URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Puncak Hari Santri Nasional (HSN) 2025 digelar PWNU Jawa Tengah di Kabupaten Semarang pada 23–25 Oktober 2025. Acara ini bertujuan memperkuat ekonomi umat melalui sektor pertanian dan UMKM. Kegiatan dilaksanakan dengan berbagai agenda religius, pelatihan petani, serta bazar produk lokal yang melibatkan masyarakat luas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Puncak Resepsi Hari Santri Nasional di Kabupaten Semarang, NU Teguhkan Komitmen Kemandirian Pangan dan UMKM

Puncak Resepsi Hari Santri Nasional di Kabupaten Semarang, NU Teguhkan Komitmen Kemandirian Pangan dan UMKM

Puncak Resepsi Hari Santri Nasional di Kabupaten Semarang, NU Teguhkan Komitmen Kemandirian Pangan dan UMKM

Ketua PWNU Jateng KH Abdul Ghaffar Rozin didampingi Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Wakil Bupati Nur Arifah, dan Ketua PCNU Ahmad Fauzan menggunting pita sebagai tanda dibukanya puncak resepsi HSN 2025 di Stadion Pandanaran Wujil, Bergas, Kamis (23/10/2025). Foto: dok. Rasika
Ketua PWNU Jateng KH Abdul Ghaffar Rozin didampingi Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Wakil Bupati Nur Arifah, dan Ketua PCNU Ahmad Fauzan menggunting pita sebagai tanda dibukanya puncak resepsi HSN 2025 di Stadion Pandanaran Wujil, Bergas, Kamis (23/10/2025). Foto: dok. Rasika
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Puncak resepsi Hari Santri Nasional (HSN) 2025 digelar di Kabupaten Semarang selama tiga hari, mulai 23–25 Oktober 2025. Selain menjadi ajang perayaan religius, kegiatan ini juga menonjolkan semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian dan pelaku UMKM.

Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin, mengatakan rangkaian kegiatan HSN tahun ini tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan, tetapi juga pada penguatan ekonomi umat. Menurutnya, NU ingin meneguhkan kembali pentingnya sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional.

“Besok akan hadir Wakil Menteri Pertanian Pak Sudaryono untuk mengisi kegiatan bertema pertanian. Kabupaten Semarang ini terkenal dengan pertanian organiknya. Kami ingin gerakan kembali ke pertanian dimulai dari sini, dengan dukungan pemerintah daerah,” ujar Gus Rozin (sapaan akrabnya) usai membuka puncak resepsi HSN 2025 di Stadion Pandanaran Wujil, Bergas, Kamis (23/10/2025).

Ia menegaskan, penguasaan pangan menjadi kunci peradaban modern. Karena itu, NU mendorong warganya untuk memperkuat sektor pertanian dan kemandirian ekonomi.

“Sekarang ini pemenang peradaban adalah yang menguasai pangan, bukan lagi yang menguasai energi. Kekuatan pangan akan kita kembalikan kepada Nahdlatul Ulama,” tambahnya.

Selain kegiatan keagamaan seperti ngaji bandongan bersama Gus Kautsar dan KH Chalwani, puncak HSN juga diisi dengan bazar UMKM, halaqah pengasuh pesantren, dan pelatihan bagi petani. Melalui Lembaga Perekonomian NU (LPNU), PWNU Jawa Tengah turut mendorong pelaku UMKM agar naik kelas dengan memberikan pendampingan terkait akses keuangan, legalitas usaha, dan perpajakan.

“Kalau bicara masyarakat NU, yang terbesar adalah petani, nelayan, dan pelaku UMKM. LPNU berperan menjembatani mereka agar bisa berkembang secara profesional dan berdaya saing,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengapresiasi pelaksanaan puncak HSN di wilayahnya. Ia menilai kegiatan ini membawa dampak ekonomi positif bagi warga, terutama pelaku UMKM dan petani lokal.

“Kami berterima kasih atas dipilihnya Kabupaten Semarang sebagai tuan rumah. Bazar UMKM sangat membantu masyarakat untuk memasarkan produk unggulan daerah, sementara pelatihan petani menjadi bekal penting bagi peningkatan produktivitas pertanian,” ucapnya.

Sebagai informasi, rangkaian kegiatan puncak resepsi HSN 2025 di Kabupaten Semarang dimulai pada Kamis (23/10/2025) dengan acara pentas seni santri, bazar UMKM, dan ngaji bandongan serta ijazah kubra PWNU Jateng bersama Gus Kautsar dan KH Achmad Chalwani pengasuh Ponpes An-Nawawi Berjan, Purworejo.

Dilanjutkan Jumat (24/10/2025) dengan kegiatan halaqah pengasuh pesantren yang akan membahas isu-isu seputar pesantren. Malam harinya digelar pentas wayang kulit dengan lakon Kalimasada Kawedar bersama dalang Ki M Ya’la Kholil dari Susukan, Kabupaten Semarang.

Puncak resepsi ditutup dengan jalan sehat santri pada Sabtu (25/10/2025) dengan hadiah utama berupa tiket umrah untuk dua orang. (win)

BACA JUGA :

Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga