RASIKAFM.COM | UNGARAN – Polres Semarang mengantisipasi munculnya botoh atau pihak yang menjadikan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) sebagai arena perjudian. Kepolisian bahkan menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi tindak pidana selama tahapan hingga pelaksanaan Pilkades serentak.
Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, keberadaan botoh menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam pengamanan Pilkades. Menurutnya, kepolisian telah menyiapkan sejumlah satuan tugas, mulai dari satgas humas, preemtif, preventif, hingga penegakan hukum.
“Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya terkait tindak pidana, kita juga ada satgas penegakan hukum,” kata Heru di Ungaran, Kamis (8/10/2026).
Selain melakukan penindakan, kepolisian juga mengedepankan langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat agar tidak menjadikan Pilkades sebagai arena perjudian.
“Memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak mengikuti atau melaksanakan atau memanfaatkan Pilkades itu sebagai arena perjudian. Karena akan mengganggu proses pelaksanaan dari Pilkades tersebut,” ujarnya.
Heru mengatakan, potensi kerawanan Pilkades tidak hanya berkaitan dengan perjudian. Persaingan antarcalon serta isu-isu lokal juga menjadi perhatian karena berpotensi berkembang menjadi konflik apabila tidak dimitigasi sejak awal. Saat ini, polisi masih melakukan pemetaan tingkat kerawanan di setiap wilayah.
“Pemetaan tersebut akan dimatangkan setelah tahapan pendaftaran bakal calon kepala desa selesai pada 15 Oktober 2026,” lanjutnya.
Dari pemetaan itu, nantinya akan ditentukan TPS yang masuk kategori rawan maupun sangat rawan sehingga dapat diberikan pola pengamanan sesuai kebutuhan.
“Kompetisi secara pribadi dari masing-masing calon, kemudian juga ada isu-isu lokal di daerah tersebut. Apabila tidak kita mitigasi dengan baik, itu bisa menimbulkan masalah atau situasi kontijensi,” jelasnya.
Untuk mengamankan Pilkades serentak yang akan digelar di 140 desa di 19 kecamatan, Polres Semarang menyiapkan 787 personel. Jumlah tersebut masih akan diperkuat personel BKO dari polres tetangga serta satu SST Brimob. Pengamanan akan menggunakan sistem rayonisasi. Setiap rayon akan mengawasi sekitar empat hingga lima kecamatan.
“Jarak dari Ungaran sampai ke salah satu TPS itu hampir satu jam. Sehingga perlu kita bentuk rayonisasi untuk mempermudah apabila terjadi kontijensi yang memerlukan kehadiran polisi,” kata Heru.
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Sukendro mengatakan, Pemkab juga menyiapkan langkah pencegahan konflik melalui koordinasi berjenjang. Muspika akan menjadi garda terdepan dalam melakukan pemantauan situasi di wilayah masing-masing. Koordinasi juga akan dilakukan melalui Dispermasdes bersama Forkopimda sesuai kebutuhan.
“Untuk meminimalisir konflik, kita akan adakan rapat secara rutin oleh Muspika. Garda terdepannya ada di kecamatan,” kata Sukendro.
Sosialisasi mengenai Pilkades juga telah dilakukan. Para camat diinstruksikan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait tahapan dan pelaksanaan Pilkades serentak. Pemkab juga mengantisipasi kemungkinan munculnya sengketa hukum. Menurut Sukendro, tim pendamping dari Bagian Hukum serta Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang telah disiapkan.
“Untuk mengantisipasi, semoga tidak ada gugatan secara hukum, kita sudah siapkan juga tim pendamping di Bagian Hukum dan JPN dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang Anang Sukoco mengatakan terdapat 1.007 TPS, dengan masing-masing TPS ditempatkan dua anggota Linmas.
Secara keseluruhan, sebanyak 7.780 anggota Linmas disiagakan untuk mendukung pengamanan Pilkades.
“Di masing-masing TPS ada dua orang anggota Linmas. Pengamanan kita mulai pra, saat hari H, dan pasca,” kata Anang.
Satpol PP juga akan melakukan monitoring dan patroli sejak sebelum hari pemungutan suara, saat pelaksanaan, hingga setelah Pilkades. Heru berharap seluruh elemen masyarakat ikut menjaga agar Pilkades serentak berlangsung aman dan kondusif.
“Kami mohon dukungan dari seluruh warga masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Pilkades Kabupaten Semarang yang damai, aman, lancar dan kondusif,” tandasnya. (win)












