KABAR RASIKA

JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani

JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani

JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani

Ibu Arum penyintas kanker yang sangat terbantu dengan hadirnya program JKN, dr. Faris Amrullah Direktur At-Tin Hospital Bawen

KABUPATEN SEMARANG – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Ungaran terus menunjukkan capaian positif. Cakupan kepesertaan di Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kota Salatiga kini telah menembus lebih dari 98 persen, diiringi komitmen peningkatan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam Media Gathering 2026 BPJS Kesehatan Cabang Ungaran bertema “Menguatkan Sinergi, Menebar Manfaat” yang digelar di Boemisora, Getasan, Kabupaten Semarang.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ungaran, dr. Sri Mugirahayu, M.H., AAK., mengatakan tantangan yang kini dihadapi bukan lagi memperluas cakupan peserta, melainkan meningkatkan tingkat keaktifan kepesertaan, khususnya di Kabupaten Kendal.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ungaran, dr. Sri Mugirahayu, M.H., AAK

“Untuk cakupan peserta di wilayah kerja kami sudah di atas 98 persen. Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga tingkat keaktifannya sudah di atas 80 persen sesuai target, sedangkan Kabupaten Kendal masih berada di kisaran 70 persen. Kami optimistis pada Oktober nanti dapat meningkat hingga setara dengan dua daerah lainnya,” ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, BPJS Kesehatan terus melakukan advokasi kepada pemerintah daerah serta menggandeng badan usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Pemerintah Kabupaten Kendal bahkan telah berkomitmen menambah sekitar 116 ribu peserta JKN melalui anggaran perubahan, sementara sejumlah perusahaan mulai didorong membantu pembayaran iuran masyarakat di sekitarnya.

Saat ini, layanan JKN di wilayah kerja Cabang Ungaran didukung sekitar 22 rumah sakit dan lebih dari 200 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang melayani sekitar 2,5 juta peserta.

Di tengah tingginya kebutuhan layanan kesehatan, BPJS Kesehatan juga menegaskan komitmennya menjaga mutu pelayanan. Pernyataan tersebut sekaligus menanggapi perhatian publik terhadap kasus pasien yang dikabarkan harus menunggu lama mendapatkan ruang rawat inap.

Menurut dr. Sri Mugirahayu, BPJS Kesehatan secara rutin melakukan supervisi ke rumah sakit dan puskesmas untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai standar, mulai dari sistem pendaftaran, waktu tunggu pasien bertemu dokter, antrean farmasi, hingga ketersediaan tempat tidur.

Ia menjelaskan, khusus pasien yang datang melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD), rumah sakit tidak diperbolehkan menolak pasien meski ruang rawat inap sedang penuh.

“Untuk pasien dari IGD sudah ada SOP. Setelah kondisi kegawatdaruratannya ditangani, pasien dapat ditempatkan sementara di ruang transito sambil menunggu tempat tidur tersedia. Yang perlu terus diperbaiki adalah komunikasi kepada keluarga pasien agar memahami alur pelayanan yang sedang berlangsung,” jelasnya.

Komitmen serupa juga disampaikan Direktur At-Tin Hospital Bawen, dr. H. Faris Amrullah, MARS., FISQua. Menurutnya, rumah sakit telah membangun sistem pelayanan terintegrasi agar pasien memperoleh penanganan secepat mungkin, baik melalui poliklinik maupun Instalasi Gawat Darurat.

Ia mengatakan At-Tin Hospital menjaga Bed Occupancy Rate (BOR) di kisaran 60 persen agar pelayanan tetap optimal dan waktu tunggu pasien dapat ditekan.

“Kami sudah menyiapkan sistem mulai dari pendaftaran, admisi, pelayanan di poliklinik hingga IGD. Harapannya pasien tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan. Salah satu yang terus kami benahi adalah memastikan dokter spesialis hadir tepat waktu sesuai jadwal praktik,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, BPJS Kesehatan juga menghadirkan testimoni peserta JKN, Arif Arum Ningsih, penyintas kanker payudara yang telah menjalani pengobatan sejak 2022.

Arif mengaku sempat merasa takut dan cemas saat pertama kali didiagnosis menderita kanker. Namun kehadiran Program JKN membuat dirinya dapat menjalani seluruh rangkaian pengobatan tanpa terbebani biaya yang sangat besar.

“Seluruh proses pengobatan saya ditanggung BPJS Kesehatan. Pelayanannya ramah, obat-obatan tersedia, dan prosedurnya mudah. Saya bisa lebih tenang dan fokus menjalani pengobatan,” tuturnya.

Menanggapi kisah tersebut, dr. Sri Mugirahayu mengatakan pengalaman Arif menjadi bukti nyata bahwa Program JKN tidak hanya memberikan perlindungan kesehatan, tetapi juga melindungi masyarakat dari risiko beban biaya pengobatan, khususnya untuk penyakit katastropik seperti kanker.

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa JKN hadir bukan hanya saat sehat, tetapi menjadi perlindungan ketika menghadapi kondisi yang tidak pernah diharapkan. Karena itu kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan bersama seluruh fasilitas kesehatan mitra agar peserta memperoleh pelayanan yang cepat, mudah, dan berkualitas,” pungkasnya.

BACA JUGA :

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan 31 Asuransi Kesehatan Tambahan
BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan 31 Asuransi Kesehatan Tambahan
Akses JKN Makin Luas, Mutu Layanan Faskes Jadi Perhatian
Akses JKN Makin Luas, Mutu Layanan Faskes Jadi Perhatian
BPJS Kesehatan memperkuat standar pelayanan publik melalui Customer eXcellence 126 atau CX126 yang mengukur kualitas layanan di 126 kantor cabang. Program ini menekankan pelayanan yang mudah, cepat, setara, dan solutif dengan melibatkan pengalaman peserta. Hasil penilaian diharapkan menjadi acuan perbaikan berkelanjutan agar kualitas layanan JKN lebih konsisten di seluruh Indonesia.
BPJS Kesehatan Uji Kualitas Pelayanan Lewat CX126: Peserta JKN Tak Cuma Butuh Cepat, Tapi Juga Kepastian
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Resta Pendopo KM 456, dari Ajang Lari hingga Pemberdayaan Difabel
Resta Pendopo KM 456, dari Ajang Lari hingga Pemberdayaan Difabel
Resta Pendopo KM456 di ruas Tol Semarang–Solo mengembangkan rest area sebagai ruang kolaborasi komunitas, promosi potensi lokal, dan pemberdayaan kelompok difabel. Upaya ini diwujudkan melalui Resta Friendship...
Atlet selam asal Kabupaten Jepara, Syabila Rizkia Putri Raharja (22), meninggal dunia setelah mengalami kondisi darurat saat mengikuti nomor selam laut 3 kilometer di Pantai Awann Costa, Semarang, Minggu (25/10/2026). Sebelumnya, Syabila meraih dua medali emas pada nomor selam kolam. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan belasungkawa, sementara KONI Jateng mengevaluasi prosedur keselamatan dan kesiapan tim penyelamat.
Jateng Berduka, Atlet Selam Syabila Rizkia Meninggal Saat Berlaga di Porprov
Atlet selam asal Kabupaten Jepara, Syabila Rizkia Putri Raharja (22), meninggal dunia setelah mengalami kondisi darurat saat mengikuti nomor selam laut 3 kilometer di Pantai Awann Costa, Semarang, Minggu...
Kebakaran Gunung Sumbing yang melanda wilayah Wonosobo, Magelang, dan Temanggung berhasil dipadamkan setelah relawan berjibaku di medan terjal dengan peralatan terbatas. Wakil Ketua Basecamp Bimawari Jumari mengungkapkan proses pemadaman dilakukan secara manual di tengah angin kencang. Warga dan relawan meminta penguatan sarana, seperti embung, jalur penyelamatan, dan drone, untuk mendukung pencegahan kebakaran serta keselamatan pendaki.
Api Sumbing Padam, Relawan Berjibaku dengan Peralatan Seadanya
Kebakaran Gunung Sumbing yang melanda wilayah Wonosobo, Magelang, dan Temanggung berhasil dipadamkan setelah relawan berjibaku di medan terjal dengan peralatan terbatas. Wakil Ketua Basecamp Bimawari Jumari...
Kontingen Muaythai Kota Salatiga melampaui target empat medali emas pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dengan meraih lima emas, lima perak, dan empat perunggu. Pelatih Yusuf Susilo mengapresiasi kerja keras para atlet yang berhasil mengumpulkan total 14 medali. Capaian tersebut menjadi modal untuk menjaga konsistensi prestasi melalui dukungan pemerintah daerah dan KONI.
Lampaui Target, Kontingen Muaythai Salatiga raih Lima Emas di ajang Porprov XVII
Kontingen Muaythai Kota Salatiga melampaui target empat medali emas pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dengan meraih lima emas, lima perak, dan empat perunggu. Pelatih Yusuf Susilo mengapresiasi kerja...
Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ekonomi Capai
Laporan 'Dua Tahun Gerak Nyata' : Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ekonomi Capai 5,45%
Karya Milenial Serasi menggelar diskusi publik di Semarang, Jumat (23/10/2026), untuk membahas dampak kebijakan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka...
Muat Lebih

POPULER

Kontingen sambo Kota Salatiga meraih tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu pada hari pertama Porprov Jawa Tengah 2026, Kamis (22/10). Medali emas dipersembahkan Michel Angelo, Nanda Bagus Yuniarta, dan Rendi Dwi Kuncoro. Sementara itu, Pradipa Bagaskara Pratama meraih perak dan Surya Adji Nugroho menyumbangkan perunggu.
Sambo Salatiga Borong Tiga Emas dalam Porprov Jateng
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar Job Fair ke-49 pada 22–23 Oktober 2026 di Balairung UKSW, Salatiga, pukul 09.00–16.00 WIB. Kegiatan gratis dan terbuka untuk umum ini menghadirkan 393 lowongan dari lebih dari 35 perusahaan dan sekolah, serta menyediakan lokakarya karier, konsultasi kesiapan kerja, dan kesempatan mengikuti tes seleksi secara langsung.
393 Loker dari 35 Perusahaan Tersedia dalam Job Fair UKSW ke-49
Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
[pekok2]