KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Audisi Denok Kenang 2023 Dibuka untuk Umum, Anak Muda Aktif di Media Sosial Berpeluang Besar Jadi Duta Wisata Kota Semarang

Audisi Denok Kenang 2023 Dibuka untuk Umum, Anak Muda Aktif di Media Sosial Berpeluang Besar Jadi Duta Wisata Kota Semarang

Audisi Denok Kenang 2023 Dibuka untuk Umum, Anak Muda Aktif di Media Sosial Berpeluang Besar Jadi Duta Wisata Kota Semarang

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, R Wing Wiyarso Poespojoedho, mengungkapkan pentingnya media sosial sebagai ajang promosi dan menjadikan pemilihan Duta Wisata Kota Semarang tahun 2023 akan mengutamakan para anak muda yang aktif berjejaring di media sosial.

Menurut Poespojoedho, para anak muda yang aktif di media sosial memiliki pengaruh yang besar dalam menyebarluaskan informasi tentang pariwisata Kota Semarang. Oleh karena itu, mereka dianggap sangat cocok untuk menjadi Duta Wisata yang melek digital.

Pemilihan Duta Wisata Kota Semarang tahun 2023 akan diadakan dalam waktu dekat. Diharapkan dengan dipilihnya para anak muda yang aktif di media sosial, promosi pariwisata Kota Semarang dapat lebih efektif dan menjangkau lebih banyak orang.

Poespojoedho mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers di Gedung Pandanaran pada Rabu (1/3/2023).

“Di era digital, ajang tahunan pemilihan Denok – Kenang selalu mengikuti perkembangan zaman. Kita berharap peserta 30 besar dan pemenangnya melek digital. Artinya, melalui media sosial, program promosi bisa dijalankan secara optimal,” ujar Wing Wiyarso.

Duta Wisata yang melek digital dinilai penting sebagai salah satu cara promosi kebudayaan maupun pariwisata yang cukup efektif. Oleh sebab itu, peserta yang aktif berjejaring di media sosial, tentunya akan memiliki nilai tambah dari pada peserta yang lain.

“Selain syarat yang sudah ditetapkan, memiliki jejaring di media sosial juga menjadi salah satu kriteria yang dipertimbangkan,” tuturnya.

Peserta yang bisa mengikuti audisi ini juga sangat luas, terbuka untuk umum. Sehingga, putra putri terbaik bangsa bisa melakukan yang terbaik juga untuk kota Semarang.

“Persyaratan saat ini lebih luas dalam ruang penjaringan peserta. Tidak hanya putra dan putri asal Kota Semarang. Peserta dari luar daerah yang berdomisili di Kota Semarang juga bisa mendaftar,” imbuhnya.

Pendaftaran Denok – Kenang 2023 telah dibuka sampai dengan tanggal 4 Mei 2023. Dalam proses seleksi ini, peserta akan melalui tahapan audisi hingga Grand Final. Seluruh peserta diharapkan mampu menampilkan kemampuan dan talenta terbaiknya dalam menghangatkan persaingan pemenang.

Adapun syarat pendaftaran Denok Kenang 2023 antara lain Warga Negara Indonesia (dibuktikan dengan fotokopi KTP dan surat domisili), berusia 17-25 pada tahun 2023, tinggi badan Denok minimal 160 cm, Kenang minimal 170 cm, belum menikah, sehat jasmani dan rohani, mengisi berkas pendaftaran online, mendapatkan izin dari sekolah bagi pelajar SMA/SMK (dibuktikan dengan surat keterangan izin sekolah), melampirkan sertifikat TOEFL atau keahlian (bagi yang memiliki). Pendaftaran Denok – Kenang 2023 sendiri dilakukan melalui website denokkenang.semarangkota.go.id.

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
[pekok2]