RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Talud di Belakang Garasi Truk DLH Kabupaten Semarang Roboh, Pegawai Tuntut Ganti Rugi Motor Rusak

Talud di Belakang Garasi Truk DLH Kabupaten Semarang Roboh, Pegawai Tuntut Ganti Rugi Motor Rusak

Talud di Belakang Garasi Truk DLH Kabupaten Semarang Roboh, Pegawai Tuntut Ganti Rugi Motor Rusak

Talud setinggi 6 meter yang ada di belakang garasi truk DLH Kabupaten Semarang di Lingkungan Gembongan, Bergas roboh dan menimpa ruang alat kebersihan dan gudang pelumas, Kamis (23/10/2025). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Talud setinggi sekitar enam meter dengan panjang kurang lebih 15 meter di belakang gedung workshop dan garasi truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang yang berlokasi di Lingkungan Gembongan, Kelurahan Karangjati, Bergas roboh, Kamis (23/10/2025) siang.

Material talud yang ambrol menimpa ruang alat kebersihan, gudang pelumas, serta ruang penyimpanan alat tak terpakai hingga mengalami kerusakan berat. Selain itu, tiga unit sepeda motor milik pegawai DLH juga turut menjadi korban.

Salah satu pegawai DLH, Agus Sobirin (43), mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 12.30 WIB saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

“Awalnya hujan deras, lalu terdengar suara gemuruh. Kami yang sedang berteduh langsung lari menyelamatkan diri. Kejadiannya cepat sekali, tahu-tahu batu dan tanah sudah menimpa bangunan,” ujarnya.

Agus menyebut motor miliknya tertimbun material longsor, sementara dua motor lain juga terkena dampak namun masih bisa diselamatkan.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi motor saya rusak parah. Saya akan menuntut ganti rugi sesuai dengan harga motor saya,” tegasnya.

Menurut Agus, kondisi talud yang roboh itu sejak awal sudah dinilai tidak memenuhi standar konstruksi.

“Dari awal kami sudah mengingatkan, bangunannya kok tidak pakai cakar ayam, tegak lurus, tidak ada trap-nya seperti talud di pinggir tol. Tapi tetap dilanjutkan,” kata dia.

Pihak DLH Kabupaten Semarang belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. Namun, rencananya akan dibuat berita acara antara DLH dan pemilik proyek. (win)

BACA JUGA :

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD, BMKG, dan Dinkes meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik, terutama terhadap paparan PM2,5 dan debu selama musim kemarau yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Imbas GAK, Pemkot Semarang Minta Warga tidak Panik
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
                 

Warning: Undefined variable $output in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/pekok/pekok.php on line 157