RASIKAFM.COM | UNGARAN – Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, menyiapkan mekanisme seleksi menggunakan Computer Assisted Test (CAT) jika jumlah bakal calon kepala desa yang mendaftar lebih dari lima orang.
Ketua Panitia Pilkades Nyatnyono, Nur Rois, mengatakan mekanisme tersebut disiapkan untuk mengantisipasi jumlah pendaftar yang melebihi ketentuan. Menurutnya, apabila bakal calon kepala desa (bacakades) yang mendaftar lebih dari lima orang, panitia akan menggandeng perguruan tinggi untuk melaksanakan ujian kompetensi.
“Kalau lebih dari lima, kami memakai tes CAT yang melibatkan perguruan tinggi,” kata Rois ditemui di sekretariat pendaftaran Pilkades Nyatnyono, Selasa (6/10/2026).
Ia menjelaskan, perguruan tinggi yang nantinya dilibatkan harus memiliki independensi dan tidak mempunyai kepentingan politik dengan para bakal calon kepala desa. Hal itu dinilai penting agar proses seleksi berjalan objektif dan dapat diterima seluruh peserta maupun masyarakat.
“Kami pastikan perguruan tinggi-perguruan tinggi ini juga tidak ada political interest dengan calon-calon yang mungkin maju,” ujarnya.
Meski demikian, hingga Selasa (6/10/2026), baru satu warga yang mengambil formulir pendaftaran bakal calon Kepala Desa Nyatnyono. Warga tersebut berasal dari RW 7. Sementara pendaftaran bakal calon kepala desa dibuka mulai 5 hingga 15 Oktober 2026.
“Pendaftaran dilayani pada jam kerja dan ditutup pukul 16.00 WIB pada hari terakhir,” lanjutnya.
Rois mengatakan panitia masih membuka peluang bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri.
“Kalau bicara potensi, yang berpotensial sangat banyak karena SDM Nyatnyono juga luar biasa,” katanya.
Setelah masa pendaftaran berakhir, panitia akan melakukan tahapan sesuai ketentuan hingga penetapan calon kepala desa yang dijadwalkan pada 19 Oktober 2026.
Rois juga menegaskan, hingga saat ini calon petahana belum mengambil formulir pendaftaran. Karena itu, panitia belum mengetahui apakah kepala desa petahana akan kembali maju dalam Pilkades tahun ini.
“Incumbent belum. Apakah incumbent maju atau tidak, kami juga belum tahu karena belum mengambil formulir,” jelasnya.
Ia menyebut antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan Pilkades Nyatnyono cukup tinggi. Hal itu salah satunya terlihat dari banyaknya warga yang menanyakan perkembangan tahapan Pilkades kepada panitia. Bahkan, panitia sempat mempercepat pemasangan sejumlah media sosialisasi berupa MMT setelah mendapatkan masukan dari masyarakat.
“Antusiasmenya sangat-sangat tinggi. Kemarin masyarakat menanyakan, ini sudah tahapan coklit, sudah tahapan apa, pembukaan pendaftaran kok belum ada bendera yang terpasang. Itu bentuk antusiasme masyarakat,” urainya.
Sementara itu, dalam tahapan pemutakhiran data pemilih, panitia telah melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) melalui petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih). Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkades Nyatnyono tercatat sekitar 6.400 pemilih.
“Kami mengajukan 15 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di delapan RW. Jumlah pemilih di setiap TPS bervariasi dengan rata-rata sekitar 425 pemilih,” paparnya.
TPS dengan jumlah pemilih paling sedikit berada di TPS 15 yang berlokasi di wilayah RW 8, kawasan perumahan perikanan, dengan sekitar 343 pemilih. Panitia juga menargetkan tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkades Nyatnyono tahun ini mencapai 80 persen. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan tingkat partisipasi pada Pilkades sebelumnya yang tercatat sekitar 73 persen.
“Kami berharap antusiasme pemilih maupun yang dipilih tinggi di Desa Nyatnyono,” pungkasnya. (win)












