KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Maksimalkan Pendapatan Parkir, Pemkot Salatiga Lounching Aplikasi e-parking Parkir’o

Maksimalkan Pendapatan Parkir, Pemkot Salatiga Lounching Aplikasi e-parking Parkir’o

Maksimalkan Pendapatan Parkir, Pemkot Salatiga Lounching Aplikasi e-parking Parkir’o

Aplikasi e-parking yang bernama Parkir’o dilaunching oleh Penjabat(Pj) Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi dalam Rangka Peringatan Hari Perhubungan Nasional Tahun 2022, yang digelar di Halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga, Jumat (16/09/2022).

E-parking yang bernama Parkir’o ini bisa menjadi sebuah solusi untuk pengelolaan restribusi parkir non tunai yang ada di Kota Salatiga dengan pemanfaatan teknologi informasi. Dimana hal tersebut akan meningkatkan pelayanan ke masyarakat dalam hal parkir kendaraan.

“Layanan e-parking yang saya beri nama Parkir’o ini, agar namanya lebih familiar dalam masyarakat. “Saya ingin yang lebih jawani dan mengerucut nama yakni Parkir’o. Dengan sistem ini, tarikan restribusi akan lebih mudah, bagaimana caranya yakni dengan Parkir’o. Hal ini juga untuk meningkatkan layanan ke masyarakat, yang juga penting adalah adanya langkah pengawasan dari apa yang dilakukan dalam e-parking tersebut” kata Sinoeng.

Sinoeng selalu mendukung kegiatan yang memang mempunyai pengaruh terhadap pelayanan kepada masyarakat, dalam hal ini yakni bidang transportasi darat, maupun dalam hal parkir kendaraan.

“Pilot Project untuk e-parking yang bernama Parkir’o ini akan dilakukan di kawasan Jalan jenderal Sudirman Kota Salatiga. Di Kota Salatiga sendiri, ada sejumlah 28 Jukir dengan jam tertentu yang siap untuk menyetorkan hasil parkirnya tadi melalui sebuah aplikasi. Jam penyetoran juga harus dikomunikasikan dengan baik, agar tidak miscommunication,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga, Sri Satuti mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan simbol atau langkah awal untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Acara peringatan Hari Perhubungan juga digelar sederhana di Halaman kantor Dishub yang berlatar belakang pohon rambutan dan durian.

“Tema peringatan Nasional Hari perhubungan tahun 2022 adalah Bangkit Maju Bersama. Dimana dalam kegiatan yang digelar Dishub juga menggandeng stakeholder yang ada, salah satunya adalah dengan menggandeng pihak Bank Jateng Cabang Salatiga dalam kegiatan Launching E-Parking tadi,”jelas Sri Satuti.

Kadishub perempuan ini juga berharap agar parkir yang merupakan salah satu pendapatan asli daerah yang seksi dari Dinas Perhubungan ini bisa lebih baik lagi. Sehingga mendapat sorotan dari lapisan masyarakat dan dituntut untuk lebih transparan.

“Dengan adanya launching e-parking Parkio’o tersebut, nantinya uang parkir akan disetorkan juru parkir langsung ke Bank Jateng lewat online. Hal ini diharapkan akan mengurangi apa yang dituduhkan berbagai pihak kalau ada kebocoran di parkir. Semoga ini bisa menjadikan restribusi parkir menjadi lebih baik lagi,” tambahnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]