RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Enggan Pulang dari Rumah Kakek, Bocah 7 Tahun di Ungaran Justru Tersesat hingga Ditemukan Warga

Enggan Pulang dari Rumah Kakek, Bocah 7 Tahun di Ungaran Justru Tersesat hingga Ditemukan Warga

Enggan Pulang dari Rumah Kakek, Bocah 7 Tahun di Ungaran Justru Tersesat hingga Ditemukan Warga

Riski, bocah 7 tahun asal Desa Munding, Bergas yang sempat kebingungan dan tersesat di sekitar Kelurahan Kalirejo usai bermain di rumah kakeknya berhasil dikembalikan kepada orang tuanya, Senin (3/11/2025). Foto: Humas Polres Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Keinginan seorang bocah untuk tetap bermain di rumah kakeknya berujung pada kepanikan. Ahmad Riski (7), warga Dusun Cemanggal, Desa Munding, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang ditemukan dalam keadaan kebingungan di wilayah Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Senin (3/11/2025) pagi.

Riski pertama kali ditemukan oleh Novan (42) dan istrinya saat mereka melintas di bawah Café Harmony. Anak tersebut terlihat bingung di pinggir jalan. Ketika ditanya, ia sempat menunjuk ke arah kafe dan mengatakan rumahnya di sekitar situ.

“Tapi setelah saya bonceng dan berkeliling, ia malah makin tidak tahu arah,” jelas Novan.

Novan kemudian memutuskan melapor ke Polsek Ungaran setelah bocah tersebut tak bisa menunjukkan jalan pulang. Dari penelusuran petugas, sekitar pukul 10.50 WIB diketahui bahwa Riski merupakan anak dari Juwari (41), warga Desa Munding, Bergas.

Dari keterangan Juwari, terungkap bahwa dua hari sebelumnya ia mengajak Riski berkunjung ke rumah kakeknya di Kalianyar, Kalirejo, sambil membantu renovasi rumah saudaranya. Saat hendak pulang, Riski menolak diajak dan memilih tinggal bersama sang kakek.

“Sudah saya ajak pulang setelah salat Subuh, tapi anaknya tidak mau. Katanya masih ingin di rumah kakek,” ujar Juwari kepada petugas.

Namun pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB, Riski berpamitan pada keluarganya seolah hendak berangkat sekolah. Tanpa diketahui siapa pun, ia berjalan sendiri dan justru tersesat hingga ke kawasan Kalirejo, Ungaran Timur, yang berjarak sekitar 5 kilometer dari rumah kakeknya.

Kasus ini sempat menghebohkan warga setempat, namun hanya dalam waktu kurang dari tiga jam, Polsek Ungaran berhasil menemukan dan mengantarkan Riski kembali ke orang tuanya.
Beruntung, warga yang menemukan segera melapor ke polisi hingga akhirnya bocah itu berhasil dipertemukan kembali dengan orang tuanya.

“Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat. Sinergi antara warga dan aparat menjadi kunci agar peristiwa seperti ini bisa cepat diselesaikan tanpa menimbulkan keresahan,” kata Kapolsek Ungaran AKP Sugiyarta. (win)

BACA JUGA :

kecelakaan
Duka di Malam Sabtu, Pengendara Honda Beat alami Laka hingga Meninggal
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD, BMKG, dan Dinkes meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik, terutama terhadap paparan PM2,5 dan debu selama musim kemarau yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Imbas GAK, Pemkot Semarang Minta Warga tidak Panik
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis