KAWAN PEMANDU JALAN

Pajak Daerah Salatiga Tembus Rp 95,886 Miliar, Surplus Rp 20 Miliar

Realisasi pajak daerah Salatiga tahun 2024 tercatat sebesar Rp 95.886.874.983, melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp 75.149.500.000, dengan surplus mencapai Rp 20.737.374.983. Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah BPKPD Salatiga, Cansio Xavier Pereira, menjelaskan bahwa pencapaian ini berkat kerja keras berbagai pihak dan meningkatnya kesadaran wajib pajak di Salatiga. Surplus pajak ini juga meningkat 8,7 persen dibandingkan tahun 2023.

Realisasi pajak daerah Salatiga tahun 2024 tercatat sebesar Rp 95.886.874.983, melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp 75.149.500.000, dengan surplus mencapai Rp 20.737.374.983. Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah BPKPD Salatiga, Cansio Xavier Pereira, menjelaskan bahwa pencapaian ini berkat kerja keras berbagai pihak dan meningkatnya kesadaran wajib pajak di Salatiga. Surplus pajak ini juga meningkat 8,7 persen dibandingkan tahun 2023.

Jelang Tahun Baru, Pemkot Salatiga Jamin Ketersediaan Stok Gas Elpiji 3 Kg Aman

Pemerintah Kota Salatiga memastikan stok gas elpiji 3 kilogram (Kg) untuk kebutuhan masyarakat aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025. Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Kusumo Adji, menjelaskan bahwa total kuota gas elpiji 3 kg untuk Kota Salatiga pada tahun 2024 mencapai 9.783 metrik ton, dengan rata-rata penyaluran bulanan sebanyak 269.998 tabung.

Jelang Tahun Baru Harga Cabai di Salatiga Tembus Rp 70 Ribu per Kilogram

Harga cabai di pasar tradisional se-Kota Salatiga melonjak menjelang tahun baru 2025, dengan harga cabai merah keriting mencapai Rp 70.000 per kilogram pada Sabtu, 28 Desember 2024. Pedagang cabai di Pasar Rejosari, Sumiyati, menjelaskan bahwa kenaikan ini terjadi akibat menipisnya stok di tingkat produsen dan peningkatan permintaan konsumen, terutama sejak pertengahan Desember dan menjelang Natal.

Harga cabai di pasar tradisional se-Kota Salatiga melonjak menjelang tahun baru 2025, dengan harga cabai merah keriting mencapai Rp 70.000 per kilogram pada Sabtu, 28 Desember 2024. Pedagang cabai di Pasar Rejosari, Sumiyati, menjelaskan bahwa kenaikan ini terjadi akibat menipisnya stok di tingkat produsen dan peningkatan permintaan konsumen, terutama sejak pertengahan Desember dan menjelang Natal.