KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Seleksi Paralayang Porprov Jateng 2026 Dimulai di Gunung Gajah, 87 Pilot Adu Kualitas Terbang

Seleksi Paralayang Porprov Jateng 2026 Dimulai di Gunung Gajah, 87 Pilot Adu Kualitas Terbang

Seleksi Paralayang Porprov Jateng 2026 Dimulai di Gunung Gajah, 87 Pilot Adu Kualitas Terbang

Atlet paralayang bersiap landing di Gelora H Agus Salim, Muncul usai take off dari Gunung Gajah, Getasan saat mengikuti seleksi Porprov Jateng 2026, Kamis (21/8/2025). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Seleksi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 untuk cabang olahraga paralayang resmi dimulai pada Kamis (21/8/2025). Ajang ini mengambil lokasi take off di Gunung Gajah, Desa Nogosaren, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Sebanyak 87 pilot (atlet paralayang) dari berbagai kabupaten/kota di Jateng ambil bagian dalam seleksi ini.

Salah satu peserta, Nisita Syifa (18), pilot putri asal Ambarawa, mengaku antusias mengikuti ajang ini. Ia turun di kategori junior dan sudah terbiasa berlatih di Gunung Gajah maupun Gunung Telomoyo.

“Kalau di Semarang biasanya latihan di Piramida Rowosari Meteseh. Tantangannya di sini take off cukup sempit, jadi harus satu per satu. Target saya bisa lolos Porprov. Saya mulai menggeluti olahraga ini sejak 2021, karena tertarik saja, apalagi jarang perempuan yang terjun di olahraga ini,” ungkap Nisita.

Anang Dwi Martanto (25), pilot senior asal Karanganyar, menilai faktor cuaca menjadi kendala utama seleksi kali ini.

“Sudah tiga hari latihan di sini, sebelumnya rutin di Kemuning tiap Sabtu-Minggu. Tapi di Gunung Gajah ini cuaca cukup menantang, kadang hujan dan berkabut, sehingga terbangnya belum maksimal. Padahal sebenarnya lokasi ini cocok untuk cross country, pemandangannya juga indah karena ada Rawa Pening dan bukit-bukit,” jelas Anang.

Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kabupaten Semarang, Sundari, memastikan kesiapan sebagai tuan rumah. Menurutnya, seluruh persiapan teknis didukung KONI dan berbagai pihak terkait.

“Dari Kabupaten Semarang kami siapkan lima pilot. Kendala utama memang cuaca, tapi dari sisi fasilitas sudah memenuhi syarat. Lokasi take off memang lebih sempit dibanding Kemuning karena terasiring, jadi harus satu per satu. Tapi alhamdulillah bisa digunakan dengan baik,” katanya.

Sundari menambahkan, Kabupaten Semarang sebagai tuan rumah otomatis mendapat wildcard lolos ke Porprov Jateng 2026. Momentum seleksi ini dimanfaatkan untuk pemantapan.

“Target kami empat emas. Kelemahan sebelumnya ada di peralatan, maka untuk Porprov 2026 kami sudah siapkan payung baru agar atlet lebih siap,” jelasnya.

Terpisah, Technical Delegate Porprov Jateng Cabor Paralayang, Alfari Widyasmara, menyampaikan ada 7 kelas dalam seleksi kali ini, yakni ketepatan mendarat kelas A perorangan putra, peorangan putri, dan beregu, ketepatan mendarat kelas B perorangan putra, perorangan putri, dan beregu, serta ketepatan mendarat tandem kelas A.

“Nanti akan diambil 12 daerah saja untuk maju ke Porprov Jateng 2026,” urainya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]