RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang mendorong keberadaan Wisata Edukasi Setepeng di Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas, tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga sarana pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN) yang akan memasuki masa pensiun.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, ASN maupun non-ASN yang mendekati masa pensiun perlu mendapatkan pelatihan usaha yang bisa diterapkan secara nyata setelah tidak lagi aktif bekerja. Menurutnya, budidaya ayam petelur dan ikan yang dikembangkan di lokasi tersebut dapat menjadi salah satu pilihan keterampilan yang dipelajari sebelum memasuki masa pensiun.
“Harapan kita ini menjadi wisata edukasi untuk pelatihan, baik petani milenial, masyarakat, kemudian juga yang tidak kalah penting teman-teman ASN, non-ASN yang akan pensiun,” kata Ngesti saat peresmian Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor, Rabu (30/9/2026).
Ia mengatakan, pelatihan tersebut diharapkan diberikan secara riil sebelum ASN memasuki masa pensiun. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan untuk kegiatan produktif setelah pensiun.
“Setahun sebelum pensiun itu ada pelatihan riil yang nanti bisa diterapkan setelah masa pensiun,” ujarnya.
Selain untuk pelatihan, Wisata Edukasi Setepeng juga mendapat dukungan bantuan berupa 2.000 ekor ayam petelur beserta kandang. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi Asosiasi Linmas (Aslinmas) Kabupaten Semarang dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Kabupaten Semarang, masing-masing sebanyak 1.000 ekor.
“Selain ayam petelur, ada juga empat kolam ikan. Dua kolam diisi ikan nila dan dua lainnya ikan lele,” lanjutnya.
Ngesti menekankan, pengelolaan bantuan tersebut perlu dilakukan secara bersama-sama dan oleh orang yang memahami budidaya. Pengelola juga perlu mendapatkan pembelajaran agar hasil usaha dapat optimal.
“Kalau orang langsung ikut merawat, kalau tidak belajar dulu, kita khawatir telurnya akan drop. Makanya nanti antara Aslinmas dan Abpednas kita jadikan satu, kita ajak diskusi bersama bagaimana yang terbaik,” jelasnya.
Menurut Ngesti, pengembangan budidaya tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan kegiatan produktif sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota Aslinmas dan Abpednas. Program tersebut juga diharapkan berkembang menjadi kawasan wisata edukasi yang lebih luas. Dengan lahan sekitar 2,2 hektare, Pemkab Semarang berencana mendorong pengembangan tanaman buah dan komoditas lain yang sesuai dengan kondisi lokasi.
“Harapan kita juga nanti menjadi wisata edukasi, termasuk nanti ada buah-buahan, ada tanaman lainnya yang cocok di sini,” katanya.
Sementara itu, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung sekaligus Ketua Dewan Pengawas Aslinmas Indonesia, Reda Manthovani, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pengusaha lokal terhadap anggota Aslinmas dan Abpednas. Menurutnya, keberadaan sarana produktif seperti ayam petelur dan kolam ikan dapat menjadi salah satu upaya anggota untuk meningkatkan kesejahteraan secara mandiri.
“Misalnya belum ada insentif dari pemerintah, tapi mereka bisa upaya sendiri. Ada ayam petelur, ada ikan bioflok,” kata Reda.
Ia mengatakan, konsep tersebut diupayakan dapat dikembangkan di daerah lain dengan memanfaatkan dukungan dari pengusaha setempat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Reda menilai, peningkatan kesejahteraan anggota Linmas juga memiliki kaitan dengan kondisi keamanan di lingkungan masyarakat.
“Dengan kuatnya anggota masyarakat, misalnya Linmas, minimal keamanan lebih terjaga. Keamanan di perkampungan-perkampungan dan pedesaan lebih terjaga. Kalau keamanan lebih terjaga, iklim berusaha juga jauh lebih terjaga,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengatakan, program yang dikembangkan di Jawa Tengah akan menjadi bahan pembelajaran untuk diterapkan di Maluku Utara. Ia menyebut, Aslinmas di Maluku Utara saat ini masih dalam tahap pembentukan dan pendaftaran.
“Maluku Utara Aslinmasnya belum ada pelantikan, sedang pembentukan dan pendaftaran. Hari ini melihat program-program yang tadi sudah dijelaskan oleh Prof Reda, ada ayam petelur, ada ikan nila, ikan lele untuk nanti bisa diimplementasikan di Maluku Utara,” kata Sherly. (win)










