URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
BPBD Kota Semarang memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana alam badai hujan deras. Bantuan berupa material perbaikan rumah dan bantuan sosial seperti selimut, alas tidur, dan kebutuhan pokok. Korban merugi hingga Rp. 10 juta dan BPBD bersama babinsa dan instansi terkait melakukan assesmen dan mengambil dokumentasi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

BPBD Kota Semarang Berikan Bantuan Warga yang Terdampak Musibah

BPBD Kota Semarang Berikan Bantuan Warga yang Terdampak Musibah

BPBD Kota Semarang Berikan Bantuan Warga yang Terdampak Musibah

featured-img

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang memberikan bantuan kepada warga yang terdampak musibah akibat bencana alam badai atau hujan deras.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Semarang, Bambang Haryanto mengatakan, pihaknya menyambangi rumah Rudi Istanto di Perum Tlogosari RT 8 RW 6, Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan. Rumah yang dihuni empat orang itu mengalami rusak akibat diterjang badai.

“Atap rusak dan rumah bagian belakang roboh akibat diterjang hujan deras disertai disertai angin,” ujarnya di lokasi, Senin (6/2/2023).

Dirinya menjelaskan, bantuan yang diberikan berupa material untuk perbaikan rumah dan bantuan sosial lainnya berupa selimut, alas tidur dan kebutuhan pokok. Ia berharap, sumbangan ini bisa berguna dan meringankan beban bagi keluarga korban.

“Akibat peristiwa itu korban merugi hingga Rp. 10 juta. Bantuan ini disalurkan setelah merespon informasi adanya warga yang membutuhkan pertolongan akibat bencana alam,” terangnya.

Disisi lain, Bambang menerangkan peristiwa yang menimpa korban terjadi pada Jumat (3/2/2023) pukul 11.00 WIB. Pada saat itu, terjadi badai yang kemudian merusak kediaman korban.

“Tidak ada korban jiwa. Atas kejadian itu BPBD Kota Semarang bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kelurahan dan Kecamatan, serta instansi terkait lainnya mendatangi lokasi melakukan assesmen dan mengambil dokumentasi,” imbuhnya.

Sementara itu, pemilik rumah Rudi mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Semarang khususnya Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atas perhatiannya karena telah memberikan bantuan. Ia mengaku bantuan yang diberikan sangat berguna dan meringankan beban.

“Saya mengucapkan terima kasih karena bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami dalam mengurangi beban akibat kerugian karena rumah rusak diterjang badai,” bebernya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan