KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Masuki Tradisi Nyadran dan Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam di Salatiga Naik

Masuki Tradisi Nyadran dan Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam di Salatiga Naik

Masuki Tradisi Nyadran dan Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam di Salatiga Naik

Harga daging ayam ras di pasar tradisional Kota Salatiga mengalami kenaikan jelang Ramadan. Pedagang ayam di Pasar Blauran dan Pasar Raya I mencatat harga naik akibat meningkatnya permintaan warga untuk hajatan dan tradisi sadranan, meski daya beli masyarakat masih terjaga.
Foto dok IST
Pedagang ayam di Pasar Raya 1 Salatiga, saat layani pembeli

RASIKAFM.COM | SALATIGA — Harga daging ayam di pasar tradisional Kota Salatiga menjelang bulan suci Ramadan, mulai merangkak naik. Kenaikan ini dipicu meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk hajatan dan tradisi nyadran atau sadranan yang identik dengan masak besar.

Pantauan di Pasar Blauran dan Pasar Raya I Salatiga menunjukkan harga daging ayam ras kini menembus Rp36.600 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp35.000 per kilogram.

Diah, Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar mengatakan lonjakan permintaan sudah terasa sejak beberapa hari terakhir. Menurutnya, tradisi sadranan yang masih kuat di sejumlah daerah menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan harga.

“Warga yang sadranan pasti masak besar. Salah satu lauknya daging ayam, sehingga permintaan meningkat. Mungkin itu salah satu penyebab kenaikan harga daging ayam,” ujarnya, kamis (5/2/2026).

Meski harga merangkak naik, Diah menilai kondisi tersebut masih tergolong wajar dan belum menggerus omzet penjualan. Pola serupa, kata dia, hampir selalu terjadi menjelang Ramadan ketika kebutuhan konsumsi rumah tangga meningkat.

“Biasanya menjelang puasa memang ramai. Pembeli masih jalan terus, jadi daya beli sejauh ini belum turun,” katanya.

Namun demikian, pedagang mengkhawatirkan kemungkinan berkurangnya pasokan ayam hidup dari peternak. Jika stok menipis, harga berpotensi kembali naik dan dapat memengaruhi stabilitas penjualan hingga Lebaran.

“Yang kami khawatirkan kalau stok ayam hidup menipis. Mudah-mudahan sampai Lebaran stok cukup sehingga pedagang tidak kesulitan mendapatkan barang dagangan,” ucap Diah.

Sementara itu, pantauan harga bahan pangan lain di Pasar Blauran menunjukkan sebagian komoditas masih relatif stabil. Beras IR 64 premium tercatat Rp14.600 per kilogram dan IR 64 medium Rp13.200 per kilogram. Gula pasir dijual Rp17.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng curah Rp17.550 per liter.

Untuk komoditas hortikultura, harga cabai dan bawang bervariasi di kisaran Rp25.000 hingga Rp57.500 per kilogram. Adapun ayam kampung dijual sekitar Rp70.000 per kilogram, sementara daging sapi bertahan di kisaran Rp125.000 per kilogram.

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pemkab Semarang menyiapkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di 21 desa pada sembilan kecamatan yang terdampak kemarau panjang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan langkah tersebut pada Senin (14/9/2026) dengan memprioritaskan survei geolistrik untuk mencari potensi sumber air tanah sebelum pengeboran dilakukan secara bertahap.
21 Desa Terdampak Kekeringan, Pemkab Semarang Siapkan Geolistrik untuk Pengeboran Sumber Air
                    

Warning: Undefined variable $output in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/pekok/pekok.php on line 181