KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Renovasi Dan Penataan Masjid Baiturrahman Dianggarkan Rp. 84 Milyar

Renovasi Dan Penataan Masjid Baiturrahman Dianggarkan Rp. 84 Milyar

Renovasi Dan Penataan Masjid Baiturrahman Dianggarkan Rp. 84 Milyar

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat memimpin acara groundbreaking renovasi dan penataan Masjid Baiturrahman Semarang, Kamis (2/9/2021).

SEMARANG – Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya Didiet Arief Akhdiat mengatakan, renovasi dan penataan Masjid Baiturrahman dianggarkan Rp84 miliar. Pembangunan ditargetkan selesai pada Agustus 2022 mendatang.

“Pekerjaan meliputi beberapa aspek, seperti penguatan struktur masjid, penguatan struktur menara, penataan bagian depan masjid, perbaikan interior masjid, pembangunan gedung MUI, basement parkir, perbaikan sekolah dan lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ternyata memiliki kenangan yang penuh emosional pada Masjid Baiturrahman Semarang. Masjid yang terletak di Simpang Lima Kota Semarang ini adalah tempat Ganjar sering menumpang tidur tatkala masih menjadi mahasiswa.

Kenangan itu disampaikan Ganjar saat acara groundbreaking renovasi dan penataan Masjid Baiturrahman Semarang, Kamis (2/9). Anggaran Rp84 miliar telah digelontorkan pemerintah untuk melakukan renovasi dan penataan di kawasan masjid itu.

“Saya punya hubungan emosional dengan masjid ini. Kira-kira tahun 92 saat saya nulis skripsi, penelitian saya itu di Kaligawe. Saya ingat betul, saya tidak punya saudara di Semarang bingung mau nginep di mana. Akhirnya saya tidur di masjid ini,” katanya.

Tak hanya itu, saat menjadi ketua panitia kegiatan di kampusnya, Ganjar juga pernah ke Semarang untuk mencari sponsor. Dan tempat yang digunakan untuk tidur adalah masjid Baiturrahman.

“Waktu itu beberapa kali tidur di masjid ini. Nggolek sing ngirit (cari yang hemat). Saya nggak tahu, apa dulu waktu tidur saya didoakan ya, hingga sekarang bisa seperti sekarang ini,” imbuhnya.

Selain kenangan masa lalu itu, putra semata wayangnya, Muhammad Zinedine Alam Ganjar juga lulusan SD Isriati. SD itu juga berada di kompleks Masjid Baiturrahman.

“Jadi melihat sudut-sudut di masjid ini, saya tidak asing. Hari ini mulai dibangun, mudah-mudahan lebih baik, lebih manfaat dan orang akan ibadah lebih semangat,” ucapnya.

Renovasi dan penataan Masjid Baiturrahman ini lanjut Ganjar memang sudah direncanakan lama. Saat kunjungan Presiden Joko Widodo waktu itu di Semarang, rencana itu sudah dibahas.

“Harapan kita Masjid Baiturrahman ini akan jadi salah satu icon dari area Simpanglima. Tadi sudah dijelaskan konsepnya, designnya menurut saya bagus banget. Di depan ini ada kolam air, menara diperbaiki dan struktur masjid dikuatkan. Parkir ditata dan kapasitasnya ditingkatkan karena ada basement. Pasti dijamin lebih cantik. Gelegernya dilihat pasti lebih wah, lebih adem lihatnya,” pungkasnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]