“Ini kan tulisannya sudah Rp 14.000 jadi ada juga pembeli yang menanyakan. Padahal dari distributor harganya sudah tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang pembeli Yayuk mengaku, karena Minyakita langka, dirinya terpaksa memilih beralih ke minyak dengan merek lain. Meski begitu, dirinya berharap Minyakita harganya tidak terus naik.

“Jangan naik-naik terus harganya lah. Apalagi sebagai pedagang makanan jadi harus ada biaya lebih lagi. Padahal harga makanan yang dijual tidak naik,” kata Yayuk.

Karni, pedagang sembako, saat diwawancarai Rasika

BACA JUGA :

CJFACE 2026 Hadir di Semarang! Bank Indonesia Dorong Furnitur Jepara Tembus Pasar Global dan Perkuat Ekosistem Halal 2
CJFACE 2026 Hadir di Semarang! Bank Indonesia Dorong Furnitur Jepara Tembus Pasar Global dan Perkuat Ekosistem Halal
Gedung Bank Indonesia Pusat
BI Kejutkan Pasar, BI-Rate Naik Jadi 5,50 Persen demi Perkuat Rupiah
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah di Semarang
Di Tengah Kenaikan Harga Komoditas Hortikultura, Inflasi Jawa Tengah Masih dalam Rentang Sasaran 2,5±1%
Hasil Pantauan BI Jateng Ekonomi Jawa Tengah Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global
Hasil Pantauan BI Jateng: Ekonomi Jawa Tengah Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Seorang jamaah haji asal Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Mustofa Ismail (67), menunaikan nazarnya dengan berjalan kaki sejauh sekitar 34 kilometer dari Asrama Haji Donohudan menuju...
Kasatreskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana
Sempat Blokade Perbatasan Ungaran-Semarang, Empat Kreak Bersenjata Tajam Dibekuk Polisi
Polres Semarang menetapkan empat tersangka terkait aksi konvoi dan show of force menggunakan senjata tajam yang sempat meresahkan warga di Kabupaten Semarang. Para pelaku diduga berasal dari sejumlah geng...
Natalius Pigai mengapresiasi penyelenggaraan Festival HAM bertema “Pembangunan HAM di Indonesia dalam Jiwa Pancasila” yang digelar Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana. Menurutnya, UKSW selangkah lebih maju dalam membangun kesadaran hak asasi manusia melalui dunia pendidikan.
Menteri HAM Apresiasi Inisiatif UKSW Salatiga Gelar Festival
Natalius Pigai mengapresiasi penyelenggaraan Festival HAM bertema “Pembangunan HAM di Indonesia dalam Jiwa Pancasila” yang digelar Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana. Menurutnya, UKSW selangkah...
Warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang melakukan aksi penutupan sebagian ruas jalan rusak menggunakan batu belah dan pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang diduga akibat lalu lalang truk tambang bermuatan berlebih. Warga meminta perbaikan jalan segera direalisasikan karena kondisi jalan dinilai membahayakan pengguna.
Warga Wringinputih Pasang Batu Belah dan Pohon Pisang di Jalan Rusak, Protes Truk Tambang Overtonase
Warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang melakukan aksi penutupan sebagian ruas jalan rusak menggunakan batu belah dan pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang...
12 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 07.00–08.00 dan 14.00–16
12 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 07.00–08.00 dan 14.00–16.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,8 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang maksimum di perairan Semarang terjadi pada Jumat, 12 Juni 2026 pada pagi serta siang hingga sore hari dengan tinggi muka air...
Muat Lebih

POPULER

Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
MTsN 1 Kabupaten Semarang di Kecamatan Susukan mengolah sampah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan asrama siswa menjadi pakan larva maggot sebagai bagian dari gerakan ecotheology. Inovasi yang berkembang dari penelitian siswa tersebut kini menghasilkan maggot basah dan kering bernilai jual, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Manfaatkan Makanan Sisa MBG, MTsN Kabupaten Semarang Budidayakan Maggot