KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”

Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”

Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”

Cakades Cukilan Suruh, Hermawan Sigit (Foto Arief Rasika)

RASIKAFM.COM | SURUH – Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit, menyiapkan sejumlah gagasan untuk mendorong kemajuan desa. Mulai dari perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), optimalisasi potensi wisata, hingga pengelolaan sampah dari rumah tangga.

Pria berusia 44 tahun yang akrab disapa Nanang itu mengatakan, keputusannya untuk maju sebagai bakal calon kepala desa berangkat dari keyakinan bahwa hidup harus memberikan manfaat bagi orang lain.

Menurut dia, jabatan kepala desa bukan sekadar posisi dalam pemerintahan, melainkan amanah untuk melayani masyarakat dan mendorong perubahan yang lebih
baik.

“Saya itu punya pegangan. Kita hidup itu kalau sekadar hidup, rasanya hampa. Pepatah orang Jawa bilang, hidup itu harus memberikan manfaat kepada orang lain,” kata Nanang.

Ia mengatakan, prinsip tersebut sejalan dengan ajaran agama yang diyakininya, yakni bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang memberikan manfaat bagi sesama.

Berangkat dari prinsip itu, Nanang ingin menempatkan nilai religiusitas sebagai salah satu landasan utama dalam membangun desa.

Mengedepankan religiusitas dan partisipasi masyarakat

Nanang mengatakan, visi yang disiapkannya adalah mewujudkan masyarakat yang religius, maju, sejahtera, dan mandiri, dengan pembangunan yang
melibatkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Menurut dia, pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Keterlibatan masyarakat diperlukan agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki desa.

Dalam mewujudkan visi tersebut, ia berencana mendorong tata kelola pemerintahan desa yang baik atau good governance.

Nanang menilai, kepala desa harus mampu menampung berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat, baik yang berkaitan dengan persoalan sosial maupun kebutuhan pelayanan pemerintahan.

Ia juga menilai, penyelesaian persoalan di lingkungan masyarakat perlu mengedepankan dialog dan pendekatan kekeluargaan selama persoalan tersebut memungkinkan diselesaikan melalui mekanisme di tingkat desa.

Namun, pendekatan tersebut tetap harus memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku.

Selain tata kelola pemerintahan, Nanang menaruh perhatian pada pengembangan potensi ekonomi desa. Ia menilai, UMKM perlu terus didorong agar mampu berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menurut dia, pengembangan usaha tidak hanya berfokus pada sektor yang sudah berjalan, tetapi juga perlu menggali peluang usaha baru berdasarkan potensi lokal.

Sektor pariwisata juga menjadi salah satu perhatian Nanang. Ia menyebut potensi durian di Desa Cukilan sebagai salah satu aset yang dapat dikembangkan untuk memperkuat daya tarik desa.

Nanang menilai, nama Durian Cukilan telah cukup dikenal di sejumlah kalangan. Potensi tersebut, menurut dia, dapat menjadi modal untuk membangun identitas wisata berbasis produk lokal.

Selain wisata durian, ia juga melihat peluang pengembangan wisata religi melalui kegiatan haul Mbah Wonokusumo.

Menurut Nanang, potensi wisata tersebut perlu dipersiapkan dan dikembangkan secara terarah. Upaya itu, kata dia, dapat dilakukan melalui kerja sama dengan instansi maupun pihak terkait yang memiliki kapasitas dan dukungan untuk mengembangkan sektor pariwisata.

Pengembangan potensi lokal tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik desa, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Pengelolaan sampah menjadi perhatian

Di antara berbagai gagasan yang disiapkannya, Nanang turut menyoroti persoalan sampah yang dinilai semakin penting untuk ditangani di tingkat desa.

Ia menilai, pengelolaan sampah perlu menjadi bagian dari perencanaan pembangunan karena persoalan tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Menurut dia, penanganan sampah tidak bisa hanya dilakukan setelah masalah membesar. Desa perlu mulai menyiapkan sistem pengelolaan yang terencana, termasuk memilah dan menangani sampah organik maupun plastik yang berasal dari rumah tangga.

Nanang berencana memulai program tersebut secara bertahap. Sebelum diterapkan ke seluruh wilayah desa, pengelolaan sampah akan diuji coba di satu atau dua dusun terlebih dahulu.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menyusun prosedur operasional standar (SOP), mengevaluasi pelaksanaan program, serta mengetahui kendala yang muncul di lapangan.

“Kalau langsung satu desa, mungkin kita belum punya prosedur atau SOP-nya. Nanti dimulai dari satu atau dua dusun dulu. Kalau sudah berjalan, kita tambah lagi. Dengan begitu, tingkat keberhasilannya mungkin lebih tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendataan timbulan sampah di setiap rukun tetangga (RT) dan dusun diperlukan sebagai dasar untuk menentukan kebutuhan serta pola pengelolaan yang sesuai.

Dengan pendekatan bertahap tersebut, Nanang berharap sistem pengelolaan sampah dapat dibangun secara lebih terukur dan berkelanjutan.

Nanang saat diwawanca Rasika

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
28 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Hujan Lebat
Tolak Geotermal Gunung Ungaran, Barisan Massa Kabupaten Semarang Desak Presiden Copot Menteri ESDM
Tolak Geotermal Gunung Ungaran, Barisan Massa Kabupaten Semarang Desak Presiden Copot Menteri ESDM
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan peran santri dalam menjaga bangsa dan menyiapkan generasi masa depan saat menghadiri Jateng Bersholawat memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Kota Tegal, Rabu (21/10/2026). Pemprov Jateng memperkuat dukungan bagi pesantren melalui beasiswa Rp6,8 miliar, insentif guru agama, tali asih penghafal Al-Qur’an, serta bantuan sarana pendidikan pesantren.
Dari Beasiswa hingga Insentif Guru Ngaji, Ini Dukungan Jateng untuk Pesantren
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
[pekok2]