URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Bank Indonesia Jawa Tengah mewaspadai dampak kekeringan pada semester II 2026 terhadap produksi pangan dan stabilitas harga. Dalam Media Briefing di Pekalongan, Kamis (13/8/2026), BI mencatat Jawa Tengah mengalami deflasi 0,13 persen pada Juli dengan inflasi tahunan sekitar 2,6 persen, namun tetap mengantisipasi gejolak harga komoditas pangan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

BI Jateng Waspadai Dampak Kekeringan, Pengendalian Inflasi Diperkuat

BI Jateng Waspadai Dampak Kekeringan, Pengendalian Inflasi Diperkuat

BI Jateng Waspadai Dampak Kekeringan, Pengendalian Inflasi Diperkuat

M. Noor Nugroho Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah memimpin Media Briefing
M. Noor Nugroho Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah memimpin Media Briefing
featured-img

PEKALONGAN – Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah mewaspadai dampak kekeringan pada semester kedua 2026 terhadap produksi pangan dan stabilitas harga di Jawa Tengah. Penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu perhatian utama di tengah kondisi inflasi yang masih terkendali.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Noor Nugroho dalam Media Briefing BI Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan BI Tegal, BI Solo, dan BI Purwokerto di Pekalongan, Kamis (13/8/2026).

Noor Nugroho mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah memang sedikit melambat, namun masih berada dalam kondisi solid. Di sisi lain, inflasi juga menunjukkan kecenderungan menurun.

Pada Juli 2026, Jawa Tengah mengalami deflasi sekitar 0,13 persen secara bulanan. Kondisi tersebut membuat inflasi tahunan turun menjadi sekitar 2,6 persen dan masih berada dalam sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

Meski demikian, BI tetap mewaspadai kelompok volatile food, terutama cabai merah, cabai rawit, bawang merah, beras, telur ayam, dan daging ayam.
“Yang masih perlu diwaspadai adalah volatile food,” kata Noor.

Menurutnya, pengendalian inflasi dilakukan secara menyeluruh dari sisi produksi hingga distribusi. BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mendorong peningkatan produktivitas petani, memperbaiki distribusi, memperkuat data pangan, serta meningkatkan edukasi masyarakat agar berbelanja secara bijak.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperpendek rantai distribusi pangan melalui kerja sama antardaerah. Jawa Tengah sebagai salah satu daerah produsen pangan diharapkan tidak perlu mengirim hasil produksinya keluar daerah untuk kemudian kembali masuk ke Jawa Tengah setelah melalui proses pengolahan atau pengemasan yang membuat harga menjadi lebih tinggi.

BI juga mendorong pertemuan langsung antara produsen dengan pedagang besar atau off-taker melalui kegiatan business matching.

Dalam kegiatan 10 Juni lalu, sebanyak 99 off-taker dan 111 produsen pangan dari 34 kabupaten/kota dipertemukan. Tercatat 177 sesi business matching untuk berbagai komoditas, antara lain cabai, beras, jagung, bawang merah, minyak goreng dan telur ayam.

Noor menegaskan, kebijakan BI tidak hanya diarahkan untuk menjaga stabilitas, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi. Kebijakan makroprudensial, digitalisasi sistem pembayaran, pengembangan UMKM, ekonomi syariah, serta ekonomi inklusif terus didorong.

Ekonomi Daerah Tetap Tumbuh

Dalam kesempatan yang sama, kantor perwakilan BI di daerah memaparkan perkembangan ekonomi di wilayah masing-masing.
Wilayah kerja BI Tegal yang meliputi Brebes, Kabupaten dan Kota Tegal, Pemalang, Kabupaten dan Kota Pekalongan serta Batang memberikan kontribusi sekitar 13,4 persen terhadap PDRB Jawa Tengah.

Realisasi investasi di wilayah tersebut mencapai sekitar Rp7,56 triliun dengan penyerapan tenaga kerja hampir 19 ribu orang. Batang menjadi salah satu motor investasi dengan realisasi sekitar Rp3,88 triliun dan telah menarik 41 tenant dengan komitmen investasi lebih dari Rp55 triliun.

Sementara itu, di Banyumas Raya, BI Purwokerto menyoroti ancaman kekeringan terhadap produksi pangan. Berbagai langkah disiapkan, mulai optimalisasi irigasi, pompanisasi, penggunaan varietas tanaman yang lebih adaptif terhadap musim kemarau, hingga pengembangan petani muda dan digital farming.

Di Solo Raya, BI Solo juga mewaspadai dampak kekeringan, khususnya di Wonogiri yang merupakan salah satu lumbung pangan. Sejumlah daerah mulai menyiapkan embung, sumur, penampungan air, perbaikan irigasi dan Gerakan Pangan Murah.

Digitalisasi dan Ekonomi Syariah

Selain menjaga inflasi, BI Jawa Tengah terus mendorong digitalisasi transaksi melalui QRIS. Penggunaan QRIS dinilai semakin luas dan menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat.

BI juga mendorong QRIS tidak hanya digunakan untuk transaksi jual beli, tetapi juga sebagai kanal pembayaran pajak dan retribusi daerah guna meningkatkan efisiensi dan transparansi.

Pengembangan ekonomi syariah menjadi agenda lain yang terus diperkuat melalui pengembangan halal food, modest fashion, pariwisata ramah muslim, UMKM, pembiayaan syariah serta penguatan ekosistem halal.

Noor mengatakan seluruh kantor perwakilan BI di Jawa Tengah terus bergerak bersama sesuai karakteristik wilayah masing-masing.
“Pada intinya kita terus berupaya mendorong konsumsi dan investasi, pengembangan UMKM, termasuk ekonomi syariah, serta berbagai upaya pengendalian inflasi,” ujarnya.

BI Jawa Tengah juga akan menggelar Central Java Investment Business Forum (CGIBF) 2026 pada 27 Agustus mendatang di Jakarta. Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya di Semarang, forum kali ini mengusung strategi jemput bola untuk mempertemukan langsung potensi investasi Jawa Tengah dengan calon investor.

Melalui sinergi pemerintah daerah, TPID, dunia usaha, perbankan, petani, UMKM dan masyarakat, BI berharap stabilitas harga tetap terjaga sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

BACA JUGA :

Perekonomian Jawa Tengah tetap tumbuh pada triwulan II 2026 dengan dukungan konsumsi rumah tangga, investasi, industri pengolahan, dan perdagangan. Konsumsi tumbuh 4,31 persen, investasi 8,84 persen dengan realisasi Rp25,53 triliun, industri pengolahan 5,03 persen, dan perdagangan 7,52 persen. Sektor akomodasi dan makan-minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,80 persen seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh, Industri dan Perdagangan Jadi Penopang
Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2026 di Queen City Mall Semarang pada 6–9 Agustus 2026 untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menyebut kegiatan ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor melalui penguatan literasi, pengembangan Halal Value Chain, pemberdayaan UMKM, dan perluasan akses ekonomi syariah yang inklusif serta berkelanjutan.
BI Jateng Tancap Gas Bangun Ekonomi Syariah, 450 Guru Disiapkan Jadi Motor Literasi Halal
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyiapkan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sejak 2026 sebagai penggerak ekonomi 2027. Sekretaris Disbudparekraf Jateng Endro Wicaksa menyebut fokus diarahkan pada penguatan SDM, pengembangan destinasi, dan infrastruktur, sementara BI mendorong investasi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan agar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah terus meningkat.
Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut...
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Kamis, 13 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu Semarang 25,6 derajat Celsius dengan kelembapan 82 persen, sementara BMKG mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan serta gelombang hingga 4 meter di perairan selatan.
13 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Kamis, 13 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat...
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan...
WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal
Kecelakaan beruntun melibatkan truk tronton dan tiga sepeda motor terjadi di JLS Salatiga, Kelurahan Kecandran, Rabu (12/8/2026) malam. Peristiwa itu menyebabkan satu orang meninggal dunia, satu luka berat,...

POPULER

BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved