KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok

Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok

Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok

Bupati Semarang Ngesti Nugraha bersama Kepala Dispertanikap Moh Edy Sukarno memanen cabai sret di lahan milik Mulyadi, petani cabai Dusun Gondangtani, Desa/Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Selasa (21/7/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Musim panen yang seharusnya membawa keuntungan bagi petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, justru menyisakan kekecewaan. Produksi cabai yang melimpah tidak diikuti dengan harga jual yang menguntungkan, sehingga pendapatan petani jauh dari harapan.

Mulyadi (72), petani cabai asal Dusun Gondangtani, Desa Sumowono, merasakan langsung kondisi tersebut. Cabai sret yang dipanennya kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram di tingkat petani.

“Ini anjloknya banyak. Dulu pas awal tanam harganya Rp75.000 hingga Rp80.000 per kilogram,” katanya ditemui di lahan cabai miliknya, Jumat (24/7/2026).

Tak hanya cabai sret, harga cabai merah keriting juga mengalami penurunan. Saat ini komoditas tersebut hanya laku sekitar Rp16.000 per kilogram.

“Penyebabnya ya panennya banyak. Pedagang yang biasanya beli langsung ke lahan juga berkurang, sehingga harganya turun,” lanjutnya.

Di sisi lain, kondisi cuaca sebenarnya sangat mendukung budidaya cabai. Curah hujan yang tidak terlalu tinggi membuat tanaman tumbuh lebih baik dan minim serangan penyakit maupun hama. Produktivitas pun meningkat hingga mencapai sekitar 0,5 sampai 0,8 kilogram per tanaman. Meski harga jual rendah, Mulyadi mengaku masih bisa menutup biaya produksi sehingga tidak mengalami kerugian.

“Untungnya tipis, tapi ya mending daripada rugi,” ujarnya.

Mulyadi bersyukur seluruh proses penanaman hingga perawatan dilakukan sendiri di lahan seluas sekitar 200 meter persegi. Dengan begitu, ia tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar buruh tani.

“Kalau semua pekerjaan harus memakai tenaga buruh, dengan harga cabai seperti sekarang saya pasti rugi. Praktis tidak ada keuntungan yang tersisa,” pungkasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]