URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meresmikan SMKN 1 Lumbir dan SMKN 1 Peganten, membuka akses pendidikan di daerah pelosok Jawa Tengah. SMKN 1 Lumbir, yang terletak di area hutan Lumbir, Kabupaten Banyumas, menyediakan dua jurusan, yakni teknik kendaraan ringan otomotif, dan teknik jaringan komputer dan telekomunikasi. Sementara SMKN 1 Peganten menyediakan jurusan energi baru terbarukan dan jurusan kelistrikan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Penuhi Harapan Masyarakat di Pelosok, Ganjar Resmikan SMKN di Banjarnegara dan Banyumas

Penuhi Harapan Masyarakat di Pelosok, Ganjar Resmikan SMKN di Banjarnegara dan Banyumas

Penuhi Harapan Masyarakat di Pelosok, Ganjar Resmikan SMKN di Banjarnegara dan Banyumas

featured-img

Banjarnegara – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah membuka akses pendidikan di daerah pelosok di Jawa Tengah. Hari ini, Rabu (26/7/2023), Ganjar meresmikan SMKN 1 Lumbir, Kabupaten Banyumas, setelah sehari sebelumnya meresmikan SMKN 1 Peganten, Kabupaten Banjarnegara.

Sebagai informasi, SMKN 1 Lumbir berada di area hutan Lumbir atau ujung barat Kabupaten Banyumas. Sekolah yang dibangun dengan total anggaran Rp8,8 miliar itu membuka dua jurusan, yakni jurusan teknik kendaraan ringan otomotif, serta jurusan teknik jaringan komputer dan telekomunikasi. Sedangkan SMKN 1 Peganten menyediakan jurusan, yakni jurusan energi baru terbarukan dan jurusan kelistrikan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuturkan, pendirian sekolah merupakan suatu proses panjang dari harapan masyarakat untuk mendapatkan akses pendidikan, terutama di daerah Kecamatan Lumbir.

“Ini sebenarnya suatu proses yang cukup panjang dari harapan masyarakat, adanya SMK di Kecamatan Lumbir ini. Karena memang sebelumnya tidak ada sekolah sama sekali,” ujarnya.

Menurut Ganjar, peresmian di dua sekolah kejuruan tersebut sebagai langkah solutif memudahkan akses pendidikan, bagi anak-anak yang berada di pelosok Jawa Tengah.

“Ini pada hari kedua kita meresmikan sekolah sebelumnya di Banjarnegara, sekarang di Banyumas. Harapan kita akses pendidikan dari anak-anak kita makin mudah, makin dekat. Kita bisa menyiapkan banyak anak-anak di pelosok desa bisa sekolah, dan sengaja tempatnya di tengah desa di tengah hutan ini,” ungkapnya.

Dan, sekolah yang telah resmi dibuka itu mampu menjadi tempat pertumbuhan baru.

“Kita harapkan menjadi tempat pertumbuhan baru. Dari ekonomi lokal, anak-anak datang ke sini, sekolah di sini. SDM bisa naik dan meningkat. Saya pesan, didiklah anak dengan budi pekerti,” harapnya.

Ganjar menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan anggaran Rp12 miliar untuk membantu siswa kurang mampu.

“Kita siapkan untuk membantu siswa kurang mampu, di antaranya untuk beli seragam dan lainnya,” tandasnya.

BACA JUGA :

MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Sekolah Rakyat permanen pertama di Jawa Tengah yang berada di Kabupaten Sukoharjo ditargetkan mulai membuka kegiatan belajar mengajar pada 14 Juli 2026 untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah berkapasitas 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA ini disiapkan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak dari keluarga kurang mampu melalui fasilitas berasrama, kurikulum fleksibel, dan dukungan pemerintah pusat serta daerah.
Sekolah Rakyat Permanen Pertama di Jateng Siap Beroperasi, Tampung 1.080 Siswa
Razita Azzalea, siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga, meraih medali pada kompetisi Bahasa Inggris Level 2 dalam Grand Final Nasional OMNAS 15 yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Jawa Timur. Prestasi tersebut diraih setelah melewati seleksi berjenjang dari tingkat kota hingga provinsi, sekaligus mengharumkan nama sekolah dan Kota Salatiga di ajang akademik tingkat nasional berkat ketekunan belajar, bimbingan guru, serta dukungan keluarga.
Razita Azzalea, Raih Medali di Grand Final Nasional OMNAS 15 di Kampus UNESA
Sebanyak 2.596 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Klaten resmi keluar dari data kemiskinan dan diwisuda dalam graduasi mandiri di Graha Bung Karno, Selasa (30/6/2026). Keberhasilan tersebut diraih melalui graduasi mandiri dan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi, sebagai wujud peningkatan kesejahteraan serta kemandirian ekonomi keluarga penerima bantuan.
2.596 Warga Klaten resmi keluar dari data kemiskinan

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Mulai Hari Ini! Sebagian Wilayah Salatiga Padam, PLN Resmi Umumkan Mati Lampu 3 Hari Berturut-turut
Mulai Hari Ini! Sebagian Wilayah Salatiga Padam, PLN Resmi Umumkan Mati Lampu 3 Hari Berturut-turut
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 13 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 25,4 derajat Celsius dengan kelembapan 65 persen, sementara cuaca kering masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
13 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah