KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Mbak Ita dan OPD Turun Lapangan Serahkan Bantuan pada Korban Bencana

Mbak Ita dan OPD Turun Lapangan Serahkan Bantuan pada Korban Bencana

Mbak Ita dan OPD Turun Lapangan Serahkan Bantuan pada Korban Bencana

Plt. Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama beberapa kepala OPD, Kamis (10/11) meninjau lokasi bencana yang disebabkan curah hujan ekstrim yang terjadi pada hari Minggu lalu. Kali ini, Mbak Ita, sapaan akrab Plt wali kota turun ke lapangan meninjau lokasi musibah di Kecamatan Gunungpati. Setidaknya, ada tiga lokasi yang mengalami bencana yakni Kelurahan Kalisegoro berupa tebing longsor serta jalan amblas yang terjadi di Kampung Jawi dan Perumahan Greenwood.

“Dari hasil tinjauan sementara kita temukan bahwa banyak bangunan yang tidak sesuai. Jadi ada bangunan yang bawahnya ada sungainya sehingga ini yang berpotensi aktif bisa terjadi longsor. Memang kendalanya adalah tanah itu milik pribadi atau perorangan sehingga diperlukan nantinya ada mekanisme pembagian tanahnya,” ungkap Ita.

Dirinya juga menerangkan bahwa sungai di Kampung Jawi bentuknya tidak lurus sehingga jika ada aliran air yang deras atau banjir bandang, air cenderung menabrak tanah yang lurus di depannya sehingga membuat tanah tersebut mudah terkikis. Menurut Ita, salah satu alternatif solusi yang bisa diambil adalah ‘merenovasi’ sungai sedemikian rupa agar menjadi lurus.

Sebagai penanganan sementara, pihaknya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana telah memasang bronjong sepanjang 75 meter di sungai.

“Sungai Kripik ini kan wewenangnya BBWS (dalam pengelolaannya). Tapi karena kebanyakan warga yang tinggal di sekitarnya adalah masyarakat Kota Semarang, sebagai pemerintah apapun akan kami lakukan untuk memberikan penanganan segera,” terang Ita.

“Saya juga sudah ketemu BBWS dan mohon untuk bisa mereview semua sepanjang kali. Karena ini juga melewati perumahan dan sebenarnya merupakan desa wisata, wilayah pariwisata agritourism sehingga kami juga berharap dari BBWS juga bisa menangani lokasi ini,” lanjutnya.

Terkait dengan jalan amblas di Perumahan Greenwood, menurut Ita, salah satu kendala yang ada di sana adalah pihak pengembang belum menyerahkan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) kepada Pemerintah Kota Semarang. Padahal serah terima PSU perlu dilakukan untuk dapat dikelola secara resmi oleh Pemerintah Kota Semarang. Namun, jika pihak pengembang atau developer tidak diketahui keberadaannya, warga setempat dapat membuat surat yang diketahui oleh lurah dan camat. Kemmudian Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang akan melakukan tindak lanjut.

Sementara itu, pada malam hari sebelumnya, mbak Ita telah menyalurkan bantuan berupa uang tunai kepada warga yang terdampak banjir di Perumahan Wahyu Utomo Kecamatan Ngaliyan. Dalam waktu yang bersamaan, Dinas Sosial juga memberi bantuan berupa selimut dan PDAM Kota Semarang menyerahkan bantuan air bersih.

Ita juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk merencanakan langkah antisipasi agar bencana serupa tidak terulang kembali.

“Kami sudah menghubungi Dinas ESDM (Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral) Provinsi Jawa Tengah untuk menganalisa mengapa banyak kejadian seperti ini. Di Dinas ESDM mempunyai tenaga geologi ahli pertanahan yang di Pemkot Semarang kami tidak punya sehingga kami minta bantuannya untuk evaluasi. Kami juga akan mengecek kembali perizinan-perizinan developer perumahan untuk daerah atas. Karena sebenarnya wilayah atas ini kan wilayah hijau.

Kami juga meminta Pak Satpol PP apakah ada (bangunan) yang illegal. Prioritas perhatian kita saat ini adalah banyaknya bangunan yang berada di atas saluran air. Ini menyebabkan penyempitan sehingga air akhirnya limpas,” pungkas Ita.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

GIIAS Semarang 2026 menyiapkan tiga pilihan parkir bagi pengunjung di Gedung Muladi Dome UNDIP, area belakang SPBU UNDIP, dan sepanjang Jalan Banyu Putih Raya. Parkir utama menampung lebih dari 780 kendaraan, sementara area tambahan berkapasitas hingga 200 kendaraan. Pengunjung dari Jalan Banyu Putih Raya juga mendapat fasilitas shuttle bus gratis.
Ini Tempat Parkir GIIAS 2026 Semarang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7 derajat Celsius dengan kelembapan 75 persen. Hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan bagian tengah dan sekitarnya, sementara risiko kebakaran hutan dan lahan tetap perlu diwaspadai.
06 Oktober 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Pegunungan Jawa Tengah
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Toyota Land Cruiser LC 300 menjadi salah satu kendaraan yang menarik perhatian pengunjung GIIAS Semarang 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro, Rabu (30/9/2026). SUV premium tersebut diperkenalkan kepada masyarakat Jawa Tengah dengan menawarkan perpaduan desain gagah, kabin mewah, performa kuat, serta kemampuan off-road.
Land Cruiser LC 300 Mencuri Perhatian di GIIAS Semarang 2026
[pekok2]