KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

INI-IPPAT Kabupaten Semarang Raih Empat Piala di PORSENI Jawa Tengah 2025

INI-IPPAT Kabupaten Semarang Raih Empat Piala di PORSENI Jawa Tengah 2025

INI-IPPAT Kabupaten Semarang Raih Empat Piala di PORSENI Jawa Tengah 2025

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Perhelatan Pekan Olahraga dan Seni Ikatan Notaris Indonesia–Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PORSENI INI-IPPAT) Jawa Tengah berlangsung meriah di GOR Gelarsena Klaten, pada 19–20 September 2025. Lebih dari 30 Pengurus Daerah (Pengda) se-Jawa Tengah ambil bagian dalam ajang ini yang menjadi sarana silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antarprofesi hukum, khususnya notaris dan PPAT.

Cabang yang diperlombakan meliputi empat bidang olahraga, yakni bulu tangkis, tenis meja, futsal, dan tarik tambang, serta dua cabang seni berupa defile kontingen dan tari kreasi.

Dalam gelaran ini, Pengda INI-IPPAT Kabupaten Semarang berhasil meraih empat piala dari enam cabang yang dilombakan. Prestasi tersebut datang dari cabang bulu tangkis, tarik tambang, defile, serta tari kreasi.

Ketua INI Kabupaten Semarang, Otto Hari Tri Sapta Adji, S.H., menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh kontingen.

“Dengan partisipasi Pengda Kabupaten Semarang dalam kegiatan PORSENI tahun ini, harapannya jiwa korsa dan kekompakan antarangota semakin kuat dan solid. Saya juga berterima kasih kepada Mas Pramiko, S.H., M.Kn., dan Mbak Juwartini, S.H., M.Kn., selaku Ketua Tim Kontingen dan Official Tim Kabupaten Semarang, beserta para kontingen olahraga dan seni atas kerja kerasnya di PORSENI tahun ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah INI Jawa Tengah, Al Halim, S.H., M.Kn., M.H,menegaskan bahwa ajang ini bukan hanya kompetisi, melainkan juga wadah memperkuat solidaritas, sportivitas, sekaligus mempererat silaturahmi di antara keluarga besar notaris dan PPAT.

“Bukan sekadar lomba, ini adalah wadah mempererat solidaritas, sportivitas, sekaligus kebersamaan keluarga besar notaris dan PPAT,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Pengurus Wilayah IPPAT Jawa Tengah, Wedy Asmara, S.H., M.Kn. Ia mengaku terkejut melihat animo peserta yang begitu tinggi.

“Alhamdulillah acara ini berjalan dengan sangat meriah, dan respons dari teman-teman sangat apresiatif. Saya tidak menyangka animonya akan setinggi ini. Lebih dari 900 peserta ikut, belum termasuk penonton. Harapan kami, PORSENI ini bisa digelar setiap tahun,” ujarnya penuh syukur.

PORSENI INI-IPPAT Jawa Tengah 2025 menjadi bukti bahwa profesi notaris dan PPAT tidak hanya berkiprah dalam bidang hukum, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga dan seni. Ajang ini diharapkan dapat terus berlangsung secara rutin untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kebanggaan organisasi. (ben)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]