KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ukir Sejarah, Danrem Ari Prasetya Luncurkan Buku “Prajurit Sejati, Bekerja Dengan Hati”

Ukir Sejarah, Danrem Ari Prasetya Luncurkan Buku “Prajurit Sejati, Bekerja Dengan Hati”

Ukir Sejarah, Danrem Ari Prasetya Luncurkan Buku “Prajurit Sejati, Bekerja Dengan Hati”

Foto Arief Rasika
Danrem 073/Makutarama Kolonel Inf Ari Prasetya, saat peluncurkan buku berjudul “Prajurit Sejati Bekerja dengan Hati” di Salatiga

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Dalam rangka Mengukir Sejarah, Kolonel Inf Ari Prasetya Luncurkan Buku Kedua. Di tengah padatnya jadwal sebagai Komandan Korem 073/Makutarama, Kolonel Inf Ari Prasetya berhasil menorehkan prestasi baru melalui tulisan dengan meluncurkan buku berjudul “Prajurit Sejati, Bekerja Dengan Hati.”

Buku ini resmi dirilis dalam sebuah acara yang digelar di Hotel Laras Asri, Salatiga, Kamis (16/1/2025), dihadiri berbagai tokoh penting, mulai dari pejabat Forkopimda, tokoh agama, hingga masyarakat dan akademisi.

Buku setebal 195 halaman ini menyoroti perjalanan dan pengabdian para prajurit TNI di bawah Korem 073/Makutarama. Menariknya, ini bukan karya pertama Ari Prasetya. Sebelumnya, ia telah menulis buku serupa ketika bertugas sebagai Dansatgas Intel di Papua.

“Melalui buku ini, saya ingin mengangkat cerita perjuangan para prajurit, dari Babinsa hingga anggota lain. Semoga setiap kisah di dalamnya menjadi inspirasi bagi pembaca,” ungkap Letkol Ari dengan penuh semangat.

Peluncuran buku ini mendapat sambutan hangat dari Penjabat Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani. Ia memuji karya tersebut sebagai catatan penting yang memperkaya literatur lokal Salatiga dan bisa menjadi inspirasi lintas generasi, dari prajurit hingga pelajar.

“Ini adalah bentuk penghargaan terhadap sejarah Korem 073/Makutarama dan kontribusinya bagi Kota Salatiga,” ujarnya.

Penulisan buku ini melibatkan tim berkompeten, termasuk wartawan senior Suara Merdeka, Roni Yuwono, serta pengasuh Pondok Pesantren Wali, Gus Anis Maftuhin. Dukungan penuh juga datang dari pengusaha muda Salatiga, Muhammad Yasin.

Mewarnai Literasi Lokal

Buku “Prajurit Sejati, Bekerja Dengan Hati” diharapkan tak hanya memperkaya koleksi literatur lokal tetapi juga menjadi penyemangat bagi pembacanya untuk menjalani hidup dengan dedikasi dan ketulusan, sebagaimana yang diteladankan para prajurit Korem 073/Makutarama.

Dengan kisah-kisah inspiratif di dalamnya, karya ini menjadi bukti bahwa pengabdian seorang prajurit tak hanya terbatas pada tugas militer, tetapi juga mampu memberikan sumbangsih intelektual bagi masyarakat luas. (Rief)

Danrem Kolonel Inf Ari Prasetya saat diwawancarai Rasika

 

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]