KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Potensi Bisnis Properti Besar, Kabupaten Semarang Benahi Kendala Perizinan Perumahan

Potensi Bisnis Properti Besar, Kabupaten Semarang Benahi Kendala Perizinan Perumahan

Potensi Bisnis Properti Besar, Kabupaten Semarang Benahi Kendala Perizinan Perumahan

DPMPTSP Kabupaten Semarang menggelar Forum Konsultasi Publik Perizinan Berusaha Sektor Real Estate di Rumah Kemasan, Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Semarang. Foto: IST/ DPMPTSP Kab. Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Potensi investasi sektor perumahan di Kabupaten Semarang dinilai masih terbuka lebar. Namun, sejumlah persoalan administratif masih menjadi pekerjaan rumah, mulai dari penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) hingga minimnya sosialisasi prosedur pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Semarang, Hetty Setiorini, mengatakan masih terdapat perumahan yang belum menyerahkan PSU kepada pemerintah daerah. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemahaman pengembang mengenai tata cara penyerahan fasilitas tersebut.

“Ini dikarenakan kurangnya pemahaman tata cara penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU),” ujar Hetty dalam Forum Konsultasi Publik Perizinan Berusaha Sektor Real Estate di Rumah Kemasan, Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Semarang.

Selain persoalan penyerahan PSU, Hetty menyoroti masih terbatasnya sosialisasi mengenai prosedur pembebasan BPHTB bagi perumahan MBR. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian agar pelaku usaha memahami ketentuan yang berlaku sekaligus dapat mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Sektor real estate memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor ini tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan investasi, tetapi juga membuka lapangan kerja serta mendukung pemenuhan kebutuhan hunian dan pengembangan kawasan usaha,” bebernya.

Hetty menilai prospek pengembangan sektor real estate di Kabupaten Semarang cukup besar. Pertumbuhan wilayah, perkembangan kawasan permukiman, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hunian dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi menjadi faktor yang mendukung peluang investasi di sektor tersebut.

“Untuk mengoptimalkan potensi itu, kami terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan perizinan berusaha. Salah satunya melalui sosialisasi sejumlah inovasi layanan dan informasi investasi, yakni 6 Langkah Si Semar (Smart Investasi di Kabupaten Semarang), Si Pipo (Pusat Informasi Potensi Investasi Online), serta Kang Dimas (Kabupaten Semarang Digital Smart Service),” katanya.

DPMPTSP Kabupaten Semarang berharap berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi, sehingga iklim investasi sektor perumahan semakin kondusif dan pengembangan properti di daerah dapat berjalan lebih optimal. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
Persaingan cabang olahraga biliar dalam Porprov Jawa Tengah XVII 2026 di Kabupaten Semarang menghadirkan kejutan dengan tumbangnya sejumlah atlet unggulan. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 10 dari 15 nomor pertandingan telah selesai digelar. Sebanyak 112 atlet dari 29 kabupaten/kota mengikuti kompetisi yang berlangsung di J_Pool Billiard and Cafe dan Kingdom Billiard hingga Jumat (30/10/2026).
Kejutan di Cabor Biliar Porprov Jateng XVII, Sejumlah Unggulan Tumbang
BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
29 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Cuaca Ekstrem
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
[pekok2]