KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pemerintah Kota Semarang Luncurkan Aplikasi ‘Libas’ untuk Perangi Balap Liar

Pemerintah Kota Semarang Luncurkan Aplikasi ‘Libas’ untuk Perangi Balap Liar

Pemerintah Kota Semarang Luncurkan Aplikasi ‘Libas’ untuk Perangi Balap Liar

(Foto: ANTARA/Zuhdiar Laeis)
Sekretaris Daerah Kota Semarang Iswar Aminuddin. (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Semarang – Pemerintah Kota Semarang meminta masyarakat untuk tidak segan melapor melalui aplikasi “Polisi Hebat Semarang” (Libas) jika ada balap liar di jalanan Semarang.

“Langsung laporkan lewat aplikasi ‘Libas’,” kata Sekretaris Daerah Kota Semarang Iswar Aminuddin di Semarang, Minggu, menanggapi mulai maraknya aksi balap liar di sejumlah ruas jalan protokol di wilayah Semarang.

Pemerintah Kota Semarang mengapresiasi Polrestabes Semarang yang telah berinovasi membuat aplikasi “Libas” sebagai upaya menciptakan keamanan dan kenyamanan di Kota Atlas.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mengunduh aplikasi “Libas” sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu menemui tindak pelanggaran atau kejahatan di jalan, termasuk balap liar.

“Saya kira sangat bagus ya kalau semua masyarakat sudah mengunduh ‘Libas’. Pasti langsung terlaporkan, masuk, ke sistem aplikasi ‘Libas’,” katanya.

Selain itu, kata dia, di masing-masing wilayah sudah memiliki Polisi Rukun Warga (RW) yang juga bisa menjadi sarana pelaporan informasi awal kejadian, termasuk balap liar.

“Ya, harapannya, informasi awal segera didapatkan sehingga teman-teman yang ada di Kepolisian bisa mengambil tindakan,” katanya.

Diakuinya, aksi balap liar memang mulai marak di sejumlah jalan protokol di Kota Semarang yang kebetulan juga disaksikannya sendiri.

“Kemarin ‘pas’ saya bawa tamu itu. Di Jalan Mataram kenceng banget itu. Saya telepon Camat Semarang Tengah dan Semarang Timur. Alhamdulillah bersama teman-teman Kepolisian langsung turun ke lapangan,” katanya.

Sebagai “smart city”, Iswar mengatakan bahwa perangkat kamera pengawas (CCTV) juga telah dipasang di sejumlah lokasi strategis untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026). Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana dan Ketua PWI Kabupaten Semarang Rony Yuwono menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, independensi, serta solidaritas wartawan di tengah transformasi digital. Kepengurusan baru juga diharapkan membangun kemitraan konstruktif untuk mendukung pembangunan daerah tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.
Rony Yuwono Ketua PWI Kabupaten Semarang 2026–2029
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Kepala Desa petahana Nyatnyono, Parsunto, mengembalikan formulir pencalonan Pilkades pada hari terakhir pendaftaran, Kamis (15/10/2026). Ia kembali maju untuk melanjutkan pembangunan desa dan pengembangan wisata religi yang dinilai belum maksimal. Panitia mencatat delapan orang mengambil formulir, sedangkan tiga bakal calon telah mengembalikannya hingga Kamis pagi.
Parsunto Pilih Hari Terakhir Kembalikan Formulir Pendaftaran Kades Nyatnyono, Berangkat Jalan Kaki Usai Minta Restu Sesepuh
[pekok2]