KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Bupati Semarang Genjot Koperasi Merah Putih, Target 235 Desa Terlibat

Bupati Semarang Genjot Koperasi Merah Putih, Target 235 Desa Terlibat

Bupati Semarang Genjot Koperasi Merah Putih, Target 235 Desa Terlibat

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat meninjau bekas gedung SDN 2 Sraten, Tuntang, Kabupaten Semarang yang rencananya akan digunakan sebagai kantor Koperasi Merah Putih beberapa waktu lalu. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembentukan dan pengembangan Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan. Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menyampaikan bahwa koperasi ini diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan potensi lokal dan pemenuhan kebutuhan masyarakat desa.

Dalam sosialisasi yang digelar baru-baru ini, turut hadir pihak Bulog Jateng-DIY untuk menjelaskan peran koperasi dalam distribusi kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, hingga pupuk. Selain itu, layanan Samsat juga dilibatkan guna memperluas manfaat koperasi di tingkat desa.

“Harapan kami, Koperasi Merah Putih ini bisa menjadi solusi berbasis lokal. Apa potensi yang dimiliki desa, apa kebutuhan masyarakatnya, itu yang nanti dikembangkan melalui koperasi,” terangnya di Ungaran, Rabu (2/7/2025).

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jateng sebesar Rp1,5 juta per koperasi untuk biaya pendirian akta notaris. Pemerintah Kabupaten Semarang juga turut menambahkan bantuan sebesar Rp1 juta per koperasi. Total biaya notaris untuk pendirian koperasi mencapai Rp2,5 juta.

Selain itu, Pemkab Semarang juga telah menyiapkan anggaran untuk pembinaan koperasi, baik melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) maupun Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Perdagangan (Diskumperindag).

“Saat ini akta notaris semua koperasi sudah selesai. Kami juga sedang menyiapkan tempat operasional koperasi. Beberapa sudah memiliki tempat, ada juga yang masih dalam proses. Salah satunya memanfaatkan gedung sekolah yang sudah diregrouping,” jelasnya.

Untuk koperasi di kelurahan, karena berada langsung di bawah kewenangan pemerintah daerah, penyediaan tempat akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Pemprov Jateng jika menemui kendala.

Terkait modal usaha, Pemkab Semarang belum menyediakan bantuan langsung. Namun, koperasi akan didorong untuk menghimpun iuran wajib dari anggota, serta menjalin kerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) guna memperoleh pinjaman modal berbunga ringan.

“Total koperasi yang dibentuk sebanyak 235 unit di desa-desa. Semua sudah memiliki akta notaris dan kini tinggal mempersiapkan operasionalnya,” pungkasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]