[extvssc id="70101"]

KAWAN PEMANDU JALAN

Satpam SPPG Kecandran ditemukan Meninggal, Ada apa dengan MBG?

Seorang satpam berinisial S (49) ditemukan meninggal dunia di ruang penjagaan SPPG Yayasan Cipta Pangan Sejahtera, Sawahan, Kecandran, Sidomukti, Kota Salatiga, Sabtu (19/9/2026) pagi. Polres Salatiga segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat untuk melakukan pengecekan, olah TKP, pemeriksaan medis, dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Seorang satpam berinisial S (49) ditemukan meninggal dunia di ruang penjagaan SPPG Yayasan Cipta Pangan Sejahtera, Sawahan, Kecandran, Sidomukti, Kota Salatiga, Sabtu (19/9/2026) pagi. Polres Salatiga segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat untuk melakukan pengecekan, olah TKP, pemeriksaan medis, dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.

Bentrok Anak Punk dan Warga di SPBU Tengaran Berakhir Damai

Keributan antara rombongan anak punk dan warga di SPBU Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (15/9/2026), berakhir damai setelah dimediasi Sat Reskrim Polres Semarang. Pemilik usaha cilok Ahmad dan perwakilan rombongan Sultan sepakat menyelesaikan persoalan secara damai setelah polisi memeriksa sejumlah saksi dan pihak yang terlibat.

Keributan antara rombongan anak punk dan warga di SPBU Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (15/9/2026), berakhir damai setelah dimediasi Sat Reskrim Polres Semarang. Pemilik usaha cilok Ahmad dan perwakilan rombongan Sultan sepakat menyelesaikan persoalan secara damai setelah polisi memeriksa sejumlah saksi dan pihak yang terlibat.

Duka Kamis Dini Hari, Rumah Surati Terbakar, Kerugian 100 Juta

Damkar Satpol PP Kota Salatiga memadamkan kebakaran rumah milik Surati (70) di Dusun Karangguli, Desa Padaan, Pabelan, Kabupaten Semarang, Kamis (17/9/2026) dini hari. Api diduga akibat arus pendek listrik dan pertama kali diketahui tetangga korban. Petugas berhasil memadamkan api sekitar pukul 01.30 WIB tanpa menimbulkan korban jiwa.

Viral di Medsos, Keributan Anak Punk di depan SPBU Tengaran, Polisi Amankan Lokasi

Keributan melibatkan sejumlah anak punk dan warga di depan SPBU Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (15/9/2026) sore, setelah teguran penjual cilok memicu perselisihan. Polisi mengamankan 11 anak punk untuk mencegah keributan berlanjut. Lima anak punk dan penjual cilok mengalami luka serta mendapat penanganan medis, sementara situasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.

Pengembalian Dana Tak Kunjung Dibayarkan, Konsumen Perumahan Bandarjo Village Berencana Polisikan Developer

Pengembang Perumahan Bandarjo Village Permai, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, belum merealisasikan pengembalian dana konsumen hingga pertengahan September 2026. Koordinator korban Matheus Dwi Rubiyanto mengatakan pengembang sebelumnya berkomitmen mengembalikan dana secara bertahap hingga akhir September, namun belum ada pembayaran yang diterima para korban.

Pengembang Perumahan Bandarjo Village Permai, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, belum merealisasikan pengembalian dana konsumen hingga pertengahan September 2026. Koordinator korban Matheus Dwi Rubiyanto mengatakan pengembang sebelumnya berkomitmen mengembalikan dana secara bertahap hingga akhir September, namun belum ada pembayaran yang diterima para korban.

Bikin Panik Pengunjung, Kandang Ayam Ludes Terbakar di Samping Lokasi Karaoke

Kebakaran melanda kandang ayam milik warga di Jalan Ki Penjawi, Sarirejo, Sidorejo Lor, Salatiga, Senin (14/9/2026) petang. Kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah kering yang menjalar ke kandang. Petugas Polsek Sidorejo, Damkar, BPBD, dan warga memadamkan api. Tidak ada korban jiwa, namun sekitar 40 ayam terdampak.

Kebakaran melanda kandang ayam milik warga di Jalan Ki Penjawi, Sarirejo, Sidorejo Lor, Salatiga, Senin (14/9/2026) petang. Kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah kering yang menjalar ke kandang. Petugas Polsek Sidorejo, Damkar, BPBD, dan warga memadamkan api. Tidak ada korban jiwa, namun sekitar 40 ayam terdampak.

Duka di Malam Sabtu, Pengendara Honda Beat alami Laka hingga Meninggal

Kecelakaan melibatkan Honda Vario dan Honda Beat terjadi di Jalan Diponegoro, Sidorejo Lor, Kota Salatiga, Jumat (11/9/2026) malam. Pengendara Honda Beat, YSM (23), warga Salatiga, mengalami luka serius dan meninggal dunia setelah mendapat penanganan di RSUD Kota Salatiga. Polisi menduga kecelakaan terjadi saat korban hendak mendahului Honda Vario.

Imbas GAK, Pemkot Semarang Minta Warga tidak Panik

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD, BMKG, dan Dinkes meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik, terutama terhadap paparan PM2,5 dan debu selama musim kemarau yang dapat memicu gangguan pernapasan.

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD, BMKG, dan Dinkes meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik, terutama terhadap paparan PM2,5 dan debu selama musim kemarau yang dapat memicu gangguan pernapasan.

Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.