URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok

Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok

Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok

Bupati Semarang Ngesti Nugraha bersama Kepala Dispertanikap Moh Edy Sukarno memanen cabai sret di lahan milik Mulyadi, petani cabai Dusun Gondangtani, Desa/Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Selasa (21/7/2026). Foto: win
Bupati Semarang Ngesti Nugraha bersama Kepala Dispertanikap Moh Edy Sukarno memanen cabai sret di lahan milik Mulyadi, petani cabai Dusun Gondangtani, Desa/Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Selasa (21/7/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Musim panen yang seharusnya membawa keuntungan bagi petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, justru menyisakan kekecewaan. Produksi cabai yang melimpah tidak diikuti dengan harga jual yang menguntungkan, sehingga pendapatan petani jauh dari harapan.

Mulyadi (72), petani cabai asal Dusun Gondangtani, Desa Sumowono, merasakan langsung kondisi tersebut. Cabai sret yang dipanennya kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram di tingkat petani.

“Ini anjloknya banyak. Dulu pas awal tanam harganya Rp75.000 hingga Rp80.000 per kilogram,” katanya ditemui di lahan cabai miliknya, Jumat (24/7/2026).

Tak hanya cabai sret, harga cabai merah keriting juga mengalami penurunan. Saat ini komoditas tersebut hanya laku sekitar Rp16.000 per kilogram.

“Penyebabnya ya panennya banyak. Pedagang yang biasanya beli langsung ke lahan juga berkurang, sehingga harganya turun,” lanjutnya.

Di sisi lain, kondisi cuaca sebenarnya sangat mendukung budidaya cabai. Curah hujan yang tidak terlalu tinggi membuat tanaman tumbuh lebih baik dan minim serangan penyakit maupun hama. Produktivitas pun meningkat hingga mencapai sekitar 0,5 sampai 0,8 kilogram per tanaman. Meski harga jual rendah, Mulyadi mengaku masih bisa menutup biaya produksi sehingga tidak mengalami kerugian.

“Untungnya tipis, tapi ya mending daripada rugi,” ujarnya.

Mulyadi bersyukur seluruh proses penanaman hingga perawatan dilakukan sendiri di lahan seluas sekitar 200 meter persegi. Dengan begitu, ia tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar buruh tani.

“Kalau semua pekerjaan harus memakai tenaga buruh, dengan harga cabai seperti sekarang saya pasti rugi. Praktis tidak ada keuntungan yang tersisa,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Hari Jadi ke-81 Jateng Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Menurun
Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Menurun
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Kebakaran Rumah di Kedungringin Suruh, Satu Orang Meninggal Terjebak Kobaran Api
Kebakaran Rumah di Kedungringin Suruh, Satu Orang Meninggal Terjebak Kobaran Api
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Bank Indonesia mencatat pengguna QRIS di Jawa Tengah mencapai 9,08 juta hingga Juni 2026, menempatkan Jateng sebagai provinsi dengan jumlah pengguna terbesar ketiga secara nasional. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan pembayaran digital, sementara jumlah merchant QRIS mencapai 4,52 juta dan menjadi yang terbesar keempat secara nasional.
Pengguna QRIS di Jateng Tembus 9,08 Juta, Terbesar Ketiga Nasional
Bank Indonesia Jawa Tengah mewaspadai dampak kekeringan pada semester II 2026 terhadap produksi pangan dan stabilitas harga. Dalam Media Briefing di Pekalongan, Kamis (13/8/2026), BI mencatat Jawa Tengah mengalami deflasi 0,13 persen pada Juli dengan inflasi tahunan sekitar 2,6 persen, namun tetap mengantisipasi gejolak harga komoditas pangan.
BI Jateng Waspadai Dampak Kekeringan, Pengendalian Inflasi Diperkuat

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved