RASIKAFM.COM | UNGARAN – DPRD Kabupaten Semarang mendorong adanya kesepakatan antarkabupaten/kota di Jawa Tengah terkait besaran bonus atlet peraih medali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII 2026. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan potensi perpindahan atlet ke daerah lain karena tergiur tawaran bonus yang lebih besar.
Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening mengatakan, penyesuaian besaran bonus antardaerah diperlukan agar tidak terjadi persaingan yang kurang sehat dalam pembinaan olahraga. Menurutnya, penghargaan kepada atlet semestinya tetap diberikan secara wajar dan proporsional, tanpa menjadikan nominal bonus sebagai orientasi utama dalam kompetisi.
“Kalau itu disamakan melalui kesepakatan informal antarkepala daerah, saya menyambut baik. Tetapi harus wajar. Ini juga untuk mengurangi potensi atlet yang motivasinya karena mengejar bonus lebih besar, biar ekosistem olahraga di Jawa Tengah bisa lebih sehat,” ujarnya ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/11/2026).
Bondan menilai, perbedaan nominal bonus yang terlalu mencolok berpotensi memunculkan persaingan antardaerah dalam menarik atlet.
“Diperlukan komitmen bersama agar pemberian bonus tidak menjadi faktor yang mendorong atlet berpindah daerah demi mendapatkan penghargaan lebih besar,” katanya.
Terkait penganggaran, DPRD mendukung rencana Pemerintah Kabupaten Semarang mengalokasikan bonus atlet dan pelatih pada Perubahan APBD 2027. Namun, penentuan nominalnya tetap harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta prestasi dan kerja keras atlet selama mengikuti Porprov.
“Kami juga harus melihat keuangan daerah. Kerja keras atlet dan seluruh ofisial yang mempersiapkan Porprov ini harus kita hitung, supaya yang diterima nanti layak dan wajar,” katanya.
Pada Porprov XVII 2026, kontingen Kabupaten Semarang berhasil menempati peringkat ke-10 dengan raihan 25 medali emas, 30 perak, dan 32 perunggu. Posisi tersebut meningkat dibandingkan Porprov 2023 di Pati Raya yang menempatkan Kabupaten Semarang di peringkat ke-11.
“Kami mengapresiasi peningkatan prestasi tersebut. Harapannya, capaian itu menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan dan regenerasi atlet,” bebernya.
Menurut Bondan, pembinaan tidak boleh hanya berorientasi pada Porprov, tetapi juga harus diarahkan agar atlet Kabupaten Semarang mampu berkompetisi di jenjang yang lebih tinggi, bahkan hingga tingkat dunia.
“Tentu diimbangi dengan peningkatan sarana dan prasarana olahraga,” imbuhnya.
Sebelumnya, Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan bahwa Pemkab Semarang masih menunggu kesepakatan dengan sejumlah daerah terkait besaran bonus. Komunikasi telah dilakukan dengan beberapa kepala daerah, terutama daerah yang menjadi tuan rumah Porprov 2026, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Demak, dan Kendal.
‘Harapan kami, besaran bonus peraih medali emas, perak, dan perunggu tidak menimbulkan kesenjangan antarkabupaten/kota. Pemberian bonus juga akan dilakukan secara by name by address, termasuk bagi pelatih,” ungkapnya. (win)









