[extvssc id="70101"]

KAWAN PEMANDU JALAN

Day: Agustus 23, 2024

Polres Semarang menggelar Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di halaman GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Kabupaten Semarang, pada Jumat (23/8/2024) untuk mempersiapkan pengamanan Pilkada 2024. Ratusan personel dari TNI, Polri, Satlinmas, dan penyelenggara Pemilu seperti KPU dan Bawaslu, berpartisipasi dalam simulasi yang melibatkan skenario dari situasi aman hingga penanganan jika terjadi peningkatan eskalasi.
Sispamkota Pilkada 2024, Kapolres Semarang Tekankan Prosedur Humanisme dan Negosiasi Hadapi Situasi Chaos
Polres Semarang menggelar Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di halaman GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Kabupaten Semarang, pada Jumat (23/8/2024) untuk mempersiapkan pengamanan Pilkada 2024. Ratusan...
Tiga partai politik di DPRD Kota Salatiga—PKB, Partai Gerindra, dan Partai Demokrat—telah sepakat membentuk Koalisi Salatiga Maju (KSM) untuk Pilkada 2024. Koalisi ini akan mengusung calon Wali Kota dari PKB dan calon Wakil Wali Kota dari Partai Gerindra, dengan nama pasangan calon yang saat ini masih dalam tahap finalisasi dan akan diumumkan dalam tiga hari.
KSM Sepakat Usung Calon Wali Kota yang Sudah Dikenal Luas di Masyarakat Salatiga
Tiga partai politik di DPRD Kota Salatiga—PKB, Partai Gerindra, dan Partai Demokrat—telah sepakat membentuk Koalisi Salatiga Maju (KSM) untuk Pilkada 2024. Koalisi ini akan mengusung calon Wali Kota dari...
Bawaslu Kota Salatiga mengadakan sosialisasi pengawas pemilu partisipatif di Hotel Grand Wahid, Kamis (22/8/2024), dengan tema "Peluncuran Peta Kerawanan Pilkada 2024 di Kota Salatiga". Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengawasan Pilkada dengan mengidentifikasi potensi kerawanan dan pelanggaran pemilihan.
Bawaslu Salatiga Dorong Pengawasan Partisipatif untuk Pilkada 2024
Bawaslu Kota Salatiga mengadakan sosialisasi pengawas pemilu partisipatif di Hotel Grand Wahid, Kamis (22/8/2024), dengan tema "Peluncuran Peta Kerawanan Pilkada 2024 di Kota Salatiga". Acara ini bertujuan...
Bonar Novi Priatmoko dan Sarmin, dua caleg PDIP dengan suara terbanyak di Dapil Sidorejo, Kota Salatiga, menuntut hak mereka untuk dilantik sebagai anggota DPRD Kota Salatiga setelah keluarnya surat keputusan dari DPP PDIP yang ditandatangani Komarudin Watubun dan Hasto Kristiyanto. Surat tertanggal 20 Agustus 2024 ini menetapkan bahwa penentuan calon terpilih didasarkan pada suara terbanyak.
Akhirnya, Dua Caleg PDIP Korban Komandante Bersuara, Minta Haknya Jadi Anggota DPRD Salatiga
Bonar Novi Priatmoko dan Sarmin, dua caleg PDIP dengan suara terbanyak di Dapil Sidorejo, Kota Salatiga, menuntut hak mereka untuk dilantik sebagai anggota DPRD Kota Salatiga setelah keluarnya surat keputusan...
Bram Kusuma, seorang seniman asal Kota Salatiga, menggelar aksi diam diri di depan kantor DPRD Kota Salatiga pada Kamis (22/8/2024), sebagai bentuk protes terhadap pejabat dan DPR RI yang diduga mencoba mengakali putusan Mahkamah Konstitusi terkait UU Pilkada.
Warga dan Seniman Gelar Aksi Diam di Depan Kantor DPRD Salatiga
Bram Kusuma, seorang seniman asal Kota Salatiga, menggelar aksi diam diri di depan kantor DPRD Kota Salatiga pada Kamis (22/8/2024), sebagai bentuk protes terhadap pejabat dan DPR RI yang diduga mencoba...

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved