[extvssc id="70101"]

KAWAN PEMANDU JALAN

Category: Pendidikan

Fenomena SD Negeri di Kabupaten Semarang Kekurangan Murid, Ini Kata Disdikbudpora
Tahun Ajaran (TA) 2023/2024 telah dimulai, namun fenomena kekurangan siswa terjadi di beberapa Sekolah Dasar (SD) negeri di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Semarang. Sekitar 30 persen dari total SD...
Gubernur Jateng Buka Kanal Aduan untuk Laporkan Praktik Pungli di Sekolah
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, membuka kanal aduan khusus untuk melaporkan praktik pungutan liar (pungli) di SMA, SMK, dan SLB Negeri di Jawa Tengah. Informasi mengenai kanal aduan ini diunggah...
Ponpes Al Falah Salatiga Gelar Penyambutan Santri Baru Tingkat SMP, Tahun ini Didominasi Santri Laki Laki
RASIKAFM.COM | UNGARAN - Sebanyak 75 santi baru SMP RUQ Al Falah Salatiga mulai memasuki Pondok sekaligus pengenalan lingkungan sekolah, sebelum mereka mulai masuk pada Senin 17 Juli 2023 mendatang. Kepada...
Dinas Pendidikan Kota Semarang Instruksikan Sekolah Tidak Gelar Wisuda Akhir Tahun Ajaran
Pemerintah Kota Semarang membatalkan wisuda akhir tahun ajaran setelah adanya keluhan orang tua siswa TK-SMP. Surat Edaran Dinas Pendidikan menegaskan kebijakan ini untuk mengurangi beban biaya dan mendukung...
Kerja-Sama-dengan-Polytron-Bukti-UKSW-Menjawab-Kebutuhan-Industri
Kerja Sama dengan Polytron, Bukti UKSW Menjawab Kebutuhan Industri
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) memperkuat kerja sama dengan sektor industri melalui audiensi dengan PT Hartono Istana Teknologi (Polytron). Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari Memorandum...
Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu, menceritakan inovasi dan upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka stunting di Kota Semarang dalam acara Expert Meeting III di Jakarta. Program-program penanganan stunting telah membuktikan efektivitasnya dengan mengurangi angka prevalensi stunting dari 21,3% pada tahun 2021 menjadi 10,4% pada tahun 2022.
Pemkot Semarang Berupaya Tingkatkan Jumlah SMA Negeri
Menyikapi keluhan masyarakat terkait jumlah SMA Negeri yang terbatas di Kota Semarang, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menambah SMA Negeri. Wali Kota Semarang,...
SDN Pringapus 04 menjadi salah satu sekolah pelaksana Program Sekolah Penggerak (PSP) di Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, yang berhasil menerapkan kurikulum merdeka. Dalam kegiatan gelar karya P5, sekolah ini menggali potensi dan keunggulan melalui berbagai pertunjukan seni, hasil kriya, dan produk makanan ekonomis. Selain itu, SDN Pringapus 04 juga berperan sebagai sarana diseminasi kurikulum merdeka bagi sekolah lain di sekitarnya.
SDN Pringapus 04 Masifkan Diseminasi Kurikulum Merdeka Lewat Studi Tiru
SDN Pringapus 04 menjadi salah satu sekolah pelaksana Program Sekolah Penggerak (PSP) di Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, yang berhasil menerapkan kurikulum merdeka. Dalam kegiatan gelar karya...
Pertama di Kabupaten Semarang, Korwil Tengaran Selenggarakan Gelar dan Pentas Karya Serentak
Pertama di Kabupaten Semarang, Korwil Tengaran Selenggarakan Gelar dan Pentas Karya Serentak
RASIKAFM.COM | UNGARAN - Sebanyak 33 Sekolah Dasar di kecamatan Tengaran kabupaten Semarang ikuti ajang Gelar Karya dan Pentas Karya Serentak, yang diselenggarakan di aula dan halaman kantor Korwilcambiddik...
Haru, Pelepasan TPDS Senior SDIT Nuris Tengaran 2023
Haru, Pelepasan TPDS Senior SDIT Nuris Tengaran 2023
RASIKAFM.COM | UNGARAN - Haru sekaligus berkesan. Itulah barangkali kata yang tepat saat 15 anggota TPDS (tim penegak disiplin sekolah) senior dilepas oleh 50 anggota tpds lain yang merupakan adik kelas...
Lulus 100 persen, SDN Gedanganak 03 Ungaran Gelar Pameran Karya dan Kreativitas Siswa
Lulus 100 persen, SDN Gedanganak 03 Ungaran Gelar Pameran Karya dan Kreativitas Siswa
RASIKAFM.COM | UNGARAN - Pelepasan siswa kelas VI SD Negeri Gedanganak 03, Kecamatan Ungara Timur, Kabupaten Semarang tahun ajaran 2022/2023, Sabtu(17/6/2023) berlangsung semarak dengan beragam pentas...
Muat Lebih

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan