URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sejumlah Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Semarang belum dapat beroperasi hingga akhir Juli 2025 karena kendala utama pada aspek permodalan yang dihadapi oleh pemerintah desa. Kepala Desa Kalisidi, Dimas Prayitna Putra, dan Kepala Desa Sepakung, Ahmat Nuri, menjelaskan bahwa secara administratif dan infrastruktur, Kopdes di masing-masing desa telah siap, namun belum tersedia anggaran operasional dan penyertaan modal awal.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Belum Beroperasi, Ini Kendala Kopdes Merah Putih di Kabupaten Semarang

Belum Beroperasi, Ini Kendala Kopdes Merah Putih di Kabupaten Semarang

Belum Beroperasi, Ini Kendala Kopdes Merah Putih di Kabupaten Semarang

Ilustrasi

Dok./IST

Ilustrasi
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sejumlah Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Semarang belum juga berjalan. Sejumlah kepala desa menyebut persoalan permodalan sebagai kendala utama.

Kepala Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Dimas Prayitna Putra menjelaskan, secara administratif, Kopdes Merah Putih di desanya sudah siap. Mulai dari akta pendirian, struktur kepengurusan, hingga bangunan sekretariat sudah tersedia.

Namun, Pemdes Kalisidi belum bisa mengalokasikan anggaran operasional, termasuk biaya untuk sekretariat dan penyertaan modal awal selama lima bulan pertama.

“Masalahnya bukan di juknis, tapi karena dana desa-nya memang belum ada,” ujarnya saat dihubungi, Senin (28/7/2025).

Dimas menyebut kebutuhan anggaran untuk kopdes baru bisa masuk di Dana Desa tahap II tahun ini, seperti halnya alokasi ketahanan pangan. Namun, itu pun masih harus melalui proses pergeseran anggaran dari rencana sebelumnya.

Rencana besaran anggaran untuk kopdes akan dibahas dalam Musyawarah Perencanaan (Musren) Perubahan APBDes 2025 yang dijadwalkan pertengahan Agustus mendatang.

Soal jenis usaha kopdes, Dimas mengatakan belum diputuskan. Namun ia menyebut kemungkinan akan bergerak di bidang penyediaan bahan pangan, distribusi gas LPG subsidi, atau penyaluran pupuk bersubsidi.

“Tapi kita tetap harus hati-hati. Kalau ternyata rantai distribusinya membuat harga pupuk bersubsidi jadi lebih mahal dari HET, ya tidak bisa diambil oleh kopdes,” tegasnya.

Hal serupa juga terjadi di Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru. Kades Ahmat Nuri menyampaikan, Kopdes Merah Putih di wilayahnya juga belum bisa beroperasi karena keterbatasan modal usaha. Menurutnya, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai skema dukungan permodalan, baik dari pemerintah maupun lembaga perbankan.

“Secara infrastruktur sudah siap, termasuk ruang operasional kopdes yang kita tempatkan di balai desa,” ujarnya.

Sebelumnya, bangunan eks sekolah yang telah diregrouping sempat direncanakan sebagai lokasi kantor kopdes. Namun karena tidak mendapatkan izin, ruang kosong di balai desa akhirnya menjadi alternatif. (win)

BACA JUGA :

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyiapkan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sejak 2026 sebagai penggerak ekonomi 2027. Sekretaris Disbudparekraf Jateng Endro Wicaksa menyebut fokus diarahkan pada penguatan SDM, pengembangan destinasi, dan infrastruktur, sementara BI mendorong investasi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan agar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah terus meningkat.
Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali
Tak Menyerah pada Keterbatasan, Perajin Difabel Kuda Lumping Asal Ambarawa Kembangkan Usaha Lewat UEP
Tak Menyerah pada Keterbatasan, Perajin Difabel Kuda Lumping Asal Ambarawa Kembangkan Usaha Lewat UEP
Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Optimisme masyarakat Jawa Tengah terhadap perekonomian tetap terjaga pada Juni 2026. Hal itu tercermin dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 113,55 atau berada di zona optimistis. Kondisi tersebut didukung penilaian positif terhadap ekonomi saat ini serta ekspektasi perbaikan pendapatan, peluang kerja, dan aktivitas usaha dalam enam bulan ke depan, sehingga daya tahan konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Optimisme Konsumen Jawa Tengah Tetap Terjaga pada Juni 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 5 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara di Semarang 24,1 derajat Celsius dengan kelembapan 85 persen, sementara hujan ringan berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah pegunungan, dataran tinggi, sebagian Jawa Tengah bagian timur, dan sekitarnya.
05 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved