KABAR RASIKA

Dinilai Rentan, Masih ada Pekerja Media Saat ini yang Belum Miliki BPJS Ketenagakerjaan

Dinilai Rentan, Masih ada Pekerja Media Saat ini yang Belum Miliki BPJS Ketenagakerjaan

Dinilai Rentan, Masih ada Pekerja Media Saat ini yang Belum Miliki BPJS Ketenagakerjaan

Meski dinilai rentan dan berisiko, sejumlah wartawan masih belum memiliki BPJS Ketenagakerjaan, seperti yang diakui oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Ungaran, Suharno Abidin, dalam acara jalan sehat May Day di Kota Salatiga pada Rabu, 1 Mei 2024, di halaman Gedung Korpri Salatiga.
Foto Arief Rasika
Suharno Abidin, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran saat menyerahkan JKM ditengah peringatan May Day di Salatiga, Rabu (1/5/2024).

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Meski dinilai rentan dan banyak resiko dalam menjalankan pekerjaanya, namun ternyata masih ada wartawan yang belum memiliki BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini diakui oleh kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Ungaran Suharno Abidin, saat jalan sehat dalam rangka May Day kota Salatiga, rabu 1 mei 2024 di halaman Gedung Korpri Salatiga.

Menurut Suharno, Wartawan terutama media online wajib memiliki BPJS Ketenagakerjaan. “selama ini wartawan kerap kerja 24 jam, rentan kecelakaan dan banyak resiko dijalan. Sehingga kami menghimbau untuk memiliki perlindungan, bisa juga ikut yang program mandiri” jelas Suharno.

Pihaknya menambahkan masih banyak pekerja dan perusahaan yang belum memiliki pengetahuan dengan baik tentang manfaat BPJAMSOSTEK yang punya lima manfaat. Diantaranya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP), serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Dalam memberi pengetahuan dan pemanfaatan JKK dirinya berharap, pemberi kerja/perusahaan agar memahami manfaat program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) bagi pekerja.
Dilain pihak Suharno Abidin mencontohkan program JKM bagi Ketua RT, Ketua RW, Ketua PKK atau pun LPMK se-Salatiga sudah berjalan sejak awal tahun 2024 ini.

“Sehingga tercatat, baru diikutkan sebulan berjalan. Dan tadi kami menyerahkan Rp 42 juta karena tercover BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya.

Sebelumnya, Pj Wali Kota Salatiga Yasip Khasani menyampaikan Pemkot Salatiga mengkafer Ketua LPMK, RW, RT dan Kelompok PKK di Wilayah Salatiga dengan BPJS Ketenagakerjaan selain tentunya insentif yang telah berjalan.

Ia mengatakan, insentif ini merupakan anggaran tahun 2024 dan wujud terima kasih dari Pemerintah Salatiga.

“Kepada pengurus yang sudah telah sukarela dan ikhlas menyedekahkan waktunya, menyedekahkan perasaannya dan juga menyedekahkan sampai dengan materi dikeluarkan saya mengucapkan terimakasih,” kata Yasip Khasani.

BPJS Ketenagakerjaan ini diberikan Pemkot Salatiga, kepada pengurus LPMK, RW, RT dan kelompok PKK yang bekerja selama 24 jam.

Suharno Abidin saat diwawancarai Rasika FM

BACA JUGA :

Akses JKN Makin Luas, Mutu Layanan Faskes Jadi Perhatian
Akses JKN Makin Luas, Mutu Layanan Faskes Jadi Perhatian
BPJS Kesehatan memperkuat standar pelayanan publik melalui Customer eXcellence 126 atau CX126 yang mengukur kualitas layanan di 126 kantor cabang. Program ini menekankan pelayanan yang mudah, cepat, setara, dan solutif dengan melibatkan pengalaman peserta. Hasil penilaian diharapkan menjadi acuan perbaikan berkelanjutan agar kualitas layanan JKN lebih konsisten di seluruh Indonesia.
BPJS Kesehatan Uji Kualitas Pelayanan Lewat CX126: Peserta JKN Tak Cuma Butuh Cepat, Tapi Juga Kepastian
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Sebanyak 100 anak berkebutuhan khusus mengikuti pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut gratis dalam kegiatan “Senyum Sehat untuk Anak Istimewa” di Kecamatan Semarang Barat, Minggu (4/10/2026). Kegiatan yang digelar menjelang Hari Cerebral Palsy Sedunia ini melibatkan dokter gigi anak sekaligus memberikan edukasi kepada orang tua tentang perawatan kesehatan gigi anak.
Senyum Sehat untuk Anak Istimewa, 100 Anak Difabel Ikuti Pemeriksaan Gigi Gratis
Sebanyak 100 anak berkebutuhan khusus mengikuti pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut gratis dalam kegiatan “Senyum Sehat untuk Anak Istimewa” di Kecamatan Semarang Barat, Minggu (4/10/2026). Kegiatan yang...
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Pengurus DPC GEKRAFS Kota Salatiga resmi dilantik di Grand Wahid Hotel, Sabtu (3/10/2026), untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan membuka akses pasar bagi pelaku usaha. GEKRAFS Jawa Tengah menyebut...
Inspektorat Utama Badan Gizi Nasional mengevaluasi operasional SPPG Ngreco di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jumat (2/10/2026). Evaluasi mencakup penerimaan bahan baku, kesesuaian dengan pesanan, penanganan bahan rusak, kecukupan gizi, dan food cost. Hasilnya, SPPG dinilai berjalan baik dan sesuai prosedur.
Tim BGN Kunjungi SPPG Ngreco Tuntang, Dapur MBG Percontohan di Kabupaten Semarang
Inspektorat Utama Badan Gizi Nasional mengevaluasi operasional SPPG Ngreco di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jumat (2/10/2026). Evaluasi mencakup penerimaan bahan baku, kesesuaian...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Sabtu, 3 Oktober 2026, didominasi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.00 WIB mencatat suhu udara Semarang 26,0 derajat Celsius dengan kelembapan 75 persen. Hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di pegunungan bagian barat, pegunungan bagian tengah, dan wilayah sekitarnya.
03 Oktober 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Hujan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Sabtu, 3 Oktober 2026, didominasi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.00 WIB mencatat...
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik untuk mengurangi persoalan lingkungan dan potensi konflik sosial. Inovasi yang dikembangkan bersama masyarakat ini dinilai memberi manfaat ekonomi dan mengantarkan kelompok tersebut menjadi lima besar kandidat Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional 2026.
Dari Potensi Konflik Jadi Sumber Ekonomi, Inovasi Karang Taruna Manggihan Tembus 5 Besar Nasional
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik untuk mengurangi persoalan lingkungan dan potensi konflik sosial. Inovasi...
Muat Lebih

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]