KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Siswa SDN Gedanganak 03 Ungaran Nikmati MBG Bersama Kasdam IV/Diponegoro

Siswa SDN Gedanganak 03 Ungaran Nikmati MBG Bersama Kasdam IV/Diponegoro

Siswa SDN Gedanganak 03 Ungaran Nikmati MBG Bersama Kasdam IV/Diponegoro

Foto : Diskominfo Kab.Semarang

UNGARAN – Suasana berbeda terlihat di SD Negeri Gedanganak 03, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jumat (26/9/2025) pagi. Meja-meja belajar yang biasanya dipenuhi buku dan alat tulis, kali ini berubah menjadi tempat menyajikan menu bergizi. Ratusan siswa tampak antusias menyambut kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar serentak melalui video conference bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan pimpinan TNI dari berbagai wilayah di tanah air.

Kegiatan ini semakin istimewa karena dihadiri langsung Kasdam IV/Diponegoro, Brigjen TNI M. Andhy Kusuma, bersama jajarannya. Kehadirannya disambut meriah para siswa. Ia bahkan sempat menanyakan rasa makanan kepada anak-anak.

“Enak nggak makanannya?” tanyanya ramah, dijawab malu-malu namun penuh senyum dari para siswa.

Brigjen Andhy menegaskan, program MBG adalah wujud nyata kepedulian TNI dalam membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

“Anak-anak ini adalah masa depan kita. Kalau gizinya baik, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang kuat dan berprestasi,” ujarnya.

Bagi siswa, pengalaman makan siang bersama ini terasa begitu berkesan. Ajuna Zaidan, siswi kelas V, mengaku senang.

“Makanannya enak sekali, semoga bisa ada setiap hari,” ungkapnya dengan wajah gembira.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Gedanganak 03, Siti Khikmah, menegaskan program ini sangat ditunggu oleh siswa maupun orang tua.

“Mulai Oktober, SDN Gedanganak 03 akan resmi mendapat jatah MBG setiap hari. Anak-anak tentu sangat menunggu momen ini,” jelasnya.

Selain Kasdam, hadir pula jajaran Forkopimda Kabupaten Semarang, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Semarang Rudi Susanto mewakili Bupati Ngesti Nugraha, serta Dandim 0714/Salatiga Letkol Inf Guvta Alugoro Koedoes.

Program MBG diharapkan tidak hanya mengenyangkan perut, tetapi juga meningkatkan kualitas gizi siswa sehingga mampu mendorong prestasi belajar dan mencetak generasi sehat serta tangguh di masa depan.

Kabar Terkini

POPULER

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
[pekok2]