URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Harga cabai di pasar tradisional se-Kota Salatiga melonjak menjelang tahun baru 2025, dengan harga cabai merah keriting mencapai Rp 70.000 per kilogram pada Sabtu, 28 Desember 2024. Pedagang cabai di Pasar Rejosari, Sumiyati, menjelaskan bahwa kenaikan ini terjadi akibat menipisnya stok di tingkat produsen dan peningkatan permintaan konsumen, terutama sejak pertengahan Desember dan menjelang Natal.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang Tahun Baru Harga Cabai di Salatiga Tembus Rp 70 Ribu per Kilogram

Jelang Tahun Baru Harga Cabai di Salatiga Tembus Rp 70 Ribu per Kilogram

Jelang Tahun Baru Harga Cabai di Salatiga Tembus Rp 70 Ribu per Kilogram

Harga cabai di pasar tradisional se-Kota Salatiga melonjak menjelang tahun baru 2025, dengan harga cabai merah keriting mencapai Rp 70.000 per kilogram pada Sabtu, 28 Desember 2024. Pedagang cabai di Pasar Rejosari, Sumiyati, menjelaskan bahwa kenaikan ini terjadi akibat menipisnya stok di tingkat produsen dan peningkatan permintaan konsumen, terutama sejak pertengahan Desember dan menjelang Natal.
Foto dok IST
Pedagang Cabai di Salatiga saat layani pembeli
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Menjelang perayaan tahun baru 2025 harga cabai di pasar tradisional se-Kota Salatiga terus melonjak. Bahkan, pada Sabtu 28 Desember 2024, harga cabai merah keriting tembus Rp 70.000 per kilogram.

Pedagang cabai di Pasar Rejosari Salatiga, Sumiyati, menuturkan bahwa kenaikan harga cabai terjadi sejak pertengahan Desember lalu.

Menurutnya kenaikan harga cabai disebabkan oleh stok di tingkat produsen yang menipis dan adanya peningkatan permintaan konsumen.

“Kalau stok di petani sedikit, harga cabai di Salatiga pasti naik. Tapi kalau stoknya banyak dan pasokan lancar, harga murah,” katanya.

Menurutnya, sejak menjelang Natal lalu, ada peningkatan permintaan cabai sementara pasokan dari distributor mengalami penurunan. Hal itu menyebabkan harga cabai di pasaran saat ini melambung tinggi.

“Selang beberapa hari kemudian, Harga cabai sempat turun, tapi sekarang naik lagi,” ujarnya.

Ia menyebut, selain harga cabai merah keriting yang menyentuh Rp 70.000 per kilogram, kenaikan harga juga terjadi di sejumlah jenis cabai lain.

Menurutnya, harga cabai merah teropong saat ini tembus Rp 60.000 per kilogram, cabai rawit merah naik menjadi Rp 60.000 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp 45.000 per kilogram.

Harga cabai di Pasar Blauran dan Pasar Raya Salatiga juga naik. Saat ini, harga cabai merah keriting di Pasar Blauran per kilogram berkisar Rp 60.000, cabai merah teropong Rp 52.500, cabai rawit merah Rp 60.000, dan cabai rawit hijau Rp 45.000.

Kenaikan harga cabai ini pun dikeluhkan oleh ibu-ibu rumah tangga di Kota Salatiga. Mereka terpaksa mengurangi pemakaian cabai saat memasak agar pengeluaran harian tidak membengkak.

“Saat harga cabai tinggi, mau tidak mau harus mengurangi masakan pedas. Sebab kalau dipaksakan, uang bulanan tidak cukup,” ucap Lastri, warga Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Salatiga.

Menurutnya, fluktuasi harga cabai sudah menjadi hal biasa. Karena itu, dia sudah terbiasa menyiasati masakan agar anggota keluarganya tetap bisa makan sesuai selera.

BACA JUGA :

Kepercayaan masyarakat terhadap kondisi perekonomian Jawa Tengah tetap terjaga pada Mei 2026, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 116,05 yang berada di zona optimistis. Hasil Survei Konsumen menunjukkan masyarakat menilai kondisi pendapatan, peluang kerja, dan daya beli masih baik, sekaligus memiliki harapan positif terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan penghasilan, dan perkembangan usaha dalam enam bulan mendatang sehingga menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Optimisme Konsumen Jawa Tengah Tetap Terjaga, IKK Mei 2026 Capai 116,05
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak pelaku UMKM di Kota Salatiga memanfaatkan program Kementerian Perdagangan untuk memperluas pasar hingga ekspor saat berdiskusi dengan puluhan pelaku usaha kuliner, fesyen, dan kerajinan di Argotelo Salatiga, Kamis (18/6/2026), melalui pelatihan, business matching, hingga akses jaringan perdagangan internasional.
Kunjungi Argotelo Salatiga, Mendag Busan ajak UMKM Tembus Ekspor
Ratusan warga memadati operasi pasar murah yang digelar Dinas Perdagangan di kawasan Kridanggo, Salatiga, Senin (15/6/2026), untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari pasaran. Sebanyak 500 kilogram beras dari Bulog habis terjual dalam 20 menit, sementara panitia membatasi pembelian setiap item agar distribusi merata dan membantu menekan kenaikan harga pangan.
Ratusan Warga Salatiga Serbu Operasi Pasar di Kawasan Kridanggo
Kelurahan Blotongan dan Kauman Kidul di Salatiga terus mengembangkan potensi wilayah melalui wisata kuliner, religi, dan agrowisata berbasis digital. Lurah Blotongan Chomsatun memperkenalkan inovasi layanan daring serta aplikasi Sate Blotongan, sementara Lurah Kauman Kidul Nur Ichwan mendorong pengembangan Agrowisata Sitalang dan River Tubing saat menerima kunjungan kerja Wali Kota Robby Hernawan untuk menyelaraskan program pembangunan daerah.
Blotongan Salatiga Kampung Kuliner Sate Kambing, Terus Kembangkan Pelayanan Berbasis Digital
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Creative Hub Forum, Cara Gekrafs dan Disbudparekraf Jateng Perkuat Jejaring Kreator Lokal
Creative Hub Forum, Cara Gekrafs dan Disbudparekraf Jateng Perkuat Jejaring Kreator Lokal

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Semarang memicu kekhawatiran sejumlah orang tua karena status pendaftaran anak belum terverifikasi hingga hari kedua pelaksanaan, Rabu (3/6/2026). Banyak calon murid mendatangi SMP Negeri 2 Ungaran untuk memastikan proses seleksi, sementara pihak sekolah menyebut verifikasi dilakukan bertahap akibat tingginya jumlah pendaftar dan banyaknya kesalahan administrasi.
Cemas Status Pendaftaran Murid Belum Bergerak, Orang Tua Cari Kepastian ke Sekolah