URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Fenomena penurunan jumlah siswa baru di SDN Krandon Lor 3, Kabupaten Semarang, menjadi perhatian khusus. Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2023, sekolah tersebut hanya berhasil mendaftarkan 3 murid saja. Kepala sekolah, Safroni, menyatakan bahwa penurunan siswa sudah berlangsung selama 5 tahun terakhir akibat keberhasilan program KB dan angka kelahiran yang rendah di wilayah tersebut.

Mbak Google

KABAR RASIKA

PPDB 2023 di SDN Krandon Lor 3 Suruh, Hanya Dapat 3 Siswa Baru

PPDB 2023 di SDN Krandon Lor 3 Suruh, Hanya Dapat 3 Siswa Baru

PPDB 2023 di SDN Krandon Lor 3 Suruh, Hanya Dapat 3 Siswa Baru

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Fenomena penurunan siswa baru pada sekolah dasar negeri di wilayah Jawa tengah masih terlihat, bahkan di kabupaten Semarang kondisi ini juga sama. Salah satunya terjadi di SDN Krandon Lor 3, kecamatan Suruh Kabupaten Semarang.

Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2023 ini, perolehan siswa baru di SD tersebut hanya mendapatkan 3 murid saja.

Kepada rasikafm.com ditemui di sela-sela Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), kepala sekolah SD Krandon Lor 3, Safroni mengatakan kondisi penurunan siswa di sekolahnya ini sudah terjadi sejak 5 tahun lalu di mana selain program KB berhasil ternyata angka kelahiran di desa tersebut juga jarang.

Safroni mengatakan pihaknya juga telah berupaya semaksimal mungkin dengan mencari siswa baru dengan terjun ke desa dan dusun dibantu dengan guru lainnya namun kenyataannya hasilnya belum seperti yang diharapkan,

“Pada saat PPDB Kemarin kami terjun langsung ke rumah-rumah warga untuk mencari siswa baru namun mereka lebih memilih sekolah di dekat rumah, selain itu angka kelahiran di dusun ini terbilang sedikit” ungkap kepala sekolah.

Safroni menambahkan jika ditahun 2023 ini pihaknya hanya mendapatkan 3 siswa, sementara tahun sebelumnya 2 siswa saja, sehingga total seluruh siswa di tahun ajaran 2023 – 2024 sebanyak 24 siswa.

“fenomena siswa sedikit berlangsung sejak 5 tahun ini, faktornya KB berhasil dan angka kelahiran jarang ditambah kondisi geografis, di desa ini terdapat tiga sekolah negeri dan 2 sekolah swasta, ” tegasnya.

Sementara itu pantauan wartawan dilapangan, kondisi geografis di SD Krandon Lor 3 memang jauh dari keramaian, dimana lingkungan sekolah yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 1000 meter tersebut di sisi kanan dan kirinya adalah sawah selain itu akses jalan menuju kesekolah juga rusak.

Dihubungi terpisah kepala Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Suruh, Heri Suwarto, S. P., S.Pd., M.Pd, mengatakan kondisi di SD krandon Lor memang cukup memprihatinkan. pihaknya menilai suksesnya program KB dan tidak adanya pendaftar yang terjadi sejak 5 tahun belakangan ini menjadikan Sekolah semakin sepi peminat.

Kepala sekolah SD Krandon Lor 3 Safroni

“Sebenarnya kondisi tahun ini sudah jauh lebih baik daripada kondisi 2 – 3 tahun lalu dimana banyak orang tua yang mensekolahkan anak mereka ke sekolah swasta yang berbasis agama, namun ternyata outputnya tidak sebagus yang mereka harapkan, maka Mulai tahun ini bannyak orang tua yang kembali mensekolahkan anaknya ke sekolah negeri” ujar Heri.

Heri menyebut ada orang tua yang menarik anaknya eski sudah di kelas 3 SD Swasta untuk dimasukkan kembali ke sekolah Negeri.

Pihaknya mendorong sekolah negeri untuk terus melakukan inovasi meski dengan jumlah siswa yang sedikit. Salah satu upayanya adalah meminta sekolah untuk memperkenalkan program unggulan sekolah mereka yang menarik bagi calon siswa baru.

“Bisa saja dalam wasana warsa menampilkan prestasi siswa dan unjuk keberhasilan, saya mendorong sekolah untuk memperkenalkan program sekolah yang menarik kepada masyarakat” ujar Heri .

Selain itu, korwil Suruh juga bekerja sama dengan pemdes, dimana jika ada warga desa kedapatan mensekolahkan anak mereka di sekolah swasta pihaknya mengusulkan agar bantuan kepada keluarga tersebut dicabut, karena mereka sudah masuk kategori orang mampu sehingga tidak wajib diberi bantuan.

“Nereka saja mampu memasukkan anaknya ke sekoah swasta yang biayanya jutaan maka tidak sepantasnya diberian bantaun dari desa “ tutup Heri.

Kepala Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Suruh, Heri Suwarto,saat diwawancarai Rasika FM

BACA JUGA :

Polres Semarang memastikan laporan titik panas di kawasan hutan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, bukan merupakan kebakaran hutan maupun lahan. Kasat Reskrim Polres Semarang Bodia Teja Lelana menjelaskan hasil verifikasi lapangan pada Jumat (1/8/2026) menunjukkan hotspot berasal dari bekas pembakaran rumput di lahan warga yang telah padam, sehingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali.
Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput
Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Rumah Amin Akhirnya Layak Ditinggali, Gotong Royong TMMD Ubah Harapan Warga Desa Cukil
Rumah Amin Akhirnya Layak Ditinggali, Gotong Royong TMMD Ubah Harapan Warga Desa Cukil
Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Tak Menyerah pada Keterbatasan, Perajin Difabel Kuda Lumping Asal Ambarawa Kembangkan Usaha Lewat UEP
Tak Menyerah pada Keterbatasan, Perajin Difabel Kuda Lumping Asal Ambarawa Kembangkan Usaha Lewat UEP

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga