RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Bawaslu Salatiga Dorong Pengawasan Partisipatif untuk Pilkada 2024

Bawaslu Salatiga Dorong Pengawasan Partisipatif untuk Pilkada 2024

Bawaslu Salatiga Dorong Pengawasan Partisipatif untuk Pilkada 2024

Bawaslu Kota Salatiga mengadakan sosialisasi pengawas pemilu partisipatif di Hotel Grand Wahid, Kamis (22/8/2024), dengan tema "Peluncuran Peta Kerawanan Pilkada 2024 di Kota Salatiga". Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengawasan Pilkada dengan mengidentifikasi potensi kerawanan dan pelanggaran pemilihan.
Foto Arief Rasika
Bawaslu Kota Salatiga menggelar sosialisasi pengawas pemilu partisipatif yang digelar di Hotel Grand Wahid, Salatiga

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Bawaslu Kota Salatiga terus berupaya meningkatkan kualitas pengawasan Pilkada 2024. Salah satunya melalui sosialisasi pengawas pemilu partisipatif yang digelar di Hotel Grand Wahid, Salatiga, Kamis (22/8/2024).

Sosialisasi kali ini mengusung tema “Peluncuran Peta Kerawanan Pilkada 2024 di Kota Salatiga”. Pemetaan ini diharapkan dapat mengidentifikasi potensi kerawanan serta pelanggaran pemilihan melalui indikator yang menjadi ukuran kerawanan.

Komisioner Bawaslu Salatiga Lukman Fahmi menyampaikan, Pilkada 2024 akan segera dibuka pada 27 Agustus mendatang. “Artinya sudah di depan mata, kita akan mengetahui bakal calon yang akan mengikuti kontestasi,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan sinergi antar stakeholder. Baik Bawaslu, KPU, pemerintah, partai politik maupun masyarakat.

Komisioner Bawaslu Jateng Sosiawan yang hadir menegaskan, seluruh masyarakat diharapkan dapat ikut menjadi pengawas partisipatif. “Bila terjadi kondisi-kondisi tertentu di lapangan, diharapkan ikut mengawasi, syukur-syukur bisa pro aktif melapor ke Bawaslu,” ujarnya.

Sementara itu dalam rangka memastikan jalannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 berlangsung aman dan adil, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Salatiga resmi meluncurkan Peta Kerawanan Pilkada 2024.

Ketua Bawaslu Salatiga, Dayusman Junus menekankan pentingnya peta kerawanan ini sebagai langkah antisipatif untuk mencegah potensi masalah dalam penyelenggaraan Pilkada.

“Harapan kami, potensi kerawanan dapat dikelola dan dimitigasi bersama stakeholder sehingga setiap gangguan dapat dicegah sedini mungkin,” ujar Fahmi.

Ia juga mengingatkan bahwa Pilkada yang tinggal hitungan bulan menuntut kesiapan semua pihak dalam menjaga keamanan dan keadilan proses demokrasi ini. Hal ini penting agar calon pemimpin terpilih benar-benar sesuai dengan aspirasi masyarakat tanpa ada gangguan berarti.

Muhammad Amin dari Bawaslu Jawa Tengah turut mengingatkan pentingnya menjaga suasana pesta demokrasi agar tetap riang dan jauh dari ketegangan. “Pemilu adalah pesta rakyat. Jangan biarkan menjadi sesuatu yang mencekam,” tegasnya.

Peluncuran peta kerawanan ini diharapkan menjadi langkah penting dalam memastikan Pilkada 2024 di Salatiga berlangsung lancar dan damai.

BACA JUGA :

Ratusan kader Partai Demokrat Kota Salatiga menggelar aksi bersih-bersih di Taman Tingkir, Sidorejo Kidul, Kota Salatiga, Kamis (28/8/2026), sebagai bagian peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat. Kegiatan melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri tersebut mengumpulkan sedikitnya 10 kantong sampah dan dilanjutkan pembagian nasi box kepada masyarakat serta dukungan bagi UMKM sekitar.
Gerakan Langit Biru Indonesia, Ratusan Kader Demokrat Salatiga Bersihkan Taman Tingkir
DPC PPP Kabupaten Semarang mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat konsolidasi organisasi dan menyasar generasi milenial serta pemilih pemula. Hal itu disampaikan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Semarang Zaenudin di Ungaran, Kamis (16/7/2026), usai kepengurusan baru periode 2026–2031 menerima SK DPP. Langkah tersebut dilakukan melalui pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa serta peningkatan pendidikan politik bagi kader muda.
PPP Kabupaten Semarang Bidik Pemuda dan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029
Bung Andre Resmi Daftar Bakal Calon Ketua DPC Partai Demokrat Kota Salatiga
Bung Andre Resmi Daftar Bakal Calon Ketua DPC Partai Demokrat Kota Salatiga
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak di 19 kecamatan di Hotel Wahid Bandungan, Minggu (24/5/2026), untuk menata ulang kepengurusan tingkat kecamatan yang masa baktinya berakhir. Melalui penjaringan dan penyaringan calon ketua PAC, partai juga memperkuat keterlibatan perempuan dan kader muda sebagai bagian dari konsolidasi internal menghadapi Pemilu 2029.
Musancab Serentak, PDI Perjuangan Kabupaten Semarang Mulai Panaskan Mesin Menuju Pemilu 2029
Musyawarah Anak Cabang DPC PDI Perjuangan Kota Salatiga memasuki tahap akhir penjaringan pengurus PAC dengan menyisakan 12 kader terbaik dari empat PAC setelah melalui seleksi berjenjang sejak Februari 2026. Penentuan ketua PAC akan diputuskan DPD PDIP Jawa Tengah dari tiga nama terbaik di masing-masing wilayah guna memperkuat soliditas partai dan pembangunan Kota Salatiga.
Jabatan Ketua PAC Ditentukan DPD Jateng, Musancab PDIP Salatiga Sisakan 12 Nama
Penguatan kaderisasi partai ditegaskan Partai Keadilan Sejahtera Jawa Tengah melalui pernyataan Sekretaris Umum Julisa Ramadhan di Kantor DPW PKS, Semarang, Minggu (8/3/2026). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kualitas kader dan memperluas keanggotaan melalui program intensifikasi, ekstensifikasi, serta peningkatan komunikasi dengan media.
PKS Jateng Perkuat Kaderisasi dan Komunikasi dengan Media

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran