URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Berawal dari hobi berburu jajanan viral, Dwi Novianti, 26, atau yang akrab disapa Antik, memutuskan untuk membuat dan menjual mochi, kue asal Jepang yang sedang digandrungi anak muda. Awalnya, Antik hanya berjualan saat ada acara di kampus dan car free day. Namun, setelah lulus kuliah dan mendapat respons positif dari konsumen, Antik membuka kedai sendiri bernama Mochitobeli di Jalan Imam Bonjol No. 73, Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Berangkat dari Hobi, Gadis Asal Salatiga Sukses Berbisnis Jajanan Viral Mochi

Berangkat dari Hobi, Gadis Asal Salatiga Sukses Berbisnis Jajanan Viral Mochi

Berangkat dari Hobi, Gadis Asal Salatiga Sukses Berbisnis Jajanan Viral Mochi

Berawal dari hobi berburu jajanan viral, Dwi Novianti, 26, atau yang akrab disapa Antik, memutuskan untuk membuat dan menjual mochi, kue asal Jepang yang sedang digandrungi anak muda. Awalnya, Antik hanya berjualan saat ada acara di kampus dan car free day. Namun, setelah lulus kuliah dan mendapat respons positif dari konsumen, Antik membuka kedai sendiri bernama Mochitobeli di Jalan Imam Bonjol No. 73, Kota Salatiga, Jawa Tengah.
Foto dok IST
Dwi Novianti saat melayani pembeli di kedai Mochitobeli miliknya di Jalan Imam Bonjol Nomer 73, Kota Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Berawal dari kesenangan berburu jajanan yang sedang viral, membuat Dwi Novianti, 26, memiliki ide untuk membuat jajan yang viral tersebut sendiri.

Salah satu jajanan yang ia buat adalah Mochi, semacam kue dari Jepang itu yang kini sedang digandrungi kalangan anak muda.

Gadis yang akrab disapa Antik itu mengaku, awal mula dirinya tertarik membuat mochi saat masih kuliah. Awalnya dirinya hanya berjualan ketika ada acara di kampus dan car free day.

Karena mendapatkan respons yang bagus dari konsumen, setelah lulus kuliah dirinya memutuskan untuk membuat kedai sendiri yang saat ini berada di Jalan Imam Bonjol Nomer 73, Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng) dengan nama brand Mochitobeli.

Dikatakan, keunikan dari Mochi buatannya adalah pada isiannya, yakni berupa buah-buahan segar.

Diantaranya stroberi, mangga, leci dan lainnya. Dirinya mengaku membuat inovasi buah dalam mochi tersebut secara otodidak.

“Kalau resepnya saya buat sendiri, belajar dari YouTube dan media sosial. Setelah beberapa kali gagal, akhirnya berhasil buat racikan yang pas,” kata Antik Senin (1/7/2024).

Saat ini di kedai miliknya itu, dirinya sudah mempekerjakan dua orang karyawan. Menurutnya, sebagai anak muda harus berani keluar dari zona nyaman, berani berinovasi dan terus belajar untuk berbisnis mandiri.

“Sejak lulus memang sudah ingin memiliki usaha sendiri, kebetulan juga suka masak-masak jadi sekarang ini bisa buat usaha sendiri,” ungkapnya.

Antik membeberkan, dalam sehari kedai miliknya dapat melayani puluhan pembeli. Untuk varian yang paling diminati pembeli adalah Mochi stroberi dan coklat. Sementara untuk harga per biji dibanderol Rp6.000 hingga Rp 15.000. Antik mengaku dalam sehari omzet kedai Mochitobeli miliknya mencapai Rp1,5 juta atau per bulan mencapai lebih dari Rp30 juta.

Sementara itu salah seorang pembeli, Devi mengaku sering membeli Mochitobeli ini, selain enak terdapat rasa yang unik di dalam kue mochi ini.

“Enak sih ini, apalagi langsung fresh dibikin. Dan isian buahnya besar-besar juga. Harganya cukup murah apalagi jajanan ini menggunakan bahan-bahan yang premium,” kata Devi.

BACA JUGA :

Warga Resah! Pemkot Salatiga Larang Buang Sampah Organik ke TPA Ngronggo
Warga Resah! Pemkot Salatiga Larang Buang Sampah Organik ke TPA Ngronggo
Organisasi kemanusiaan Sugihan Peduli menyalurkan 12.000 liter air bersih menggunakan delapan armada tangki kepada warga Dusun Jagir, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, pada Selasa (4/8/2026). Bantuan diberikan sebagai respons atas krisis air bersih akibat musim kemarau yang menurunkan debit sumur dan mata air, sekaligus untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat hingga distribusi berlangsung sampai malam hari.
Ringankan Beban Warga saat Kemarau, Sugihan Peduli Salurkan Ribuan Liter Air Bersih ke Dusun Jagir
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang
Seorang remaja berinisial MYN (21), warga Kabupaten Purworejo, meninggal dunia setelah tenggelam di dam Sungai Kalimojo, Dusun Manggisan, Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin (3/8/2026) sore. Korban diduga tenggelam usai melompat ke sungai saat bermain bersama rekannya, kemudian dievakuasi oleh warga, polisi, PMI, dan relawan sebelum dibawa ke rumah sakit.
Berenang di Sungai Kalimojo Tengaran, Remaja asal Purworejo Tenggelam
Sebanyak 250 siswa sekolah dasar dari Solo Raya, Sleman, dan Bantul mengikuti psikotes gratis pemetaan bakat dan minat di Aula Lantai 2 Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Minggu (2/8/2026). Kegiatan kolaborasi Beehive Tumbuh Ngremboko Salatiga, Masyarakat Vokasi (Mavi), dan Takmir Masjid Raya Sheikh Zayed Solo ini bertujuan membantu orang tua mengenali potensi, karakter, dan minat anak sebagai dasar pendampingan serta pengembangan pendidikan yang lebih tepat.
250 Anak Antusias ikuti Psikotes Gratis di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
Pemerintah Kota Salatiga memberikan penghargaan kepada pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 dalam apel pagi di Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (3/8/2026). Penghargaan diserahkan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, sebagai apresiasi atas inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan.
Pemkot Salatiga Anugerahi Pemenang Krenova 2026, Inovasi harus Jawab Persoalan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 5 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara di Semarang 24,1 derajat Celsius dengan kelembapan 85 persen, sementara hujan ringan berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah pegunungan, dataran tinggi, sebagian Jawa Tengah bagian timur, dan sekitarnya.
05 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah
Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
31 Juli 2026 Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah
31 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved