KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Jelang Imlek 2577 Kongzili, Umat Bersihkan Klenteng Hok Tek Bio Salatiga

Jelang Imlek 2577 Kongzili, Umat Bersihkan Klenteng Hok Tek Bio Salatiga

Jelang Imlek 2577 Kongzili, Umat Bersihkan Klenteng Hok Tek Bio Salatiga

Acara pembersihan Klenteng

RASIKAFM.COM | SALATIGA — Mendekati perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, suasana Klenteng Hok Tek Bio, Kota Salatiga, tampak berbeda. Umat Tri Dharma bergotong royong membersihkan patung dewa-dewi, altar, serta berbagai perlengkapan ibadah yang ada di dalam klenteng.

Bangunan yang telah berusia ratusan tahun itu menjadi pusat aktivitas sejak pagi. Di ruang utama, puluhan patung yang berjajar rapi dibersihkan satu per satu. Kain halus digerakkan perlahan menyeka permukaan patung, sementara altar dan ornamen lain dipoles dengan cermat.

Pembersihan dilakukan satu pekan sebelum Imlek. Dalam kepercayaan Tionghoa, waktu tersebut diyakini sebagai saat para dewa-dewi naik ke surga, sehingga klenteng berada dalam keadaan kosong dan dapat dibersihkan.

Air yang digunakan pun memiliki makna tersendiri. Umat memanfaatkan air hujan—air yang turun langsung dari langit—yang dicampur teh agar warna patung tidak pudar. Tidak ada teknik khusus, selain ketelitian dan kehati-hatian agar setiap detail tetap terjaga.

Tradisi membersihkan tempat ibadah menjelang Imlek bukan semata menjaga kebersihan fisik bangunan. Kegiatan itu mengandung filosofi penyucian diri dan harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun mendatang—keselamatan, perlindungan, rezeki, serta ketenteraman.

“Dengan rumah ibadah yang bersih, umat Tri Dharma berharap dapat menyambut tahun baru dengan hati yang bersih serta lebih menghayati datangnya tahun baru dengan semangat dan harapan baru pula,” ujar Budi Setiyono, Pengurus Klenteng Hok Tek Bio Salatiga.

Di antara deretan patung dan altar yang dipoles perlahan, gotong royong itu menjadi penanda: Imlek tak sekadar pergantian kalender, melainkan momentum merawat ruang suci sekaligus menata batin.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Kontingen Kabupaten Semarang mengakhiri Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di peringkat ke-10 dengan raihan 25 medali emas, 30 perak, dan 32 perunggu. Meski belum mencapai target 30 emas, hasil tersebut meningkat dibandingkan Porprov 2023. Cabang olahraga karate menjadi penyumbang terbanyak dengan tujuh medali emas.
Lampaui Hasil 2023, KONI Kabupaten Semarang Akhiri Porprov XVII di Peringkat 10
Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
Polres Salatiga menggelar serah terima jabatan sejumlah pejabat di Pendopo Widya Qasana Tribrata, Jumat (23/10/2026). AKP Henri Widyoriani mendapat amanah sebagai Kasatres PPA dan PPO Polres Magelang Kota, sedangkan jabatan Kasat Resnarkoba Polres Salatiga diserahkan kepada AKP Joko Iskandar. Pergantian juga berlangsung pada jabatan Kasat Reskrim dari AKP Radytya Triatmaji Pramana kepada AKP Iwan Kristiana.
25 Tahun Bertugas di Polres Salatiga, AKP Henri Geser, Emban Amanah sebagai Kasatres PPA Polresta Magelang.
Persaingan cabang olahraga biliar dalam Porprov Jawa Tengah XVII 2026 di Kabupaten Semarang menghadirkan kejutan dengan tumbangnya sejumlah atlet unggulan. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 10 dari 15 nomor pertandingan telah selesai digelar. Sebanyak 112 atlet dari 29 kabupaten/kota mengikuti kompetisi yang berlangsung di J_Pool Billiard and Cafe dan Kingdom Billiard hingga Jumat (30/10/2026).
Kejutan di Cabor Biliar Porprov Jateng XVII, Sejumlah Unggulan Tumbang
[pekok2]