[audio_player]

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana

Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana

Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana

Ayah Mozza, Singgih Datya Gunarsa ditemani putri sulungnya, Jasmine Orlin Gunarsa mengunjungi makam Mozza di TPU Sepringgitan, Dusun/Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Senin (7/9/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Tangis dan penantian panjang keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, akhirnya menemukan titik terang. Setelah hampir setahun dilaporkan hilang, jasad Mozza ditemukan dan identitasnya diyakini keluarga berdasarkan sejumlah ciri serta barang milik korban.

Ayah Mozza, Singgih Datya Gunarsa, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pencarian putrinya, terutama jajaran kepolisian serta seluruh masyarakat yang turut menyebarkan informasi mengenai hilangnya Mozza.

“Harapan kami untuk pelaku tetap dihukum seberat-beratnya. Kami mengikuti aturan yang ada di Indonesia, tetapi mohon juga dibantu jangan sampai ada permainan di belakang untuk meringankan pelaku,” ujar Singgih saat ditemui di rumahnya, Senin (7/9/2026).

Singgih juga menilai motif pembunuhan yang disampaikan kepolisian masih perlu dikaji lebih dalam. Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperoleh keluarga mengenai rangkaian kejadian, terdapat dugaan bahwa pembunuhan terhadap putrinya telah dipersiapkan sebelumnya.

“Kalau dari pihak keluarga mengira itu memang motifnya ingin menguasai motor putri kami. Dari runtutan yang kami lihat, dari awal datang ke kos sampai melakukan pembunuhan, membungkus jasad, membuangnya sampai motornya dijual, sepertinya berurutan dan sudah seperti direncanakan,” katanya.

Ia menilai pelaku seolah telah mengetahui langkah yang akan dilakukan, termasuk lokasi pembuangan jasad dan tempat menjual sepeda motor milik korban.

“Dalam waktu setengah hari dia sudah bisa seperti itu. Termasuk membuang beberapa bukti-bukti lain seperti handphone dan kartu identitas putri kami,” imbuhnya.

Keluarga semakin meyakini jasad yang ditemukan merupakan Mozza setelah diperlihatkan sejumlah barang yang dikenali sebagai milik korban. Di antaranya pakaian yang dikenakan saat Mozza terakhir berpamitan pergi serta jepit rambut yang masih menempel pada jasad.

“Dari jepit rambut, pakaian, rambut ikalnya, kemudian ditanyakan gigi yang ditambal juga benar. Tetapi untuk DNA masih menunggu satu sampai dua bulan dari Jakarta,” jelas Singgih.

Sebelumnya, keluarga juga telah berupaya memberikan informasi kepada polisi terkait seseorang bernama Feri yang mereka curigai sejak beberapa bulan setelah Mozza dilaporkan hilang. Singgih mengaku pertama kali menemukan nama tersebut melalui media sosial.

“Saya dari Desember sudah mengenali namanya Feri. Di akunnya namanya Feri Agra. Dari awal Desember itu saya yakin dan berupaya mencari orang tersebut serta memberikan laporan informasi kepada kepolisian,” ungkapnya.

Keyakinan keluarga semakin menguat setelah tersangka yang diamankan polisi mengarah kepada sosok yang selama ini mereka cari. Selain itu, tersangka disebut menunjukkan lokasi pembuangan jasad Mozza. Polisi juga menemukan sepeda motor milik korban. Menurut Singgih, pelat nomor kendaraan tersebut masih berada di dalam bagasi sepeda motor yang ditemukan di Blora.

“Temuan ini semakin menguatkan kami kalau jasad itu adalah Mozza,” katanya.

Kini keluarga hanya berharap proses hukum terhadap tersangka berjalan secara transparan dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya.

“Kami berharap pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai aturan yang ada,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px