KAWAN PEMANDU JALAN

Berdayakan UMKM dan Tekan Inflasi, Bulog Salurkan Bantuan Rumah Pangan Kita

Perum Bulog berperan aktif dalam menekan inflasi dan memberdayakan UMKM melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) dengan memberikan bantuan modal untuk pendirian Rumah Pangan Kita (RPK). Program ini, yang dijelaskan oleh Sopran Kenedi, Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Tengah, bertujuan untuk stabilisasi harga dan pasokan pangan serta pemberdayaan UMKM, dengan memberikan bantuan kepada 33 pelaku UMKM di 18 kecamatan di Kabupaten Semarang, masing-masing menerima modal Rp5 juta berupa produk pangan Bulog, rak pajang, dan spanduk RPK.

Perum Bulog berperan aktif dalam menekan inflasi dan memberdayakan UMKM melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) dengan memberikan bantuan modal untuk pendirian Rumah Pangan Kita (RPK). Program ini, yang dijelaskan oleh Sopran Kenedi, Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Tengah, bertujuan untuk stabilisasi harga dan pasokan pangan serta pemberdayaan UMKM, dengan memberikan bantuan kepada 33 pelaku UMKM di 18 kecamatan di Kabupaten Semarang, masing-masing menerima modal Rp5 juta berupa produk pangan Bulog, rak pajang, dan spanduk RPK.

Cegah Inflasi, Disdag Salatiga Gelar Operasi Pasar Beras Murah

Dalam rangka pengendalian inflasi pada pertengahan tahun, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Salatiga menggelar operasi pasar beras di empat kecamatan di Kota Salatiga. Kepala Disdag Kota Salatiga, Kusumo Aji, menjelaskan bahwa operasi pasar beras ini akan berlangsung selama beberapa hari dengan total 28 ton beras, di mana setiap kecamatan mendapat alokasi 7 ton.

Jelang Kenaikan HET, Minyakita di Pasar Tradisional Salatiga Mulai Langka

Rencana kenaikan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita menjadi Rp 15.700 membuat minyak ini mulai langka di Pasar Raya Salatiga, menurut pantauan rasikafm.com pada Senin (1/7/2024). Karni, seorang pedagang sembako, mengungkapkan bahwa kelangkaan Minyakita sudah terjadi sejak satu bulan lalu akibat stok yang semakin sedikit dari distributor, dengan pembelian yang dibatasi.

Rencana kenaikan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita menjadi Rp 15.700 membuat minyak ini mulai langka di Pasar Raya Salatiga, menurut pantauan rasikafm.com pada Senin (1/7/2024). Karni, seorang pedagang sembako, mengungkapkan bahwa kelangkaan Minyakita sudah terjadi sejak satu bulan lalu akibat stok yang semakin sedikit dari distributor, dengan pembelian yang dibatasi.

Berangkat dari Hobi, Gadis Asal Salatiga Sukses Berbisnis Jajanan Viral Mochi

Berawal dari hobi berburu jajanan viral, Dwi Novianti, 26, atau yang akrab disapa Antik, memutuskan untuk membuat dan menjual mochi, kue asal Jepang yang sedang digandrungi anak muda. Awalnya, Antik hanya berjualan saat ada acara di kampus dan car free day. Namun, setelah lulus kuliah dan mendapat respons positif dari konsumen, Antik membuka kedai sendiri bernama Mochitobeli di Jalan Imam Bonjol No. 73, Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Berawal dari hobi berburu jajanan viral, Dwi Novianti, 26, atau yang akrab disapa Antik, memutuskan untuk membuat dan menjual mochi, kue asal Jepang yang sedang digandrungi anak muda. Awalnya, Antik hanya berjualan saat ada acara di kampus dan car free day. Namun, setelah lulus kuliah dan mendapat respons positif dari konsumen, Antik membuka kedai sendiri bernama Mochitobeli di Jalan Imam Bonjol No. 73, Kota Salatiga, Jawa Tengah.

20 Peserta Women Ecosystem Catalyst 2024 Peroleh Penghargaan

Sebanyak 20 perempuan pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Indonesia telah menyelesaikan rangkaian kegiatan Women Ecosystem Catalyst (WEC) 2024, yang ditutup dengan malam penganugerahan di Semarang, Jawa Tengah. Program WEC, kolaborasi antara Sampoerna Untuk Indonesia, Perkumpulan Imanijasi Penaja Mula, dan Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, dimulai sejak Januari 2024 dengan 1.526 pendaftar dan menyaring 20 finalis dari berbagai sektor usaha.

Retribusi Harian PKL Salatiga Naik Drastis, Pedagang Mengadu ke DPRD

Sejak awal Mei, Pedagang Kaki Lima (PKL) di Salatiga mengeluhkan kenaikan retribusi harian dari Rp 1.400 menjadi Rp 15 ribu, yang memberatkan mereka. Ketua paguyuban PKL, Agus Salim, menyatakan bahwa kenaikan ini tiba-tiba tanpa sosialisasi terlebih dahulu. Para pedagang telah melaporkan masalah ini ke DPRD yang menekankan bahwa peraturan daerah (Perda) harus disosialisasikan sebelum diterapkan dan tidak boleh memberatkan pedagang.

Sejak awal Mei, Pedagang Kaki Lima (PKL) di Salatiga mengeluhkan kenaikan retribusi harian dari Rp 1.400 menjadi Rp 15 ribu, yang memberatkan mereka. Ketua paguyuban PKL, Agus Salim, menyatakan bahwa kenaikan ini tiba-tiba tanpa sosialisasi terlebih dahulu. Para pedagang telah melaporkan masalah ini ke DPRD yang menekankan bahwa peraturan daerah (Perda) harus disosialisasikan sebelum diterapkan dan tidak boleh memberatkan pedagang.