[audio_player]
[posts_like_dislike]
Shintia Pricillia Tundunaung, lulusan Fakultas Teologi UKSW, dikukuhkan oleh Rektor Profesor Intiyas Utami dalam Wisuda Periode III Tahun 2025 di Balairung Universitas, Salatiga, Senin (21/07/2025), dalam momen haru penuh makna karena disaksikan langsung oleh kedua orang tuanya yang selamat dari tragedi kebakaran KM Barcelona V di perairan Pulau Talise, Minahasa Utara.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Lepas dari Musibah Kecelakaan Kapal Barcelona V, Orang Tua Shintia Hadiri Wisuda di UKSW

Lepas dari Musibah Kecelakaan Kapal Barcelona V, Orang Tua Shintia Hadiri Wisuda di UKSW

Lepas dari Musibah Kecelakaan Kapal Barcelona V, Orang Tua Shintia Hadiri Wisuda di UKSW

Shintia Pricillia Tundunaung, lulusan Fakultas Teologi berfoto bersama orang tua usai diwisuda oleh Rektor UKSW, Profesor Intiyas Utami, di Balairung Universitas, Kamis (24/07/2025) Foto dok IST
Shintia Pricillia Tundunaung, lulusan Fakultas Teologi berfoto bersama orang tua usai diwisuda oleh Rektor UKSW, Profesor Intiyas Utami, di Balairung Universitas, Kamis (24/07/2025) Foto dok IST

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Shintia Pricillia Tundunaung, lulusan Fakultas Teologi yang dikukuhkan langsung oleh Rektor UKSW, Profesor Intiyas Utami, dalam Wisuda Periode III Tahun 2025 di Balairung Universitas, membawa kisah sedih.

Dimana orang tua Shintia berhasil selamat dari tragedi kebakaran Kapal Motor (KM) Barcelona V di perairan Pulau Talise, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Keduanya baru saja mengalami musibah besar, namun akhirnya bisa hadir menyaksikan wisuda putri mereka.

Air mata tak terbendung saat nama Shintia dipanggil dalam sambutan Rektor Intiyas di hadapan ratusan lulusan. Rektor Intiyas turun dari podium dan memeluk keluarga Shintia sebagai bentuk penghormatan atas ketabahan dan cinta orang tua yang luar biasa. Ketua Senat Universitas, Profesor Apriani Dorkas Rambu Atahau, turut memberikan pelukan hangat kepada Shintia, menciptakan momen penuh empati yang menggetarkan ruangan.

“Kami bersyukur keluarga bisa sampai di Salatiga dengan selamat. Semoga wisuda ini menjadi titik awal perjuangan Shintia untuk tetap bersemangat menjadi pemimpin dan membanggakan keluarga, UKSW, dan bangsa,” tuturnya.

Kini badai telah berlalu, kisah pilu yang dialami kedua orang tua Shintia berubah menjadi sukacita. Mereka bisa hadir secara langsung di Balairung Universitas dengan senyum bahagia menyaksikan putri tercintanya memakai toga dan dikukuhkan di antara ratusan lulusan.

Saat dijumpai seusai prosesi wisuda, senyum bahagia Shintia menyiratkan ungkapan syukur yang tak terucap karena momen bersejarah dalam hidupnya bukan hanya sekadar pencapaian akademik semata, melainkan juga sebagai simbol pengharapan, kekuatan, dan keajaiban.

“Puji Tuhan, hari ini saya boleh diwisuda dan ditemani oleh orang tua tercinta. Suatu kesaksian hidup yang luar biasa, perjalanan orang tua untuk hadir di sini tidaklah mudah. Mereka harus berjuang untuk selamat,” ungkap Shintia.

Lulusan asal Kabupaten Kepulauan Talaud ini menceritakan bahwa di tengah perjalanan orang tuanya menuju Salatiga, kapal yang mereka tumpangi mengalami kebakaran dan seluruh penumpang harus melompat ke laut demi menyelamatkan diri.

Sementara itu, Jemi Tundunaung menceritakan perjalanan yang mereka tempuh memakan waktu selama dua hari sejak Sabtu (19/07/2025) lalu. Awalnya keberangkatan kapal dijadwalkan pukul 17.00 WIB, namun ditunda karena cuaca buruk. Setelah menunggu cukup lama, kapal akhirnya berangkat pada pukul 24.00 WIB. Tapi keesokan harinya, pukul 13.00 WIB kapal mengalami kebakaran, di mana seluruh penumpang terpaksa melompat ke laut dan terapung di permukaan air selama 1 hingga 2 jam sebelum akhirnya berhasil diselamatkan.

“Saat terapung di air, saya sempat terpisah dengan istri dan bibi Shintia. Saya berusaha berenang untuk mencari mereka dan puji Tuhan bisa bertemu kembali,” katanya.

Tak ada satu barang pun yang bisa diselamatkan, semua hangus terbakar bersama kapal. Keselamatan para penumpang tidak lepas dari pertolongan warga Desa Gangga. “Begitu mengetahui kejadian tersebut, warga yang memiliki perahu segera bergerak untuk menolong kami,” ungkapnya.

Setelah dievakuasi ke Pulau Gangga, Jemi Tundunaung bersama istri kembali melanjutkan perjalanan mereka, sementara bibi Shintia yang mengalami luka-luka harus dirawat di rumah sakit di Manado. Dari Manado, keduanya menumpangi pesawat menuju Jakarta, lalu melanjutkan perjalanan ke Semarang menggunakan kereta api. Akhirnya, mereka tiba di Salatiga pukul 19.45 WIB pada Senin (21/07/2025) lalu. Sementara menunggu wisuda, mereka tinggal bersama di kos milik putrinya, Shintia.

Tak lupa Jemi Tundunaung juga menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada UKSW karena menanamkan nilai humanis bagi mahasiswanya. “Kami mendorong anak kami berkuliah di UKSW karena meyakini bahwa Kota Salatiga dan kampus ini memiliki nilai humanis yang tinggi hingga saat ini dapat menyaksikan Shintia menyelesaikan studinya dengan baik,” imbuhnya.

Perjalanan panjang melewati badai menjadi kisah inspiratif yang membawa cahaya harapan bagi banyak orang. Kini, Shintia bisa merayakan kelulusannya bersama orang-orang tercintanya.

BACA JUGA :

Tim Legacy R2C dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih Juara 1 kategori Search and Rescue Robot (SAR) dalam kompetisi UNLIMITED 2026 yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro di Semarang. Mereka mengembangkan ALCEO, robot berkaki enam yang mampu bernavigasi secara otonom, melewati berbagai rintangan, dan menjalankan misi penyelamatan di arena menantang.
Sukses Kembangkan Robot SAR, Mahasiswa UKSW Raih Juara 1 UNLIMITED 2026
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
[pekok2]