URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kecamatan Ambarawa merintis Museum Ambarawa yang resmi dibuka 10–13 September 2025 sebagai tahap perkenalan. Plt Camat Sukamdi menyebut museum menampilkan foto, lukisan, keris, tombak, hingga sisa candi, sekaligus sarana literasi sejarah. Ia berharap dukungan pemerintah agar museum dikelola profesional dan menjadi daya tarik wisata.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kecamatan Ambarawa Rintis Museum Sejarah, Bakal Dibuka untuk Umum

Kecamatan Ambarawa Rintis Museum Sejarah, Bakal Dibuka untuk Umum

Kecamatan Ambarawa Rintis Museum Sejarah, Bakal Dibuka untuk Umum

Pengunjung melihat koleksi benda bersejarah di salah satu ruangan museum kompleks Kantor Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (11/9/2025). Foto: win

RASIKAFM.COM | AMBARAWA – Kantor Kecamatan Ambarawa merintis pendirian Museum Ambarawa yang menampilkan berbagai koleksi sejarah. Museum ini telah dibuka untuk umum pada 10 hingga 13 September 2025 sebagai tahap awal perkenalan kepada masyarakat.

Pelaksana tugas (Plt) Camat Ambarawa, Sukamdi, mengatakan gagasan mendirikan museum berangkat dari kekayaan sejarah yang dimiliki wilayah Ambarawa. Menurutnya, Ambarawa memiliki banyak cerita dan peninggalan yang perlu dilestarikan.

“Ambarawa sangat istimewa, sangat luar biasa. Saya pengennya ke depan ada kerja sama dengan sekolah, sehingga anak-anak bisa datang ke museum untuk melihat langsung,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).

Sukamdi menjelaskan, koleksi yang dipamerkan antara lain foto-foto sejarah Ambarawa, sejumlah lukisan, serta peninggalan berupa keris, tombak, hingga sisa-sisa bangunan candi. Ia menyebut konsep yang diusung tidak sekadar pameran benda bersejarah, melainkan juga sarana literasi sejarah bagi masyarakat.

“Konsep saya nanti adalah museum dan sejarah literasi. Jadi masyarakat bukan hanya melihat benda, tetapi juga mendapat pengetahuan tentang sejarah Ambarawa,” terangnya.

Namun demikian, Sukamdi menegaskan pihak kecamatan tidak dapat berjalan sendiri dalam mengembangkan museum. Ia berharap ada dukungan dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat agar museum bisa dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

“Kalau kami berjalan sendiri akan kesulitan. Karena itu kami memohon bantuan dari pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat,” katanya.

Lebih jauh, Sukamdi menyampaikan rencana penataan ulang Kantor Kecamatan Ambarawa jika dukungan dari pemerintah terwujud. Menurutnya, pendopo kecamatan akan difungsikan sebagai museum, sementara bangunan kantor dipindahkan ke bagian belakang.

“Kalau ada dukungan penuh, bangunan kantor akan kita geser ke belakang. Jadi pendopo bisa dipakai sebagai museum, dan kantor kecamatan pindah ke belakang,” ungkapnya.

Ia berharap kehadiran Museum Ambarawa dapat menjadi sarana pendidikan dan kebanggaan warga, sekaligus menambah daya tarik wisata di wilayah tersebut. (win)

BACA JUGA :

Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved