Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia Jawa Tengah menggelar Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Jakarta, Rabu (27/8). Forum ini menjadi upaya memperkuat daya saing daerah dan mempercepat investasi berkelanjutan di Jawa Tengah.
Di tengah pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5,71 persen pada triwulan II 2026, investasi terus menunjukkan kinerja positif. Realisasi investasi pada semester I 2026 mencapai Rp59,94 triliun dengan penyerapan lebih dari 213 ribu tenaga kerja.
Dalam CJIBF 2026, ditawarkan 26 proyek investasi unggulan di berbagai sektor, mulai energi terbarukan, pengelolaan limbah, manufaktur, pertanian, logistik, kesehatan hingga pariwisata.
Forum ini juga mencatat kepeminatan investor yang tinggi. Terdapat 60 sesi pertemuan bisnis, menghasilkan 37 Letter of Intent (LoI) dengan rencana investasi mencapai Rp19,6 triliun.
Sejumlah komitmen investasi turut ditandatangani, termasuk investasi industri, kawasan pangan halal, pariwisata, otomotif, hingga proyek pengolahan sampah menjadi energi.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan iklim investasi yang cepat, mudah, dan pasti, didukung infrastruktur, kawasan industri, sumber daya manusia, serta berbagai insentif.
Melalui CJIBF 2026, Jawa Tengah menegaskan arah pembangunan investasi yang tidak hanya mengejar nilai ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, memperkuat ekonomi daerah, dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.









