KAWAN PEMANDU JALAN

Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.

Lawan Jebakan Pinjol dengan Solusi 3M dan Penguatan Ekonomi Akar Rumput

Pimpinan Cabang Syarikat Islam Kabupaten Semarang bersama kaum muda dan Pendopo Pintar mendorong penataan ekonomi nasional melalui seminar dan diskusi pada Selasa sore. Forum tersebut menyoroti ancaman pinjaman online dan judi online serta ketimpangan peredaran ekonomi, sekaligus mengusulkan Solusi 3M berupa modal adil, marketplace terbuka, dan mental dermawan.

Kartu Kredit Indonesia Hadir, Perkuat Ekosistem Keuangan Digital Nasional

Bank Indonesia memperkuat sistem pembayaran digital nasional melalui pengembangan Kartu Kredit Indonesia (KKI) dan perluasan QRIS. Hingga Juni 2026, pengguna QRIS mencapai 65,77 juta orang dengan 44,86 juta merchant, yang 96,68 persen di antaranya merupakan UMKM. Sepanjang semester I-2026, transaksi QRIS mencapai 12,55 miliar dengan nilai Rp1,12 kuadriliun.

Bank Indonesia memperkuat sistem pembayaran digital nasional melalui pengembangan Kartu Kredit Indonesia (KKI) dan perluasan QRIS. Hingga Juni 2026, pengguna QRIS mencapai 65,77 juta orang dengan 44,86 juta merchant, yang 96,68 persen di antaranya merupakan UMKM. Sepanjang semester I-2026, transaksi QRIS mencapai 12,55 miliar dengan nilai Rp1,12 kuadriliun.

Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Menurun

Jawa Tengah memasuki usia ke-81 dengan pertumbuhan ekonomi kumulatif 5,80 persen pada Semester I-2026, melampaui pertumbuhan nasional. Bersamaan dengan itu, kemiskinan turun menjadi 9,21 persen dan investasi mencapai Rp48,54 triliun dengan penyerapan 213.217 tenaga kerja. Pemprov Jateng mendorong kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat agar pertumbuhan berdampak pada kesejahteraan.

Pengguna QRIS di Jateng Tembus 9,08 Juta, Terbesar Ketiga Nasional

Bank Indonesia mencatat pengguna QRIS di Jawa Tengah mencapai 9,08 juta hingga Juni 2026, menempatkan Jateng sebagai provinsi dengan jumlah pengguna terbesar ketiga secara nasional. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan pembayaran digital, sementara jumlah merchant QRIS mencapai 4,52 juta dan menjadi yang terbesar keempat secara nasional.

Bank Indonesia mencatat pengguna QRIS di Jawa Tengah mencapai 9,08 juta hingga Juni 2026, menempatkan Jateng sebagai provinsi dengan jumlah pengguna terbesar ketiga secara nasional. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan pembayaran digital, sementara jumlah merchant QRIS mencapai 4,52 juta dan menjadi yang terbesar keempat secara nasional.

Dorong UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Cabang Salatiga Salurkan KUR Rp 944 Miliar Hingga Juli 2026

BRI Kantor Cabang Salatiga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp944 miliar kepada 33.675 debitur hingga Juli 2026 untuk memperkuat usaha masyarakat. Penyaluran didominasi sektor produksi sebesar Rp600 miliar atau 70 persen, mencakup perdagangan, pertanian, dan jasa, disertai pendampingan usaha serta edukasi finansial dan digital.

Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh, Industri dan Perdagangan Jadi Penopang

Perekonomian Jawa Tengah tetap tumbuh pada triwulan II 2026 dengan dukungan konsumsi rumah tangga, investasi, industri pengolahan, dan perdagangan. Konsumsi tumbuh 4,31 persen, investasi 8,84 persen dengan realisasi Rp25,53 triliun, industri pengolahan 5,03 persen, dan perdagangan 7,52 persen. Sektor akomodasi dan makan-minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,80 persen seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Perekonomian Jawa Tengah tetap tumbuh pada triwulan II 2026 dengan dukungan konsumsi rumah tangga, investasi, industri pengolahan, dan perdagangan. Konsumsi tumbuh 4,31 persen, investasi 8,84 persen dengan realisasi Rp25,53 triliun, industri pengolahan 5,03 persen, dan perdagangan 7,52 persen. Sektor akomodasi dan makan-minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,80 persen seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyiapkan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sejak 2026 sebagai penggerak ekonomi 2027. Sekretaris Disbudparekraf Jateng Endro Wicaksa menyebut fokus diarahkan pada penguatan SDM, pengembangan destinasi, dan infrastruktur, sementara BI mendorong investasi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan agar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah terus meningkat.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyiapkan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sejak 2026 sebagai penggerak ekonomi 2027. Sekretaris Disbudparekraf Jateng Endro Wicaksa menyebut fokus diarahkan pada penguatan SDM, pengembangan destinasi, dan infrastruktur, sementara BI mendorong investasi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan agar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah terus meningkat.

Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali

Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, dinilai berhasil membangun pariwisata berkelanjutan dengan mengutamakan pelestarian adat, budaya, agama, dan lingkungan. Hal itu disampaikan Kepala Badan Usaha Desa Adat (BUPDA) I Wayan Sumiarsa dalam audiensi bersama media Jawa Tengah yang difasilitasi Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dan tata kelola profesional menjadi kunci keberhasilan desa wisata tanpa kehilangan identitas budaya.