KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Supardi Nahkodai Ketua DPD PKS Salatiga, Target Pemilu 2029 Posisi 3 Besar

Supardi Nahkodai Ketua DPD PKS Salatiga, Target Pemilu 2029 Posisi 3 Besar

Supardi Nahkodai Ketua DPD PKS Salatiga, Target Pemilu 2029 Posisi 3 Besar

foto Arief Rasika
Jajaran pengurus PKS Salatiga saat dilantik

RASIKAFM.COM | SALATIGA – PKS Salatiga menatap Pemilu 2029 dengan target besar, yakni mengembalikan posisi partai ke peringkat 3 di kancah politik Kota Salatiga.

Supardi resmi dilantik sebagai Ketua DPD PKS Salatiga dan siap memimpin langkah strategis untuk meningkatkan perolehan suara.

Dalam kepengurusan baru, Supardi didampingi Sekretaris DPD Muchammad Saidun, Bendahara Sularman, dan Kabid Kaderisasi Hendro Gunawan.

Struktur ini diharapkan memperkuat gerakan PKS di tingkat kota.

Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) dijabat Latif Nahari dengan Sekretaris Dwi Pujiyanto, serta Ketua Dewan Etik Daerah (DED) Nono Rohana bersama Sekretaris Imam Wijayanto.

Pelantikan pengurus DPD PKS Salatiga dilakukan oleh Nur Arifin dari DPW PKS Jateng dan dihadiri Anggota DPR RI PKS Muh Haris serta Anggota DPRD Jateng Ida Nur Farida.

Supardi menegaskan, “Pemilu lalu suara PKS naik, namun turun ke peringkat empat. Target kami di Pemilu 2029 jelas, kembali ke posisi tiga besar.”

Supardi menyiapkan berbagai langkah untuk mencapai target, mulai dari kaderisasi intensif hingga mengajak masyarakat bergabung dengan PKS.

Upaya ini sejalan dengan arahan DPW PKS Jawa Tengah yang juga menargetkan peningkatan perolehan suara.

Ketua DED Nono Rohana menambahkan, PKS Salatiga akan terus menjalankan program yang membela kepentingan masyarakat, mendukung visi Supardi membawa PKS kembali berpengaruh di kancah politik lokal.

Dengan kepemimpinan baru Supardi, PKS Kota Salatiga kini optimistis menghadapi Pemilu 2029, menargetkan kembali ke peringkat 3 melalui penguatan organisasi dan dukungan masyarakat luas.

Supardi saat berikan keterangan media

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]