KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Jelang HUT TNI ke 78, Koramil Tengaran Lakukan Kegiatan Resik Resik Pasar

Jelang HUT TNI ke 78, Koramil Tengaran Lakukan Kegiatan Resik Resik Pasar

Jelang HUT TNI ke 78, Koramil Tengaran Lakukan Kegiatan Resik Resik Pasar

Sejumlah anggota TNI nampak melakukan apel sesaat sebelum membersihkan pasar Tengaran.

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Ada pemandangan beda saat melintas didepan pasar Tengaran, Senin 2 Oktober 2023 pagi. Dimana puluhan anggota Koramil 06 Tengaran nampak cancut tali wondo, membersihkan pasar.

Bersama instansi terkait, Diskumperindag Kabupaten Semarang beserta Staf, Anggota Dprd komisi B, Pasikomsos Korem 073/Mkt, Pasiter Kodim 0714/Salatiga, Camat Tengaran dan staf, Anggota Korem 073/Mkt dan Kodim 0714 Salatiga, Kades Tengaran dan Tegalrejo serta para Pedagang Pasar Tengaran nampak bahu membahu membersihkan pasar.

Ya……………………
Ternyata kegiatan itu dalam rangka giat karya Bhakti TNI dalam memperingati HUT TNI ke 78 dan HUT Kodam IV Diponegoro ke 73.

Dengan menggunakan berbagai peralatan kebersihan, sapu lidi, engkrak dan songkro, tanpa ada rasa canggung dan sungkan serta malu, para anggota TNI itu blusukan hingga ke dalam, los-los pasar untuk mencari sampah yang ada di pasar tersebut. Tak sedikit dari berbagai jenis macam sampah yang mereka dapatkan dalam kegiatan bersih-bersih karya bhakti di pasar tradisional itu. Dari sampah yang didapat, kemudian, mereka masukkan ke dalam songkro yang selanjutnya dibuang di tempat pembuangan akhir (TPA) yang ada di desa tersebut.

Kepada rasikafm.com, Danramil 06/Tengaran, Kapten Inf. Rahmat Sugiarto menjelaskan karya bakti ini bertujuan sebagai upaya pembinaan teritorial guna meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang manfaatnya langsung dapat dirasakan oleh masyarakat. “Sehingga karya bakti ini dapat dipahami oleh masyarakat luas dan diharapkan dapat membangkitkan serta menumbuhkan kembali kecintaan rakyat terhadap TNI,” kata dia.

SejumlahTNI nampak apel sebelum Kegiatan

Rahmad menambahkan jika kegiatan karya bhakti bersihkan sampah pasar ini juga dapat melestarikan budaya gotong royong sekaligus membangkitkan kepedulian masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan. Sebab, selama ini pasar identik dengan kesemrawutan. “kami berharap dengan Pasare Resik Rejekine Apik akan Menciptakan minat masyarakat untuk berbelanja dipasar Tradisional yang selam ini mulai ditinggalkan” tambah Rahmad.

Selain itu aksi sosial ini juga dalam rangka memperinggati HUT TNI yang jatuh tanggal 5 Oktober.

Lurah pasar Tengaran Moh Sirod mengatakan jika saat ini dipasar Tengaran ada 22 pedagang, yang menempati 11 los, namun yang tercatat aktif ada 7 orang.

Pihaknya juga memgucapkan terima kasih kepada Koramil Tengaran karena sudah berkenan ikut membersihkan pasar.

Aksi kebersihan dipasar Tengaran oleh Koramil Tengaran

 

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Universitas Kristen Satya Wacana mengajak generasi muda memahami investasi secara rasional melalui Seminar Nasional Now or Never 2026 bertema Beyond the Price, Finding Value, and Building Wealth in Uncertain Markets. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Investor Club Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW ini menghadirkan investor Lo Kheng Hong, Legendary Value Investor Indonesia dan akademisi Profesor Budi Frensidy, Komisaris Utama Samuel Tumbuh Bersama, sebagai narasumber, Rabu (04/11/2026), di Auditorium Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW. Dalam seminar yang diikuti 350 peserta ini, kedua narasumber mengajak peserta memahami investasi saham dengan mempertimbangkan nilai intrinsik, kualitas perusahaan, prospek bisnis, dan risiko investasi. Dalam pemaparannya, Profesor Budi Frensidy menekankan bahwa keputusan investasi perlu didasarkan pada perbandingan antara nilai intrinsik dan harga pasar suatu aset. Menurutnya, investor tidak cukup hanya melihat harga saham, tetapi perlu memperkirakan nilai perusahaan melalui analisis fundamental. “Kita mencari saham atau aset yang nilainya di atas harganya,” tegasnya. Budi mengulas sejumlah pendekatan dalam penilaian saham, antara lain discounted cash flow, kelipatan harga (price multiple), dan residual income. Berbagai metode tersebut dapat membantu investor memperkirakan nilai perusahaan dengan mempertimbangkan arus kas, kinerja, serta prospek bisnis. Ia juga mengingatkan bahwa hasil valuasi dapat berbeda bergantung pada metode dan asumsi yang digunakan. Sementara itu, Lo Kheng Hong membagikan pengalaman panjangnya berinvestasi di pasar modal Indonesia. Ia mengulas perjalanan investasinya serta sejumlah periode penurunan pasar yang justru dinilainya sebagai peluang bagi investor untuk menemukan saham perusahaan berkualitas dengan harga menarik. “Saham is the best choice,” ungkapnya, menegaskan pandangannya terhadap investasi saham. Menurutnya, penurunan harga saham tidak selalu harus disikapi dengan kepanikan, tetapi perlu dianalisis berdasarkan kondisi dan kualitas perusahaan. Dalam memilih perusahaan untuk investasi, Lo Kheng Hong menekankan pentingnya memperhatikan integritas dan kompetensi manajemen, kualitas bisnis, serta prospek perusahaan. Ia juga memperkenalkan konsep sleeping shareholder, yakni menjadi pemegang saham perusahaan berkualitas dan memperoleh manfaat dari pertumbuhan bisnis maupun pembagian dividen tanpa harus terlibat langsung dalam operasional perusahaan. Melalui kedua pemaparan tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa investasi membutuhkan pengetahuan, kesabaran, dan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan analisis. Pemahaman terhadap perusahaan yang dipilih menjadi salah satu hal penting agar investor tidak sekadar mengikuti tren atau pergerakan harga pasar. Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan (WR KIP) UKSW Priyo Hari Adi, menyampaikan bahwa kehadiran dua narasumber memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar investasi dari perspektif akademik dan pengalaman praktis. Ia berharap seminar ini mendorong mahasiswa mengelola keuangan secara cakap dan berintegritas, serta mengambil keputusan investasi dengan mempertimbangkan manfaat dan risikonya. Ia juga mengingatkan bahwa tujuan investasi bukan semata-mata memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, melainkan mencapai hasil yang optimal dengan mempertimbangkan risiko. “Dalam pasar modal, kita tidak boleh hanya berbicara mengenai hasil yang maksimal, tetapi hasil yang optimal karena selalu ada manfaat sekaligus risiko,” ungkapnya. Dekan FEB UKSW Dr. Yefta Andi Kus Noegroho turut mengingatkan peserta agar mencermati perkembangan pasar dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi. Pemahaman terhadap kondisi perusahaan dan dinamika pasar menjadi bekal penting sebelum menentukan langkah investasi.
Seminar Nasional Now or Never 2026, Lo Kheng Hong dan Budi Frensidy Hadir di UKSW
Ungaran Innovative Expo 2026 Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Ungaran Innovative Expo 2026: Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
[pekok2]