KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

GIIAS Semarang 2025 Sajikan Musik Lokal dan Ajang Berkumpul Komunitas Otomotif

GIIAS Semarang 2025 Sajikan Musik Lokal dan Ajang Berkumpul Komunitas Otomotif

GIIAS Semarang 2025 Sajikan Musik Lokal dan Ajang Berkumpul Komunitas Otomotif

Semarang, 27 September 2025 – Pameran otomotif GIIAS Semarang 2025 yang berlangsung pada 24–28 September di Muladi Dome, Universitas Diponegoro, semakin meriah dengan hadirnya rangkaian hiburan musik serta kegiatan komunitas otomotif. Tidak hanya menampilkan kendaraan dan teknologi terbaru, penyelenggaraan tahun ini juga memberikan ruang interaksi bagi masyarakat dengan nuansa akhir pekan yang lebih hidup.

Project Director GIIAS, Abiyoso Wietono, menyampaikan bahwa GIIAS Semarang dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar pameran otomotif. Melalui pertunjukan musik dan keterlibatan komunitas, ajang ini menjadi wadah berkumpul sekaligus mempererat hubungan antara industri otomotif dengan pecinta kendaraan di Jawa Tengah.

Pengunjung dapat menikmati penampilan band-band lokal di panggung utama yang berlokasi di pre-function area lantai dua Muladi Dome. Sejumlah musisi seperti Udin Lar, Jepang Jowo Band, dan Mentik Wangi hadir menyuguhkan musik bernuansa segar dan menghibur, menambah daya tarik bagi pengunjung dari berbagai kalangan.

Di area luar ruangan, suasana tidak kalah meriah dengan Car Community Meet Up yang melibatkan Komunitas Mobil Semarang (Kosmos) bersama lebih dari 10 komunitas lain. Ratusan anggota hadir memamerkan mobil-mobil dengan konsep unik dalam show-off cars, menjadi ajang bertukar inspirasi modifikasi sekaligus mempererat silaturahmi antar pecinta otomotif.

Melalui perpaduan pameran, hiburan, dan aktivitas komunitas, GIIAS Semarang 2025 tampil sebagai acara yang menyatukan teknologi, kreativitas, dan kebersamaan masyarakat Jawa Tengah dalam satu pengalaman akhir pekan yang tak terlupakan.

Kabar Terkini

POPULER

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
Warung Murah Berkah di Jalan Nakula Sadewa, Salatiga, menyajikan mangut kepala manyung dan sekitar 20 menu masakan Jawa setiap hari. Warung milik Hariyani ini buka pukul 06.30–14.00 WIB dengan harga terjangkau, mulai Rp5.000, termasuk kepala manyung Rp25.000–Rp40.000, serta ramesan sekitar Rp10.000.
Kepala Manyung Warung Murah Berkah, Solusi Cerdas Dikala Lapar, Harga Bersahabat
[pekok2]