KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

DIT Pakan Lakukan Kunjungan ke CV Cahaya Baru. Riyadi Berharap Muncul Kebijakan yang Lebih Baik

DIT Pakan Lakukan Kunjungan ke CV Cahaya Baru. Riyadi Berharap Muncul Kebijakan yang Lebih Baik

DIT Pakan Lakukan Kunjungan ke CV Cahaya Baru. Riyadi Berharap Muncul Kebijakan yang Lebih Baik

Ratusan anggota Tim Pengawas Mutu Pakan Dinas dan UPT Kementerian Pertanian, saat Kunjungan ke CV Cahaya Baru. Desa Kadirejo Pabelan

[@]Ratusan pengawas mutu pakan perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian belajar pengolahan pakan ternak di CV Cahaya Baru, Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang Selasa (29/8/2023) sore.

Kepada rasikafm.com Direktur Pakan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Nur Saptahidayat mengatakan kedatangannya berserta rombongan di Desa Kadirejo tersebut untuk belajar secara langsung di lapangan. Mulai dari pembibitan pakan ternak seperti jenis indigofera, pakchong, biograss, dan lain sebagainya.

“Kita pengen lihat di lapangan. Kondisinya seperti apa. Kita lihat di sini bibit juga sudah sertifikasi. Ini merupakan salah satu contoh yang bisa kita ambil,” terang Nur Saptahidayat Selasa (29/8/2023).

Selain belajar soal pembibitan tanaman atau rumput untuk pakan ternak, kata Nur, rombongan juga melihat proses pembuatan silase hijauan boiler (pakan ternak yang diawetkan dengan fermentasi).

“Ini bisa kita kembangkan dengan membuat silase dengan nutrisi yang lebih baik. Dengan diberikan kandungan yang lain, seperti molases, dedak, katul, dan seterusnya itu bisa meningkatkan kualitas dari pakan itu sendiri,” terang Nur.

Sementara itu, pengelola CV Cahaya Baru Riyadi berharap dengan kunjungan dari Direktur Pakan dari Kementan ini bisa muncul kebijakan terkait pakan ternak yang berkualitas.

“Karena itu, sangat berpengaruh kepada swasembada daging itu terwujud. Harapan kami pak Direktur bisa mengusulkan kepada direktur peternakan agar peternak bisa diberikan support,” terang Riyadi yang juga kades Kadirejo Pabelan ini.

Menurut Riyadi,rumput pakchong yang biasanya di lahan satu hektar mampu produksi hingga 120 ton, namun saat ini hanya kisaran 80 ton.

“Kalau untuk yang pakan silase, untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak, saat ini selain dari produksi lahan kita sendiri, kita juga mendatangkan bahan dari mitra kita,”katanya.

“Ya jadi harapan kami dengan kunjungan pak direktur pakan yang secara pribadi langsung ke sini bersama teman-temannya se Indonesia ini, walaupun perwakilan kami berharap nanti muncul kebijakan-kebijakan yang lebih baik lagi tentang pengembangan pakan ternak yang berkualitas,”harapnya.

Karena ini semua, lanjut Riyadi, tentunya akan sangat berpengaruh kepada swasembada daging. Maka untuk mewujudkan itu, khususnya di CV Cahaya Baru dapat mengusulkan kepada direktur peternakan dan mensupport pada kelompok kami.

– Riyadi dari CV Cahaya Baru. Saat diwawancarai Rasika
– Anggota TPM Kementerian Pertanian, saat melihat dari dekat proses pembuatan pakan ternak CV Cahaya Baru.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Urban Steak di Karangpete, Benoyo, Salatiga, menawarkan sajian steak bergaya western street food dengan penyajian menyerupai restoran. Berdiri hampir tiga tahun, usaha milik Ery Setiawan ini menghadirkan olahan ayam dan daging sapi dengan harga mulai sekitar Rp20.000, serta melayani pelanggan langsung di lokasi maupun pesanan untuk acara privat.
Urban Steak Salatiga, Sajian Western dengan Konsep Kuliner Jalanan
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]