URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Investasi di sektor industri pengolahan mencapai Rp91,86 miliar oleh 1.611 industri kecil dan menengah di Kota Salatiga pada tahun 2023 untuk meningkatkan perekonomian lokal melalui pembagian skala usaha dan penyerapan tenaga kerja.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Alhamdulillah! Industri Kecil dan Menengah Di Salatiga Serap 4.471 Pekerja, Hasilkan Rp91,86 Miliar

Alhamdulillah! Industri Kecil dan Menengah Di Salatiga Serap 4.471 Pekerja, Hasilkan Rp91,86 Miliar

Alhamdulillah! Industri Kecil dan Menengah Di Salatiga Serap 4.471 Pekerja, Hasilkan Rp91,86 Miliar

Laporan Statistik BPS Salatiga 2024.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Perkembangan investasi di sektor Industri pengolahan merupakan penyumbang nilai tambah terbesar dalam perekonomian Kota Salatiga.

Berdasarkan skala usahanya, industri manufaktur dibagi menjadi empat skala yaitu besar, sedang, kecil dan menengah. Industri kecil memiliki jumlah tenaga kerja 1-4 orang, tenaga kerja industri menengah 5-19 orang, tenaga kerja industri sedang 20-99 orang dan industri besar memiliki tenaga kerja 100 orang atau lebih.

Berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik Kota Salatiga 2024, sektor industri kecil dan menengah, nilai investasinya mencapai angka Rp.91,86 Miliar pada periode tahun 2023.

Adapun jumlah industri kecil dan menengah di Kota Salatiga sebanyak 1.611 usaha yang mampu menyerap 4.471 orang tenaga kerja.

Sementara pada skala industri besar dan sedang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama sepuluh tahun terakhir. Jumlah industri besar dan sedang mengalami peningkatan hingga dua kali lipat.

Berdasarkan kelompok industrinya,32 persen industri besar dan sedang di Kota Salatiga merupakan industri makanan sedangkan sisanya tersebar merata di 16 kelompok industri lainnya yang meliputi industri bahan kimia, pakaian jadi, barang dari karet, barang galian bukan logam dan lain-lain.

Jika dilihat dari lokasinya, sebagian besar industri besar dan sedang sejumlah 45,76%, berlokasi di Kecamatan Argomulyo. Di sisi lain industri mikro dan kecil banyak terdapat di Kecamatan Tingkir dengan angka 43,45%.

BACA JUGA :

Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Optimisme masyarakat Jawa Tengah terhadap perekonomian tetap terjaga pada Juni 2026. Hal itu tercermin dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 113,55 atau berada di zona optimistis. Kondisi tersebut didukung penilaian positif terhadap ekonomi saat ini serta ekspektasi perbaikan pendapatan, peluang kerja, dan aktivitas usaha dalam enam bulan ke depan, sehingga daya tahan konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Optimisme Konsumen Jawa Tengah Tetap Terjaga pada Juni 2026
Lolos Seleksi Ketat hingga Dilirik Perusahaan Jepang, LP Ma’arif NU Jateng Resmi Tutup Pelatihan Pemagangan Tahap I
Lolos Seleksi Ketat hingga Dilirik Perusahaan Jepang, LP Ma’arif NU Jateng Resmi Tutup Pelatihan Pemagangan Tahap I
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menilai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus bersaing dengan ritel modern. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau Kopdes Merah Putih di Bergas Kidul dan Lodoyong, Selasa (21/7/2026), dengan syarat kelengkapan barang, dukungan fasilitas, dan kepastian regulasi pengelolaan koperasi terus diperkuat.
DPRD Kabupaten Semarang Nilai Kopdes Merah Putih Berpotensi Saingi Ritel Modern, Asal Pasokan Barang Lengkap
Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar
Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar
Pemecahan Kendi dan Guyuran Air Kembang Tandai Penyerahan Kendaraan KDKMP di Kodim Salatiga
Pemecahan Kendi dan Guyuran Air Kembang Tandai Penyerahan Kendaraan KDKMP di Kodim Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Desa Nyatnyono, yang terletak di lereng puncak Suroloyo di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, dikenal sebagai destinasi wisata religi yang menarik. Di sini, terdapat makam waliyullah Hasan Munadi dan putranya, Hasan Dipuro, yang menjadi pusat perhatian masyarakat sebagai leluhur dan penyebar agama Islam. Selain makam, desa ini juga memiliki peninggalan sejarah berupa Masjid Subulussalam dan Sendang Kalimah Toyyibah yang dihormati oleh warga setempat.
Melihat Sejarah Sendang Kalimah Toyyibah Nyatnyono, Mata Air Keramat Peninggalan Waliyullah Hasan Munadi